
pagi ini seperti biasa,Nadine menyiapkan sarapan dan bekal untuk anak-anak serta suaminya.
Dia sangat fokus menasak hingga tanpa sadar Sang Suami telah berdiri sedaritadi memperhatikanya memasak.
dan saat Nadine berbalik arah, tiba-tiba
Cup
sebuah kecupan mendarat sempurna di bibirnya membuat sang empunya mendesah pelan.
"pah kau ini buat aku kaget saja " omel sang isteri seraya berbalik arah.
" hehehe maaf sayang mm kau masak apa ?"tanya Bimo seraya memeluk dari belakang danghirup aroma rambutnya.
" owh ini aku masak soto ayam untuk sarapan dan ini omelete untu bekal anak-anak" ucap Nadine seraya menunjuk meja makan
setelah semua siap, Nadine menunju kamar anak-anak untuk membangunkan anak-anaknya.
"sayang ayo bangun kalian kan harus sekolah" ucapNadine seraya menepuk pelan punggung anak-anaknya.
"iya mah lima menit lagi " ucap Riana seraya m3nngeliat pelan di baqah selimut.
Nadine kenbali ke kamarnya ia masuk seraya mencari keberadaan sang suami.
Nadine mendengar gemricik air dari dalam kamar mandi.
ua segera menyiapkan baju untuk sang suami. setelah selesai,Nadine duduk di pinggir ranjang.
__ADS_1
entah apa yang wanita itu pikirkan hanya dia dan tuhan yang tau.
tak lama, keluar Bimo seraya mendekati sang isteri.
" kau melamun apa ? hmm" ucap Bimo seraya menyentuh tangan sang isteri.
Nadine berjingkat kaget seraya mengelus dadanya.
"pah bisa tidak jangan mengagetkan ku?" omel sang isteri.
Bimo hanya terkekeh pelan.
tak lama ia menuju walk in closet untuk berganti baju.
setelah selesai Bimo keluar seraya menghampiri sang isteri yang sedang menyisir rambut.
"emm memang kita mau kemana?" tanya Nadine seraya menoleh pada sang suami.
" sudah nanti kamu juga akan tahu" ucap Bimo seraya menarik tangan sang isteri untuk turun ke bawah.
setelah mengantar anak-anak sekolah, Bimo mengajak sang isteri ke suatu tempat.
sesampainya di sana Nadine mengernyikan dahi karna Bimo mengajaknya ke se,buah cafe
mereka masuk kedalam cafe banyak pasang mata yangmemperhatikan mereka. baik kaum adam yang memperhatikan Nadine atau kaum hawa yang memperhatikan Bimo.
mereka berdua acuh karna bagi mereka, tatapan mereka tidak penting selagi Nadine atau dirinya tak menanggapi tamu tak akan berani masuk begitu pikirnya.
__ADS_1
Nadine duduk setelah Bimo menarikkan kersi untuknya kemudian dirinya ikut duduk di samping sang isteri.
tak lama kemudian pelayan datang membawa kotak berukuran sedang dan meletakkan di atas meja.
" bukalah kotak itu" ucap Bimo seraya menunjuk kotak diatas mejah.
Nadine mengangguk seraya mengambil kotak tersebut.
"ini" ucap Nadine seraya menatap sang suami.
Bimo hanya mengangguk dan tersenyum.
" kau suka sayang ?" tanya Bimo seraya memakaikan kalung berlian berliontin merah delima yang khusus ia pesan dari Negara F
barang itu sangat mahal karna hanya ada lima di Negara tersebut dan Bimo salah satunya.
Nadine mengangguk seraya menyeka air matanya.
" terimakasih, terimakasih atas semuanya" ucap Nadine seraya memeluk sang suami.
" sama-sama sayang itu belum seberapa di banding pengorbananmu yang telah mengandung anak-anakku selama sembilan bulan kemudian melahirkanya mempertaruhkan nyawamu demi penerus Saloka Grub." ucap Bimo seraya mengecup kening sang isteri.
pengunjung di sana tampak terharu melihat keromantisan mereka berdua.
Nadine dan Bimo kembali mengobrol di taman Cafe yang berada di belakang Cafe.
BERSAMBUNG.....................
__ADS_1