
sore harinya, Mereka semua sedang berada di twman belakang.
Disana si kembar sedang bermain bersama oma opanya.
sementara itu, Bimo dan sang isteri sedang berbincang dengan Seila di bangku taman.
tak lama kemudian Dimas datang menghampiri mereka.
" wah pantesan gue ke rumah loe loenya gqk ada kata bi Mur lagi pergi sampek seret tenggorokan gue" ucap Dimas sreya berjalan ke arah Bimo.
"memang ada apa loe nyari gue?" tanya Bimo
"ini tadi klien kita telpon besok pagi loe di suruh ke kantornya untuk membahas kerja sama" ucap Dimas menjelaskan.
Bimo hanya mengangguk paham.
tak lama,Dimas baru tersadar karna ada seseorang yang memperhatikanya.
"siapa ?" tanya Dimas setengah berbisik.
" oh kenalin ini Seila sepupu gue Seila ini Dimas sahabat aku"ucap Bimo memperkenalkan mereka.
"Seila" ucap Seila seraya mengulurkan tangan.
"Dimas" ucap Dimas seraya membalas tangan Seila.
"Dimas ini sahabat sekaligus sekretaris kakak Seil Dia adalah orwng yang telah mengabdi selama bertahun-tahun sejak ayahnya meninggal" ucap Bim9 seraya tersenyum ke arah Dimas.
__ADS_1
ya Dimas adalah sahabat Bimo sejak lima tahun lalu tepatnya setelah sang ayah meninggal dan masih mempunyai adik yang masih sekolah.
mau tidak mau Dimas harus meninggalkan masa kebebasanya untuk kerja di saat temqn sebayanya tengah m3nikmati masa remaja, ia harus berkutat dengan perkerjaan kantor.
Dan kini sang adik sudah bekerja di sebuah restaurant ia menolak untuk melanjutkan pendidikanya karna sudah malas berfikir katanya.
Seila hanyamengangguk seraya tersenyum manis.
DEG.
DEG.
DEG.
jantung Dimas serasa ingin meledak melihat s3nyuman Seila.
" kalau loe berhasih memecahkan gunung es di hatinya gue bakal langsung restuin loe" ucap Bimo yang mendapa5 tatapan aneh dari Dimas.
sementara Nadine dan Seila memilih untuk mengobrol sesekali Dimas memandang wajah cantik Seila seraya ters3nyum.
sementara Seila, mengabaikanya. karna dia tidak mau tertipu oleh laki-laki lagi.
sore berganti petang dan Dimaspun memilij pamit pilang setelah memberikan berkas pada Bosnya.
"eh Dim gak makan malam dulu" tanya mama Claudia.
" eh gausah tante terimakasih harus segera pulang karna adik swya pasti mencari saya " tolak Dimas secara halus.
__ADS_1
" ya sudah hati-hati ya Dim jangan ngebut" ucap Papa Yusuf menasehati.
"iya om makasih kalau begitu assalamu'alaikum" ucap Dimas.
"wa'alaikum salam " ucap semua orang.
taklama kemudian Bimo dab sang isteri bergegas ke kamar mereka
mereka hari ini memutuskan menginap di kediaman papa Yusuf.
sementara anak-anak tidur bersama opa omanya.
"pah kenapa Seila tampwk menjaga jarak jika aku perhatikan sedari tadi?" tanya Nadine setelah mereka berada di kamar.
Bimo menghela nafas panjang sebelum bercerita.
"sebenarnya dulu Seila adalah gadis yang dupel dan periang. tapi semua itu sirna karna sebuah insiden" ucsp Bimo.
" insiden apa pah" ucap Nadine penasaran
"dulu Seila hampir di lecehkan oleh pacarnya sendiri bahkan tak hanya satu tapi setiap dia berpacaran pasti akan selalu di lecehkan" ucap Bimo.
"maka dari itu swmpai sekarang ia tak pernah percaya d3ngan laki-laki kecuali Aku papa dan ayah Seila" ucap Bimo lagi.
" oh pantesan " jawab Nadine.
"yasudah kita tidur besok pagi kita harus sudah pulang" ucap Bimo seraya merebahkan dirinya di kasur begitupun Nadine.
__ADS_1
BERSAMBUNG..............