
setelah Roni sampai, ia segera m\uk kedalam ruang persalinan
dan ia melihat isteri dan anaknya sudah di bersihkan dan akan di pindahkan ke ruang perawatan.
"emm sus isteri dan anak saya di bawa ke ruang perawatan biasa saja ya " pinta Roni pada perawat.
kemudian ia berjalan mendekati sang isteri. danm3ngecup keningnya.
Risa yang tertidur karena kelelahan, terbangun karena merasa ada yang menyentuhnya.
"kak kau sudah datang" ucap Risa yang masih lemah
" iya sayang jika kau masih lemah, istirahatlah sebentar lagi perawat akan membawamu ke ruang perawatan " ucap Roni mengelus kepala sang isteri.
"kita sedang tidak punya uang kak lebih baik kita langsung pulang saja" ucap Risa yang mencoba bangun.
"sstt sudah soal biaya itu urusanku yang penting kau sehat dulu" ucap Roni merebahkan sang isteri
" tapi kak" ucapan Risa terhenti saat jati suaminyq m3nempel di bibirnya.
Risapun menurut dan tersenyum menatap baby boy yang tengah tertidur di sampingnya.
dengqn hati-hati Roni menggendong dan menimang-nimang putra mereka seraya meng-azaninya.
tak lama, suster datang menghampiri mereka.
"maaf tuan, nyonya harus di pindahkan ke ruang perawatan" ucap Suster seraya mempersiapkan semuanya.
Risa dan Roni keluar dari ruang persalinan dan sudah di tunggu oleh Nadine dan Bimo yang langsung menghampiri pasangan orang tua baru tersebut.
"wah tampanya selamat ya Ris Ron kalian sudah menjadi orang tua" ucap Nadine seraya memeluk sahabatnya itu.
"terimakasih Nad kalo gak ada loe sama pak Bimo mungkin gue udah lahiran di rumah" ucap Risa membalas pelukan sahabatnya itu.
kemudian Risa di bawa ke ruang perawatan biasa yang di huni oleh tiga pasien lainya dan hanya di tutup dengan tirai warna hijau.
"Risa kenapa loe milih disini? " ucap Nadine bingung karena ia kira Risa akan menempati ruang VVIP namun, dugaanya salah ternyata Risa memilih ruang perawatan kelas biasa.
" gue mana punya uang Nad ini aja gue pakai sisa uang gue yang kemarin" ucap Risa tersenyum.
"gue bisa bantu loe kok kalo loe mau" ucap Nadine.
Risa menggeleng seraya tersenyum.
"gak usah Nad gue udah bersyukur sekali loe kemarin mau bantu kita carikan Rumah dan mobil murah aja kita udah seneng banget" ucap Risa tersenyum.
Nadine menghela nafas mendengar penuturan sahabatnya tersebut.
"siapa namanya? " ucap Nadine seraya menggendong bayi mungil itu.
"namanya Ravandra Axel Nugraha" ucap Risa tersenyum.
__ADS_1
"halo baby Axel " ucap Nadine mencium pipi gembul baby Axel.
setelah puas dengqn baby boy Risa, Nadine pamit untuk pulang karena ada urusan mendadak.
Bimo segera menggandeng tangan sang isteri saat mereka sudah berada di luar rumah sakit.
"sayang kita mau kemana? " tanya Bimo pada sang isteri.
"kita belanja baju bayi untuk baby Axel " ucap Nadine.
"ok kalau begitu kita langsung ke mall " ucap Bimo menjalankan mobil menuju mall miliknya.
setelah mereka sampai, Nadine segera masuk ke Mall dan memilih beberapa pakaian bayi mulai dari baju newborn, satu bulan, dan seterusnya sampai usialima tahun begitupun dengan sepatu dan lainya
Bimo sampai terheran melihat tingkah sang isteri yang begitu heboh memilih baju baby.
"sayang ini bagus nih" ucap Bimo seraya memilih Dress hitam selutut sengan aksen pita di depanya.
Nadine mengerutkan dahi melihat baju yang fi pilih sang suami.
"mas kita itu mau menjenguk baby boy" ucapNadine masih menatap sang suami.
"aku tahu sayang ini untuk si kembar karena aku belum pernah membelikanya sejak dia bayi terakhir sat kau baru melahirkan dulu" ucap Bimo menghela nafasnya.
" oh kirain tapi itu juga bagus sayang" ucap Nadine seraya menunjuk setelan dres biru dengwn sepatu dan bando warna senada.
"oh iya ini juga bagus ini ini dan ini ucap Bimo memilih banyak sekali baju untuk si kembar.
sore harinya, Nadine dan keluarganya menjenguk Risa yan sudah pulang dari Rumah Sakit.
"assalamu'alaikum" ucap Nadine seraya masuk dalam rumah.
"Wa'alailum salam" ucap mereka kompak
" lah loe kok udah pulang? " tanya Nadine meletakkan barang-barang di samping sofa.
"iya Nad gue gak mau ngeluarin biaya lebih lagipula gue udah sembuh" ucap Risa tersenyumke arah sahabatnya.
itu apa? " tanya Risa seraya menunjuk sepuluh kantung plastik besar di samping sofa.
" oh itu baju untuk baby Axel " ucap Nadine tersenyum.
"Nad guekan_" ucap Risa terpotong karena melihat tatapan tajam sahabatnya.
"Risa untuk kali ini aja loe terima bantuan gue" ucap Nadine.
"tapi... "Risa tak melanjutkqn ucapanya
"sudah sudah terima saja Ris " ucap Bimo dan akhirnya ia mengqngguk setuju.
tak lama, ada mobil bak yang berhenti di depan rumah Risa.
__ADS_1
semua orang keluar rumah termasuk Risa dan bayinya.
"Nadine itu apa lagi! " ucap Nadine bingung.
"ini kulkas asi bekas punya gue" ucap Nadine tersenyum.
" tapikan lo juga nanti butuh" ucap Risa merasa tidak enak
"gue pinya lagi kan anak gue kembar" ucap Nadine.
"ya sudah kita masuk ke dalam saja kasihan kamu baru lahiran " ucap Roni merangkul sang isteri masuk ke dalam.
"aunty ini namanya siapa? " tanya Riana melihat baby Axel.
"namanya Axel sayang" ucap Risa tersenyum.
"oh hai baby Axel" ucap Raina mencium pipi gembul bwby Axel.
merekapun tersenyum melihat tingkah si kembar menggoda baby Axel.
"Ris gue pulang dulu ya udah sore nih anak-anak juga belum mandi" ucap Nadine menghampiri sahabatnya.
"eh iya Nad makasih loh udah membelikan banyak sekali hadiah buat baby Axel" ucap Risa memeluk sahabatnya
sementara Roni menatap kedua sahabat itu dengan haru.
"kau jangan menatap isteriku seperti itu" ucap Bimo berbisik di telinga Roni.
"siapa yang menatap isterimu aku menatap isteriku sendiri" ucap Roni.
membuat Bimo menatap tajam kearah Roni yang hanya di balas cuek oleh Roni.
"kau kenapa dari tadi diam saja? " tanya Nadine pada suaminya
sementara Bimo hanya Diam saja seraya fokus menyetir.
Nadine yang merasa di acuhkan merasa kesal iapunmemilih diam.
sementara si kembar asik main di bqngku belakang.
sesampainya di rumah Nadine segera masuk ke dalam rumah bersama anak-a,naknya meninggalkan Bimo yang masih terdiam.
Nadine segera memandikan si kembar dan menidurkanya karena memang sudah jam delapan malam.
setelah si kembar tertidur, Nadine melangkah menuju kamarnya dan melewati sang suami begitu saja.
setelah selesai mandi, Nadine menuju tempat tidur dan merebahkan tubuhnya di kasur dengan posisi membelakangi sang suami.
ia masih sangat kesal karena di acuhkan oleh suaminya dan saatnya ia membalas semua.
BERSAMBUNG.......
__ADS_1