
Pagi ini, Nadine Datang ke rumah Papa yusuf untuk bertemu Seila.
pasalnya, Dimas ber ucap Bahwa Seila semalam tidak mau di anta4 dan seperti manutup diri dari laki-laki.
Nadine yang merasa kasihan pada Dimas memutuskan untuk pergi menemui Seila di rumah mertunya.
Sesampainya Di sana, Nadine langsung di persilahkan masuk.
Kebetulan, Mama Claudia yang membukakan pintu karnq Bibi sedang s8buk d8 belakang.
" eh sayang kok tumben kemari?" tanya Mama Claudia seraya memeluk menantunya.
"eh Mah iya aku ada perlu dengan Seila" ucap Nafine tersenyum manis.
" oh Seila ada di kamar kamu masuk saja" ucap Mama Claudia.
"eh cucu mama gak ikut?" tanya Mama Claudia.
"mereka sedang Sekolah Mah" ucap Nadine seraya tersenyum
Tok Tok Tok
sura pintu diketuk oleh Mama Claudia.
"Sayang ini ada kaka ipar kamu nih" ucap Mama Claudia.
Ceklek
pintu kwmar di buka dari dalam menampakkan gadis cantik yang baru saja bangun.
__ADS_1
"eh kakak ipar mari silahkan masuk" ucap Seila meraya menarik tangan Nadine lalu mengunci pintu.
"emm ada apa kok tumben pagi-pagi kemari?" tanya Seila heran karna tidak biasanya kakak iparnya kemari pagi-pagi.
" mrmang kenapa aku tidak boleh kesini?" tanya Nadine pura-pura merajuk.
"iih kakak ipar Sensi sekali sih seperti pantat ayam" ucap Seila memanyunkan bibir.
Nadine hanya tertawa kecil saat mendengar kata-kata adik sepupunya itu.
"kakak hanya ingin tau mengapa kau selalu menghindari Dimas Seila?" ucap Nadine membuat senyum gadis itu perlahan pudar.
Seila menundukan kepala kemudian menghela nafas panjang sebelum berucap
"aku hanya takut kak, takut jika dia sama seperti masa laluku" ucap Seila lirih.
Seila hanya menggeleng lemah.
"aku hanya masih trauma kak mungkin akan hilang dengan seiring berjalanya waktu" ucap Seila ragu.
" kamu tidak boleh ragu Seila Dimas itu pria yang baik cobalah untuk membuka hatimu untuknya" ucap Nadine seraya mengelus kepala adik sepupu suaminya itu.
Seila hanya diam hatinyw masih ragu untuk menerima laki-laki selain kelurga di dalam hatinya.
" ya sudah kakak ipar sebaiknya kita sarapan saja karna aku akan ke kantor hari ini" ucap Seila seraya berjalan keluar kamar.
" ya sudah aku juga akan ke kampus hari ini" ucap Nadine mengikuti Seila dari belakang.
" memang kakak ipar kuliah dimana?" tanya Seila setelah mereka sampai di meja makan.
__ADS_1
" kuliah di TRISAKTI" ucap Nadine tersenyum.
"wah kapan-kapan aku boleh kan ke sana" tanya Seila antusias.
"boleh nanti kakak akan mengenalkanmu dengan teman-teman kakak di sana" ucap Nadine seraya memasukkan nasi kedalam mulutnya.
Seila hanya mengangguk seraya tersenyum.
tsk lama Mama Claudia dan Papa Yusuf datang bergabung.
"eh Nad kapan kemari ?" tanya Papa Yusuf setelah duduk di kursi makan.
" hehe tadi pagi pah ada urusan sama Seila" ucap Nadine seraya tersenyum.
"oh. eh iya Seila hari ini kamu dan Dimas Papa tugaskan untuk menangani proyek yang ada di kota J ya " ucap Papa Yusuf melihat kearah Seila.
Seila menoleh kearah Papa Yusuf kemudian kearah Nadine.
ya memang Bimo dan Seila saling memanggil orangtua masing-masing dengan sebutan Mama Papa agar lebih akrab antara sepupu.
"memangnya kak Bimo kemana pah" ucap Seila terdegar helaan panjang dari nafasnya.
"kakak kamu ada rapat di sekolahnya jadi kamu ywng di minta Bimo mewakili dia " ucap Papa Yusuf.
"eh yasudah aku berangkat ya Mah Pah assalamu'alaikum" ucap Nadine seraya berjalan keluar.
"aku juga mau berangkat Pah Mah assalamu'alaikum" ucap Seila seraya m3ncium tangan Om dan Tantenya.
BERSAMBUNG......................
__ADS_1