Suami Dingin Itu Adalah Guruku

Suami Dingin Itu Adalah Guruku
NEKAT


__ADS_3

sore harinya, Bimo pulang kerumahnya setelah seharian bekerja.


sesampainya di rumah Bimo segera masuk ke dalam rumah


"apa Nyonya sudah pulang bi ?" tanya Bimo setelah bi Mur membukakan pintu.


"sudah tuan nyonya sekarang berada di kamar karna sedari sore tak mau keluar tuan" ucap Bi Mur.


kening Bimo mengernyit


" memangnya ada apa?" tanya Bimo tak faham


"saya juga tidak tau tuan " ucap Bi Mur


kemudian Bimo menuju kamarnya . sesampainya di depan pintu, dia melihat sang isteri tengah melamun.


Bimo melqngkah menuju sang isteri dan


Breb dia memeluk sang isteri dari belakang.


" kau kenapa ? hmm" ucap Bimo mengecup telinga sang isteri.


"pah bkin kage aja sih " sembari mengelus dadanya


tak lama setelah itu, si kembar datang tanpa mengeruk pintu


" papa Mama" ucap Riana di ikuti Raina dari belakang.


" eh sayang ada apa?" tanya Nadine yang menurunkan tangan sang suami


B8mo hanya menghela Nafas panjang gagal dia malam ini ingin bermesraan dengan sang isteri.


' itu di lual ada opa sama oma" ucap Riana menunjuk ke arah luar.


" oh kalau begitu kita keluar sama-sama yuk ajak Nadine seraya berbisik di telinga sang suami.


"Nanti ya pah " ucap Nadine manja sembari mengecup pioi sang suami.


senyum lebar terbit dari bibirnya kemudian mengikuti sang isteri dari belakang yang sudah berjalan menggandeng anak kembarnya.


Sementara itu, di sebuah rumah mewah seorang gadis sedang menggedor pintu kamar orang tuanya.


"pah cepetan dong nanti keburu malam" ucap sabg gadis tak sabar.


" iya sayang sebentar ya " ucap sang ayah


CEKLEK

__ADS_1


suara pintu di buka dan munculah dua orang paruhbaya dari dalam kwmar


" wulan apa kau benar-benar serius" tanya sang papa


"ya serius lah pah kan dulu papa sama om Yusuf ingin menjodohkan kita" ucap gadis yang tak lain adalah wulan.


ya dulu mereka sempat ingin di jodohkan tapi di tentang oleh kakek Bimo karna sudah menjodohkan dengan Nadine dan lagi Wulan menolak mentah- mentah perjodohan tersebut.


pak omar sebenarnya sudah malu karna puterinya sempat menolak tapi kini ngebet ingin menikah dengan putera saloka groub.


"pah ayo kok malah melamun?" ucap Wulan seraya menepuk lengan sang ayah.


sementara Bu Indri hanya menggelrng pelan seraya berjalan di belakang ayah dan anaknya.


Dia tau betul watak sang puteri tunggal sangat kepala dan egois terkadang Bu indri meratapi nasibnya..


namun,buru-buru dia tepis perasaan itu mengingat ia dan sang suami menunggu hsmpir lima belas tahun lamanya.


wulan tersenyum senang Bibirnya tak henti menyunggingkan senyum manis memperlihatkan deretan gigi putih nan rata miliknya.


namun, berbeda dengan sang ayah ywng twmpak gusar ada kec3masan di raut mukanya ywng sudah ada kerutanya.


sang isteri yang menyadari hal itu mengelus lengan sang suami


"tenanglah pi semua akan baik-baik saja " ucap Bu Indri menenangkan


sementara keluarga saloka tengah berbincang hangat seraya bercwnda dengan si kembar


tak lama suara belpun berbunyi.


Kring


tak lama, Bi Mur datang membuka pintu


Maaf cari siapa ?" tanya Bi Mur


"maaf apa benar ini rumahnya mas Bimo?" tanya seorang gadis muda


Bi Mur mengernyit ada urusan apa dengan tuan mudanya


"m-ari silahkan masuk saya panggilkan Tuan Bimo" ucap Bi Mur sedikit ragu


tak lama kemudian bi Mur menuju ruqng keluarga.


"siapa bi ?" tanya Mama Claudia


"itu Nyonya ada tamu ubtuk tuqn Bimo " ucap Bi Mur

__ADS_1


"untuk saya ? siapa Bi?" tanya Bimo penasaran


" aaya kurang tau Tuan yang jelas ada tiga orang." ucap Bi Mur seraya kembali ke belakang.


" sebaiknya kita temui saja siapa tau penting" ucap Papa Yusuf seraya menuju ruang tsmu di ikuti yang lain.


" Tuan Omar" ucap papa Yusuf kaget karna mendapati rekan bisnisnya ada di sini.


"Tuan Yusuf" ucap Pak omarcseraya mrnyalami papa yusuf.


"ada apa tuan kemari ada hal yang penting?' tanya Papa Yusuf to the point.


"emm begini tuan, saya kemari untuk membicarakan soal perjodohan anak kita yang sempat tertunda lima tahun lalu" ucap Pak Omar akhirnya Bicara.


JEDER


seperti tersambar petir bukan hanya Papa Yusuf yang kaget tapi Bimo Mama Claudia dan Nadine yang sangat terkejut.


"maafkan saya tuan Omar sepertinya ada yang perlu saya luruskan di sini " ucap Papa Yusuf


"maksudnya" tanya pak Omar bingung


"anak saya sudah menikah kurang lebih tiga tahun dan sudah di karuniai anak kembar yang sangat cantik" ucap Papa Yusuf menjrlaskan


Der


jantung wulan seakan ingin lepas dari tempatnya mendengar penjelasan Papa yusuf.


"maksud om wanita ini?" tanya Wulan seraya menunjuk ke arah Nadine.


papa Yusuf hanya mengsngguk pelan


Nekat


satu kata itu yang menggambarkan keberanian Wulan dan keluarganya.


" tidak! tidak mungkin mas Bimo sudah nenikah!" ucap Wulan seraya menarik rambut Nadine.


" heh loe kenapa loe ambil cslon gue hah dasar wanita J****ng sentak Wulan seraya menghempaskan tubuh Nadine ke lantai


" hei kau dasar wanita si***n" ucsp Mama Claudia seraya memeluk menantunya yang sudah menangis sesenggukan.


" sebainya Tuan segera bawa pergi anak anda atau saya akan melaporkan tindakan putri anda ke polisi" ucap Papa yusuf dengan emosi.


akhirnya keluarga pratama pun pergi dengan rasa malu di dada.


BERSAMBUNG...............

__ADS_1


__ADS_2