
hari ini, adalah hari minggu hari dimana semua orang menggunakan hari itu untuk bersantai, liburan dan sebagainya.
termasuk pula keluarga kecil Bimo yang menyempatkan waktu untuk berkunjung ke rumah Dimas dan Seila.
"sayang cepatlah" teriak Nadine pada sang Suami yang masih berada di kamarnya.
sementara dirinya dan si kembar sudah berada di ruang keluarga.
Bimo turun dengan setelan kaos oblong dan celana pendek berwarna biru muda.
"sabar sayang kamu ini butu-buru sekali" ucap Bimo sembari menuruni anak tangga.
setelah itu mereka membuka pintu hendak keluar dari rumah.
namun, langkah merrka terhenti tatkala melihat sebuah mobil sedan keluaran terbaru memasuki halaman rumahnya.
twk lama, Mama Claudia dan Papa Yusuf keluar dari mobil tersebut.
"Mama.. Papa.. aku kira siapa tadi kenapa tidak kasih kabar pada kami? " tanya Bimo seraya menyalami orang tuanya dan diikuti isteri dan anak kembarnya.
"ish kau ini memang kenapa Mama sama papa kesini kau tidak suka?" ucap Mqma Claudia seraya menepuk pundak sang putera.
"bukan begitu mam hanya saja aku, Nadine dan anak-anak ingin berkunjung kerumah Seila" ucap Bimo.
"wah kalau begitu kita ikut ya Mama sama Papa juga mau tahu bagaimana rumah Dimas dan Seila" ucap Papa Yusuf.
akhirnya mereka masuk kedalam mobil masing-masing dan mulai melajukan mobil menuju kota B yang letaknya lumayan jauh dari rumah Bimo danrumah Papah Yusuf.
setelah menempuh jarak kurang lebih satu jam, mereka semua sampai di kediaman Dimas dan Seila.
pak satpam yang melihat ada orang yang memasuki rumah tuanya, segera menghampiri mereka.
"maaf tuan, nyonya mau bertemu siapa? " tanya pak satpam sopan.
"kami ingin bertemu dengan pemilik rumah ini" ucap Bimo.
"oh sebentar saya ke dalam dulu" ucap Pak satpam seraya pergi menuju rumah dan menemui pemiliknya.
tak lama, satpam datang membukakan gerbang dan mempersilahkan mereka masuk.
"silahkan Tuan nyonya maaf atas ketidaknyamananya. " ucap satpam menunduk hormat.
" iya pak tidak apa-apa" ucap Bimo tersenyum seraya m3lajukan mobil memasuki pekarangan rumah Dimas dan Seila.
"assalamu'alaikum" ucap semua orang seraya turun dari mobil menghampiri Dimas dan Seila yang sudah berdiri di depan rumahnya.
__ADS_1
"wa'alaikum salam kalian kenapa berkunjung tidak memberi kabar pada kami kan kami bisa mempersiapkan semuanya" ucap Seila seraya memeluk Nadine dan Mama Claudia.
"ish kau ini kami bukan tamu agung yang harus di jamu spesial" ucap Mama Claudia menepuk undak Seila.
"wah rumahmu sangat bagus Seila walaupun minimalis tapi sangat indah dengan gaya eropanya apalagi dengan warna biru putih sangat bagus " ucap Nadine seraya masih menatap bangunan itu.
Seila hanya tersenyum mendengar pujian kakak iparnya.
"ini semua kan impian Seila dari dulu ia ingin sekali m3mpunyai rumah minimalis bergaya eropa seperti ini" ucap Mama Claudia menatap kagum kearah perabotan yang berada di dalam rumah tersebut.
"mamah benar aku memang sangat memimpikan model rumah seperti ini" ucap Seila tersenyum.
kemudian mereka berlima dengan sikembar mengelilingi rumah baru Seila.
dan sesekali mereka bertemu pelayan dirumah itu.
"ada berapa pelayan di rumah ini? " tanya Mama Maya mrnatap ke arah belakang.
"ada empat mah Dimas memperkerjakwn p3layan dari kalangan bawah karena ia juga berasal dari kalangqn bawah jadi ketika dirinya sukses ia mempunyai cita-cita itu" ucap Seila tersenyum
"wah m3mang suamimu pria yang baik gak salah kamu pilih dia " ucap Mama Claudia
mereka kembali menyisir setiap rumah baru Seila dan mereka berhenti di kolam renang dan bersantai disana.
merrka kemudian mengobrol di kolam renang seraya bercengkrama.
sementara para pria memilih duduk di gazebo untuk membicarakan bisnisnya.
"wah gak nyangka kau bisa memiliki hunian seperti ini Dim" ucap Papa Yusuf seraya menatap sekelilingnya.
"alhamdulilah pah ini semua juga atas jasa kalian karena telah menolongku lima tahun lalu dan mengangkatku menjadi asisten Bimo sehingga aku bisa mendapatkan ini semua" ucap Dimas menatap pada orang yang berada di depanya.
"tidak bisa di pungkiri Dim kau memang ulet dalam bekerja kalau bukan keuletqnmu mana mungkin kau bisa bertahan dengan kami" ucap Papa Yusuf menepuk pundak Dimas.
"eh iya k3napa kau tidak membawa ibu serta adik-adikmu kemari kau kqn sudah sukses?" tanya Bimo.
"jangwn bilang kau melupakan mereka karena sekarang kau sudah sukses? " tanyanya lagi.
"heh sembarangan aja kalau bicara mereka adalah nyawaku jadi manamungkin aku lupa" ucap Dimas seraya menggeplak lengan Bimo.
"lalu kenapa kau tak membawa mereka kemari?" tanya Papa Yusuf.
"ibu yang menolak untuk kemari oah karena ia ingin tinggal dirumah peninggalqn ayah" ucap Dimas menghela nafas "dan akupu akhirnya mengwlah dengan membiarkan adik dan ibuku tetap tinggal dirumah itu dqn aku juga memperkerjakan seorang dokter yang akan memantau kondisi ibuku" ucapnya lagi.
"kenapa kau tidak membawanya ke rumah sakit milikku saja? " tanya Bimo.
__ADS_1
Dimas menggeleng seraya tersenyum pada Bimo
"tidak Bimo aku sudah merepotkan keluarga kalian selama ini jadi biarkan aku berdiri sendiri" ucap Dimas.
"Dimas kau itu sudah papa qnggqp anak sendiri apa lagi kau sudah menikah dengan Seila jadi jangan sungkan untuk meminta bqntuan papa" ucap Papa Yusuf.
" iya pah terimakasih" ucap Dimas tersenyum.
twk lama, si kembar datang menghampiri mereka bertiga.
"papa aku lapar mau makan" ucap Riana.
"kalian lapar? " tanya Dimas pada si kembar
" iya om aku lapar" ucap Raina
"baiklah cantik mari kita pergi ke suatu tempat" ucap Dimas berdiri.
"memang kita mau kemana?" tanya Nadine yang menyusul suaminya.
"nanti kalian juga akan tahu" ucap Dimas seraya menggand3bg tangan Seila.
mereka semua masuk kedalam mobil dan melaju mengikuti mobil Dimas dan Seila.
setelah tiga puluh menit, mereka samoai di sebuah restauran
"ini punya kamu Seila? " tanya Nadine pada adik sepupunya.
"emm iya eh lebih tepatnya punya kita berdua " ucap Seila.
"ini memang punya Seila karena aku menghadiahi rumah, mobil serta restauran ini padanya sebagai tanda terimakasihku padanya" ucap Dimas menatap Seila.
"jadi kau tidak akan bekerja lagi di perusahaanku? " tanya Bimo
"iya Bim aku melarangnya bekerja terlalu berat karena aku tidak mau sampai kejadian kemarin terulang kembali. " ucap Dimas.
" baiklah kalau begitu" ucap Bimo
"lalu itu perusahaan apa yang berada di samping restaurantmu? " tanya papa Yusuf seraya menunjuk sebuuah bangunan.
"oh itu sebentar lagi akan menjadi perusahaanku pah yang bergerak di bidang makanan dan ekspedisi" ucap Dimas yang membuat mereka terkaget.
"what? " ucap Bimo.
BERSAMBUNG...........
__ADS_1