
sore harinya, Nadine pulang ke rumah setelah kuliah seharian.
ia segera masuk ke kamar dan mendapati sang suami yang tengah menunggunya di sofa kamar.
Nadinepun hanya melirik sekilas dan berlalu pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri karena seharian ini beraktifitas.
setelah tiga puluh menit, Nadine keluar dari kamar mandi dan berjalan menuju ruang ganti dan berganti pakaian santai.
setelah itu, ia berjalan ke arah meja rias untuk menggunakan cream.
namun, langkahnya terhenti saat sang suami menariknya dengan tiba-tiba membuat Nadine terkejut
"awh " pekik Nadine yang sudah terduduk di pangkuan sang suami.
"mas aku mau pakai bedak " ucap Nadine seraya melepas pelukan suaminya.
"jangan pernah menghindari aku lagi karena aku bisa gila" ucap Bimo seraya mengecup leher belakang dan memeluk isterinya dengan erat.
"kau juga harus janji jangan cemburu buta seperti tadi pagi aku gak suka" ucap Nadine dengan tegas.
Bimo menghela nafas dengan berat ia mencoba mengalah demi sang isteri senang.
"iya mas minta maaf ya sama kamu" ucap Bimo mencium pipi Nadine.
Ciuman Bimo turun ke leher jenjang sang isteri.
"mas " ucap Nadine saat tangan sang suami sudah kemana-mana.
"mas aku lagi halangan" ucap Nadine yang membuat sang suami menghentikan aktifitasnya.
merasa ada kesempatan, Nadine segera berdiri dan berjalan menuju meja rias.
setelah memoles wajahnya ia menghampiri swng suami.
"mas kita ke dapur yuk aku buatin brownis ubi kesukaan kamu" ucap Nadine menarik tangan suaminya.
Bimo hanya mrngikuti langkah sang isteri.
sesampainya di dapur, Nadine segera menyiapkan bahan-bahan untuk membuat brownis ubi.
Bimo memperhatikan saat sang isteri dengan cekatanya mengolah semua bahan.
dan setelah semua selesai, ia menuangkan adonan brownis kedalam loyang dan menaruh ke dalam oven.
sambil menunggu matang, Nadine meyiapkan toping seperti buah kiwi, stroberi dan madu.
Bimo yang melihat sang isteri sangat cekatan menjadi ibu rumah tangga, menjadi semakin tidak rela jika sang isteri di dekati orang laim.
Nadine yang merasa di perhatikan, mencoba menggoda sang suami.
"mas jangan lihatin aku terus nanti malah gak bisa jauh loh" ucap Nadine menggoda sang suami.
__ADS_1
"memang kenapa? malah mas sudah merasa seperti orang gila saat kamu mendiamkan mas" ucap Bimo yang masih terus memperhatikan sang isteri.
"dasar raja gombal" ucap Nadine seraya tersenyum.
"siapa yang gombal sayang mas serius" ucap Bimo yang kini sudah berada di belakang isterinya dan memeluk sang isteri.
"mas " pekik Nadine yang terkejut mendapati sang suami sudah berada di belakangnya.
"mas nanti kalau di lihat anak-anak bagaimana? " tanya Nadine saat sang suami sudah memeluknya dan menghirup aroma sampo yang di pakai oleh sang isteri.
"gak papa sayang justru mereka aangat senang melihat orang tuanya harmonis" ucap seseorang yang membuat mereka kaget dan membalikan tubuh melihat suara siapa.
"mama papa kapan kalian datang? " tanya Nadine kikuk mendapati orang tuanya sudah berada di dapur.
"sejak tadi sejak kalian mengobrol jarak jauh dan semakin mendekat" ucap Mama Maya menggoda pasangan muda tersebut.
"mama" pekik Nadine karena merasa malu
walaupun mereka sudah menikah hampir empat tahun, namun Nadine masih merasa malu jika kepergok orang tuanya.
"lagi bikin apa? " tanya mama Maya mendekati anak dan menantunya.
"lagi buat brownis ubi ungu selai strowbery" ucap Nadine berjalan kearah oven dan mengeluarkan brownis yang telah matang.
"emm yumy baunya sedap sekali" ucap Mama Maya mencium aroma brownis yang baru di keluarkan dari oven.
"sabar dulu mah kalian semua tunggu di taman belakang" ucap Nadine.
" ok kita tunggu di taman belakang ya? " ucap Mama Maya seraya berjalan menuju taman belakang.
"kami di sini eyang" ucap Riana seraya nemeluk sang kakek.
" uti mana?" tanya Raina mengedarkan pandangannya mencari sosok utynya.
" oh uty sedang berada di taman belakang" ucap Papa Hendrawan
kemudian mereka bergegas menuju taman belakang
"bi tolong buatkan pie susu juga ya nanti bawa kebelakan sama brownisnya" ucap Nadine.
" iya nyonya nanti bibi bawa ke belakang" ucap Bi Mur.
Mereka semua segera menuju taman belakang dan berbincang-bincng disana.
"uty"teriak si kembar seraya berlari mendekati nenek mereka.
"sayang sini uty kangen" ucap Mama Maya seraya merntangkan kedua tanganya.
kemudian mereka saling berpelukan untuk melepaskan rindu yang sudah lama terpendam.
kemudian mereka semua duduk di bangku taman belakang.
__ADS_1
"Bim gimana perusahaanmu? tanya papa Hendrawan pada menantunya.
" iya alhamdulilah semuanya baik pah" ucap Bimo tersenyum kearah mertuanya.
"jangan terlalu sibuk kalian harus punya waktu berdua untuk memikirkan momongan kembali" ucap Mama Maya menasehati pasangan muda tersebut.
"bagaimana mau ada anak lagi mah anak mamah aja baru jinak" ucap Bimo dalam hati seraya menghela nafas dengan panjang.
"kau kenapa Bim seperti baru ada masalah? " tanya Papa Hendrawan.
" emm gak kok pah aku gak papa " ucap Bimo yang sudah mendapat tatapan tajam dari sang isteri.
tak lama, Bi Mur datang membawa Brownis dan pie susu
" ini tuan nyonya silahkan di nikmati" ucap Bi Mur yang beranjak pergi.
" iya Bi terimakasih ya " ucap Mama Maya
"sama-sama nyonya" ucap Bi Mur berlalu pergi.
" yeah pie susu " ucap si kembar girang dan memakan dengan lahap.
mereka semua tertawa melihat tingkah si kemar yang menggemaskan itu.
"eh Nad kenapa gak kamu buka toko kue aja? " tanya Mama Maya pada putrinya.
"mana boleh mah yang wajib cari kerja kan aku bukan Nadinr " protes Bimo.
" ya gak harus cari nafkah juga hanya sekedar menyalurkan hobi" ucap Mama Maya.
"gak gak dia kuliah aja udah banyak wakyu yang terbuang apalagi di tambah toko kue? bisa bisa kita srminggu sekali kita baru ketemu" ucap Bimo menolak usulan sang mertua.
"emm bagus juga idenya" gumam Nadine dalam hati karena memiliki rencana bagus.
akhirnya mereka berbincang-bincang dengan hangat
setelah beberapa saat orang tua Nadine pulang dan keluarga kecil itu masuk kedalam rumah karena hari sudah hampir gelap
mereka menuju ruang makan unyuk melaksanakan makan malam.
"bi apa menu hari ini? " tanya Nadine seraya duduk di meja makan.
" oh ini nyonya menunya sop iga telur gulung sama ayam bakar" ucap Bi Mur menunjuk semua menu yqng ada di meja.
Nadine mrngangguk dan mereka mulai makan mwlam tanpa berbicara sedikitpun.
setelah selesai makan, mereka semua beranjak dari meja makan menuju kamar masing-masing.
💕💕💕
BERSAMBUNG......
__ADS_1
maaf ya semuanya author lagi gak enak hati jadi bikinya agak gimana gitu tapi s3moga kalian semua masih suka sama karya author ini.
MATUR SUWUN