Suami Dingin Itu Adalah Guruku

Suami Dingin Itu Adalah Guruku
SATE AYAM


__ADS_3

malam harinya, Nadine dan keluarga kecilnya memutuskan untuk pergi ke taman kota.


ia suami serta anak kembarnya berjalan-jalan di sana kebetulan, di sana sedang ada pasar malam dan atraksi lumba-lumba.


Si kembar sangat antusias melihat hewan-hewan tersebut.


takberselang lama, Nadine memegangi perutnya.


Bimo yang melihat sang isteri memegangi perutnya tampak kaget.


" kau kenapa aayang?"tanya Bimo cemas.


" hehehe aku laper pah" ucap Nadine seraya nyengir kuda.


Bimo hanya tertawa dan menggeleng karna kelakuan sabg isteri.


" yasudah mau makan apa?" tanya Bimo seraya mengelus kepala sang isteri.


"emm kayaknya sate ayam enak pah" ucap Nadine seraya menunjuk ke arah tukang sate tersebut.


" yasudah ayo" ucap Bimo seraya menggandeng si kembar.


sesampainya disana, Bimo segera memesan empat porsi sate ayam.


"Raina Riana kalian mau makan pakai apa?"ucap sang Papa seraya menatap anak kembarnya.


"emm lontong pah" ucap meeeka kompak.


"owh yasudah" ucapnya lagi.


"minumnya?" kini sang mama yang bertanya.


" es jeluk" ucap Raina.


"es cokelat" ucap Riana berbinar karna dia sangat ingin minum es cokelat apalagi melihat anak kecil seumuranya yang meminum es cokelat berjalan di depanya tadi.


" oh ok"ucap Bimo seraya memesankan pesanan isteri dan anak-anaknya.

__ADS_1


"mang sate ayamnya empat lontongnya dua, dan es jeruknya dua sama es cokelatnya juga dua" ucap Bimo.


"ok siapDen di tunggu ya" ucap penjual sate.


sambil menunggu pesanan datang, Bimo mrngobrol dengan keluarga kecilnya.


"bagaimana Raina Riana kalian suka ?" tanya Bimo.


"cuka pah" ucap mereka kompak.


" kalau kalian suka kita nanti akan aering-sering kemari" ucap Bimo seraya mengelus kepala anak-anaknya.


"kau bahagia?" tanya Bimo seraya memandang lekat wajah wanita yang telah menemaninya hampir tiga tahun itu.


"aku bahagia sekali pa" ucap Nadine seraya tersenyum manis.


" aku juga jauh lebih bahagia sayang tidak terbayangkan jika kita memilih untuk berpisah dulu mungkin aku tak akan sebahagia ini" ucap Bimo seraya menatap sang isteri.


Nadine menunduk karna merasa bersalah karena sempat ingin berpisah dari Bimo.


"maaf " ucap Nadine seraya berkaca-kaca.


" hei kau kenapa " ucap Bimo


Nadine hanya menggeleng pelan.


"aku tidak apa-apa aku hanya menyesal pernah menyakitimu" ucap Nadine seraya tersenyum kearah sang suami.


" maka dari itu berjanjilah untuk selalu berada di sampingku dan bahagia bersamaku.


Nadine hanya mengangguk seraya tersenyum.


tak lama,pesananpun datang merekapun segera menyantap sate ayam beserta kawan- kawanya.


" bagaimana enak " tanya Bimo pada anak-anaknya.


"enak sekali pah" ucap Riana dengan mulut penuh makanan.

__ADS_1


" kalau begitu nanti kita sering-sering kemari ok" ucapBimo seraya melengkungkan ibu jari dan jari kelingking membentuk ok.


"pah kita bungkusin untuk bi Mur yuk biar beliau ngerasain sate yang barukita makan" ucap Nadine seraya berdiri dan berjalan ke arah suaminya.


" yasudah belikan saja" ucap Bimo seraya memberikan uang pecahan lima puluh ribuan dua.


setelah itu Nadune membayar dan memesan satu porsi sate ayam beserta lontongnya.


"eh den uangnya kebanyakan" ucap mamang sate..


"sudah buat mamang saja anggap saja bonus karna satenya enak sekali.


" terimakasih den semoga selalu bahagia ya " ucap si mamang seraya tersenyum.


"Aamin makasih mang saya permisi assalamu'alaikum" ucap Bimo seraya melangkah pergi.


"wa'alaikum salam" ucap si mamang seraya memandang sendu ke arah Bimo dan keluarganya.


ia bersyukur karna jaman sekarang masih ada orang baik seperti mereka.


sesampainya dirumah,Nadine segera pergi ke dapur untuk memberikan sate ayam pada Bi Mur.


"bi ini sate buat bibi satenya enak banget loh bi" ucap Nadine seraya menyerahkan plastik hitam berisi sate.


"wah terimakasih nyonya kebetulan bibi baru mau makan" ucap Bi Mur seraya menerima bungkusan tersebut.


Nadine mengangguk seraya melangkah pergi.


sesampainya di kamar Nadine segera bersih-bersih danberganti pakaian tidur.


ia melihat sang suami sedabg sibuk di depan laptopnya.


tak lama kemusian Nadine sudah berada di dalam selimut dan memejamkan mata.


taklama, Bimopun ikut naik ke atas ranjang dan berbaring di samping sang isteri memeluknya dari belakang dan menciumi tengkuk isterinya.


"sampai kapan pun aku akan membuat kalian tertawa bahagia" ucap Bimo kemudian ikut terlelap bersama sang isteri.

__ADS_1


BERSAMBUNG................


__ADS_2