
semakin lama, hubungan Seila dan Dimas semakin membaik.
ya walaupun mas8h sebatas teman.
tapi Dimas tidak akan semudah itu menyerah. ia akan terus berusaha sampai gadis pujaanya luluh.
pagi ini di kantor, Dimas masih tersenyum sendiri hingga suara Bimo mengagetkanya.
"senyum s3nyum sendiri kerja dulu yang rajin supaya bisa bahagiakan wanitamu" ucap Bimo seraya menepuk bahu Dimas.
"astaghfirullah Bos mengagetkan saya saja " ucap Dimas seraya mengelus dadanya.
Bimo hanya diam tak menanggapi ocehan Dimas.
"kau dan Seila sudah sejauh apa " tanya Bimo seraya duduk di kursi kebesaranya.
"hmm masih masa penjajakan sih bos karna adik sepupumu itu sangat sulit di dekati" ucap Dimas seraya menghela nafas.
Bimo menghembuskan nafas kasar mendengar hal itu.
"kau yang sabar Seila mrmang sangat sulit untuk memulai sesuatu yang baru karna ia sangat penakut orangnya" ucap Bimo seraya menepuk bahu Dimas.
"penakut?" tanya Dimas bingung.
"iya dia sangat penakut apalagi jika menyangkut masa lalu" ucap Bimo.
Dimas hanya mengwngguk faham.
💕 💕 💕 💕
sementara itu, di kampus Nadine sedang berada di kantin bersama Seila.
ya Seila ikut Nadine ke kampus karna bosan jika berada di rumah seharian.
karna Bimo belum memerlukan Sekretaris karna semua sudah di tangani oleh Dimas.
pria itu memang sangat manis perlakuanya terhadap Seila.
tak lama, teman-teman Nadine datang.
" hai Nad sama siapa " ucap Risa seraya menunjuk Seila dengqn dagunya.
" oh kenalin ini Seila adik sepupu mas Bimo" ucap Nadine seraya menunjuk Seila
__ADS_1
" hai Seila" ucap Seila mengulurkan tanganya.
"gue Risa" ucap Risa seraya menyambut uluran tangqn Seila.
" gue Rara kembaran Risa" ucap Rara.
"gue Dirga pacar Rara" ucap Dirga.
"gue Roni calon suami Risa" ucap Roni.
merekapun akhirnya menuju kantin karna Nadine mulai kelas jam sepuluh nanti.
sementara Risa, Rara sudah selesai karna mereka kelas pagi.
dan Roni dan Dirga hanya menemani pasangan masing masing karna mereka hari ini kosong.
sesampainya di kantin, mereka langdung memesan menu seperti biasa.
"loe gak kuliah Seil?" tanya Rara penasaran.
" oh aku sudah lulus S1 di negaraku" ucap Seila tersenyum.
"wah kirain masih SMA ternyata udah lulus S1 " ucap Risa kagum.
" terus loe kerja dimana?" tanya Rara.
"oh " jawab Rara
setelah beberapa saat, pesanan mereka pun datang dan mereka segera menyantap makanan mereka.
"eh iya Seila, bagaimana dengan hubunganmu dengan Dimas?" tanya Nadine di sela-sela makanya.
" emm gak gimana-gimana sih kak masih berteman baik " ucap Seila ters3nyum manis.
"Seila sama kak Dimas pacaran ?" tanya Risa.
"belum masih masa penjajakan" ucap Seila.
" oh tapi jarang loh Seila kak Dimas itu orangnya tulus banget setia pula iya gak Ra ?" tanya Risa.
" kok kalian bisa tau?" tanya Nadine.
" iya tau lah Nad dia kan mantan tetengga gue" ucap Rara.
__ADS_1
" oh kirain mantan pacar loe" ucap Nadine tertawa.
" sialan loe ya mana mungkin sih Nad secara Dia udah ganteng dari dulu lah gue dulu buluk banget " ucap Rara.
" ya tapi kalau kak Dimas mau sama gue juga gak papa " ucap Risa terkekeh dan langsung mendapat tatapan tajam dari Roni.
" hehe maaf sayang bercanda" ucap Risa nyengir kuda.
" hahahaha " semua tertawa melihat tingkah Roni dan Risa
Sementara Seila hanya Diam entah apa yang ia fikirkan.
ia merasa gak enak mendengar sahabat Nadine memuji Dimas berlebihan
"is apa sih kok gue merasa cemburu sih Risa ngomong gitu lebay" gerutu Seila dalam hati.
Nadine yang melihat itu merasa aneh pada perubahan Seila yang menurutnya sangat mencolok.
" loe kenapa Seila " tanya Nadine saat sahabat-sahabatnya sudah masuk ke kelas masing masing.
" gak tau gue juga merasa aneh sama perasaan hue sendiri" ucap Seila jujur.
"itu tandanya kamu sudah mulai ada rasa sama Dimas" ucap Nadine.
"manamungkin sih kak gue kan masih trauma" ucap Seila
Nadine menghela nafas panjang mendengar perkataan Seila
" ingat Seila kesempatan emas itu tidak datang dua kali" ucap Nadine.
" ya sudah aku masuk kelas dulu kamu kalau bosen lebih baik pulang" ucap Nadine.
"iya kak kalau begitu aku pulang dulu aasalamu'alaikum" ucap Seila seraya beranjak pergi.
ia memesan taxi online dan tak lama yang ia pesan pun datang.
sepanjang perjalanan, Seila termenung mengingat kata-kata Nadine
"ah apaan sih mungkin ini hanya perasaanku saja
tak lama, Seila sampai di depan rumah Papa Yusuf dan langsung menuju kamarnya
BERSAMBUNG................
__ADS_1
hai hai hai author mau bilang jangqn lupa Like coment dan rate bintang lima untuk karya author ini ya
Thank you