Suami Dingin Itu Adalah Guruku

Suami Dingin Itu Adalah Guruku
MENCEKAM


__ADS_3

kini Nadine dan semua orang sedang berada di restaurant miliknya.


"sayang kita pulang yuk kalian sudah selesai kan? " tanya Nadine pada kedua puterinya.


" udah mah kita udah kenyang kita pulang yuk mah " ajak si kembar.


"ayok sayang"ucap Nadine beranjak dari duduknya.


mereka semuapun mengikuti Nadine yang berjalan menuju pintu keluar.


Dor


Dor


Dor.


suara tembakan berasal dari luar restaurant membuat suasana di dalam restaurant menjadi mencekam.


semua orang berlarian kesana kemari untuk menyelamatkan diri.


termasuk Bimo dan semua orang yang baru keluar dari ruang VVIP.


"mas " ucap Nadine seraya menggenggam tangan suaminya dan memeluk si kembar.


"tenang aku telfon anak buahku dulu" ucap Bimo seraya menghubungi anak buahnya.


sementara Dimas dan Dirga juga ikut menelfon anak buahnya


setelah selesai menelfon Bimo dan rombongan mencari tempat aman untuk menyelamatkan diri.


namun belum sempat mereka menyelamatkan diri, mereka semua di kejutkan dengan suara dobrakan pintu restaurant dan masuklah sekelompok orang berbaju hitam menghadang Bimo dan keluarga mereka.


"kalian mau apa? "tanya Nadine gemetar.


bukanya menjawab, Para pria berseragam hitam itu malah menarik si kembar dari pelukan sang Mama


membuat Nadine berteriak histeris Bimo hendak merebut anak kembarnya.


namun, para pria itu menodongkan sebuah pistol di depan kepala si krmbar.


"papa " ucap si kembar ketakutan menangis.


"Diam jangan melawan! "ucap salah satu pria membentak si kembar.


mereka berdua menunduk ketakutan.


"jangan sakiti anakku " ucap Nadine gemetar


PROK


PROK


PROK


suara tepukan membuat mereka semua menoleh kesumber suara.


"Meisa"


"Meisa" ucap Bimo dan Nadine serempak membuat semua teman-temanya mengerutkan krningnya


"Bim loe kenal? " tanya Dimas seraya memeluk sang isteri yang tampak ketakutan.


"heh aku kan sudah bilang jangan ngedrama"b3ntak Mrisa


"maumu apa? " tanya Bimo geram.


Meisa menyerigai dan tertawa lepas mendengar pertanyaan dari Bimo.


"aku hanya mau kamu sayang" ucap Meisa.


"jangan harap! " ucap Bimo dengan lantang.


"jika begitu jangan harap kalian melihat anak kalian kembali sebelum kamu menikahiku" ucap Meisa berlalu pergi.

__ADS_1


Riana Raina" teriak Nadine histeris kemudian pingsan di dalam dekapan sang suami.


"ya Allah kakak ipar"


Nadine" ucap Mereka serempak.


"Bimo cepat bawa Nadine kerumah sakit " ucap Dimas yang juga menenangkan sang isteri.


Bimo mengangguk dan segera menuju parkirqn restaurant menuju rumah sakit miliknya.


sepuluh menit kemudian, mereka semua sampai di rumah sakit milik Bimo.


"dokter tolong isteri saya" teriak Bimo saat mereka sudah berada di depan rumah sakit.


tak lama, Dokter Hendri dan para suster segera membawa Nadine ke ruang UGD.


"saya ingin menrmani isteri saya " uca Bimo mencoba masuk.


"maaf tuan anda harus menunggu di luar biar kami memeriksanya" ucap suster.


"heh kau berani melarang saya saya adqlah pemilik rumah sakit ini" bentak Bimo.


membuat sang perawat menunduk ketakutan


"sabar bro kau jangan emosi agar isterimu bisa segera di tangani" ucap Dimas menenangkan.


Bimo mengacak-acak rambutnya lalu merosotkan tubuhnya ke lantai.


ia menangis seraya menutupi wajahnya dengan kedua telapak tanganya.


tak lama orang tua Nadine dan Bimo datang menghampiri sang putera.


"sayang " ucap Mama Claudia menghampiri dan memeluk sang anak.


Bimo mendongak dan memeluk sang Mama ia menangis sejadi-jadinya


"ada apa sayang? " tanya Mama claudia cemas


"kenapa ada apa dengan Nadine?" tanya Mama Maya panik.


"Nadine pingsan setelah si kembar di culik tante " ucap Risa.


"apa? kenapa bisa? "tanya Mama Maya


"bukanya kalian habis makan siang? " tanya Papa Yusuf.


" iya om kami memang makan siang tapi setelah itu kami di todong oleh sekelompok orang dan datag lah seorag wanita yang mengataka jika ingin mendapatkan anak mereka,Bimo harus mnikahinya" ucap Risa ankat bicara.


"apa? ya Aallah cobaan apa lagi ini " ucap Papa Hendra frustasi.


tak lama, perawat keluar.


"keluarga nyonya Nadine? " tanya sang perawat menghampiri mereka semua.


"iya sus saya suaminya" ucap Bimo.


"mari ikut saya Nyonya sudah sadar " ucap suster.


"alhamdulillah sudah sadar " ucap semua orang yang berada di sana.


mereka semua memasuki ruang UGD mendapati Nadinebtengah berbaring dengan tatapan kosong.


"Nadine " ucap Bimo lirih


ia tak sanggup melihat perempuan yang ia sayangi memprihatinkan seperti ini.


tatapanya kosong dan mulutnya bergumam memanggil nama qnak-anaknya.


"sayang jangan seperti ini aku mohon" ucap Bimo menunduk menahan tangis.


"aku tahu ini berat buat kamu tapi kamu harus ingat anak buahku akan m3nyelamatkan anak kita"


"Nadine jangan sedih sayang papa kamu sedang mengerahkan anak buahnya" ucap Mama Maya memeluk Nadine.

__ADS_1


Nadine hanya menoleh sebentar lalu kembali menatap lurus kedepan.


"maaf tuan, Nyonya mengalami depresi berat saya sarankan untuk tidak membebani fikiran nyonya dan segeralah menemukan anak kalian karena iyulah salah satu obatnya" ucap Dokter.


mereka mengangguk perlahan


" terimakasih dok " ucap Papa Yusuf


"sama-sama kalau begitu saya permisi" ucap Dokter Hendri.


tak lama ponsel Bimo berdering


Bimo segera mengangkat panggilanya.


"halo ada apa? " tanya Bimo


"...."


"apa"


"....."


"ok cari sampai dapat " ucap Bimo menutup telepomya.


"ada apa Bim? " tanya Mama Maya


"wanita itu kabur mah dan membawa anak-anak" ucap Bimo


Bimo tak menyadari jika ia bicara di samping orang yang kurang sehat.


bisa kalian bayangkan jika suatu kabar yang kurang mengenakan mrnimpa orang yang sedang sakit apa yang akan terjadi? yap jawabanya adalah semakin memburuk


"Nadine! " teriak semua orang saat melihat Nadine terkulai lemas tak sadarkan diri.


Bimo menoleh mendapati sang isteri sudah pingsan


"Nadine " teriak Bimo menghampri sang isteri.


segera ia memanggil Dokter dan taklama Dokter dan beberapa perawat datang.


"mohon maaf semua boleh keluar " ucap Dokter mempersilahkan s3muanya keluar.


"apa yang baru saja kau lakukan hah?! bodoh sekali kau" ucap Bimo memukul kepalanya sendiri berkali-kali.


ia sangat menyesai tindakanya yang dengan lantang mengatakan keadaan puterinya di depan isteri yang sedang depresi


oh sungguh malang nasibnya


"sudah lah Bimo yang harus kita lakukan kita harus mencari keberadaan anak-anakmu agar isterimu cepat sembuh " ucap Mama Maya menenangkan menantunya.


"iya mah terimakasih" jawab Bimo


🌸 🌸 🌸 🌸


sementara itu Di sebuah bangunan tua, seorang wanita tengah nengintruksikan pada anak buahnya untuk menyeret dua gadis kecil


"bawa mereka kesini dan ikat mereka sampai orang tuanya mengabulkan permintaanku" ucap Wanita itu menyerigai.


"baik bos "


"awh ampun tante lepaskan kami" ucap sikembar ketakutan .


wanita itu mencengkeram dagu si kembar dan meremasnya kuat sontak membuat Riana menjerit kesakitan.


"ampun tantw ampun sakit" ucap Raina meraung.


"bagus teriak yang kencang agar papahmu segera membebaskanmu" ucap Meisa tertawa.


"dan kwlian sudah merekamnya? berikan pada ayahmereka " ucap Meisa lalu pergi meninggalkan ruangan itu.


💕💕💕


BERSAMBUNG....

__ADS_1


__ADS_2