
malam harinya, Nadine dan keluarganya tengah mengadakan acara syukuran atas kesembuhan Suami dan Anak-anaknya.
ia juga mengundang para tetangga dan kolega bisnisnya untuk hadir di acara tersebut.
kini, Nadine tengah bersiap-siap di dalwm kamar bersama suaminya.
ia sangat cantik menggunakan gamis warna maroon dengan hijab pasmina warna senada.
sang suami tampak sangat terkesima melihat sabg isteri.
"kamu sangat cantik sayang" bisik Bimo merengkuh pinggang sang isteri.
"apa sih mas pasti ada maunya"ucap Nadine tersenyum
"memangnya kalau mau memuji harus ada maunya ya ?" ucap Bimo mendegus mendengar ucapan sang isteri.
"hehehe ya enggak lah mas aku hanya bercanda ayo keluar pasti sudah ramai di luar" ucap Nadine seraya menggandeng sang suami.
mereka turun ke bawah menemui para tamu dan kolega-kolega sang suami.
tak lama Seila dan Dimas datang menghampiri Nadine dan keluarga besarnya.
"hai kakak ipar kau cantik sekali" ucap Seila memuji kakak iparnya.
"kau juga cantik Seila" ucap Nadine tersenyum pada Seila.
"gimana bro loe udah bisa nenangin nih macan betina? " tanya Bimo pada Dimas.
"kakak ih jahat banget masak aku di samain sama macan betina" gerutu Seila.
"hahaha" tawa Bimo pecah membuatnyasedikit malu karna baru menyadari jika banyak rekan bisnisnya yang menatap heran.
pasalnya Bimo berbeda jika berada di kantor
ia akan menjadi pribadi yang dingin dan sangat cuek berbeda jika berada di lingkungan sekolah.
karna menurutnya di kantor yang dia hadapi adalah orang-orang yang sangat bengis dan kejam jadi ia harus menyesuaikan
ehem deheman Bimo terdengar untuk mentralisir semua suasanya.
disana, juga ada Rara dan Dirga yang tampak hadir.
"wah kece banget bestie gue" ucap Rara bqngga.
" iya dong siapa dulu" ucap Nadine tak kalah bangga.
"semoga setelah kejadian ini gak ada lagi yang berniat jahat ya Nad" ucap Dirga.
"aamiin" ucap mereka kompak.
tampak wajah Rara tiba-tiba murung
Nadine yang nenyadari hal itu menepuk bahu Rara.
"loe kenapa Ra?" tanya Nadine pada Rara.
__ADS_1
"emh gue keinget Risa Nad biasanya kita kan selalu bersama" jawab Rara sendu
"sudah lah sayang jangan di tangisi terus nanti Risa jadi gak nyaman kalau kamu terlalu merindukanya " ucap Dirga seraya memeluk sang kekasih.
"maksudnya gimana? " tanya Rara bingung dengan ucapan sang kekasih.
"gini Ra loe sama Risa kan ibaratnya mata sama tangan jadi kalo loe sedih Risa juga akan ikut sedih" ucap Nadine menjelaskan.
" iya bahkan jika kamu sakit Risa juga akan ikut sakit karna kalian adalah satu " ucap Dirga
Rara hanya mengangguk paham.
"kalau begitu gue kesana dulu ya" ucap Nadine seraya menunjuk arah keluarganya.
Rara dan Dirga hanya mengangguk dan tersenyum
sementara si kembar sudah siap memakai gamis warna pink dan krudung senada.
"wah anak-anak papa sudah rapi cantik semua" ucap Bimo menghampiri si kembar yang berada di ruang tamu.
"makasih papah sayang papa juga tampan " ucap Riana menggoda sang papa
"hahaha sejak kapan puteriku panda merayu? " tanya Bimo gemas
"sejak papa mama sering menggombaldi depan kami" ucap Raina jujur.
"hahaha makanya kalau mau bermesraan jangan sembarang tempat dong malu sama anak-anak" cibir papa Yusuf.
Bimo hanya menggaruk kepalanya yang tidak gatal karna salah tingkah
" sudah lah pah jangan ledekin anak kita terus kayak papa gak pernah muda aja"celetuk mama Claudia yang membuat papa Yusuf salah tingkah.
"mama ih kok di bocorin sih rahasianya " gerutu Papa Yusuf pada sang isteri.
"ya karna papa yang mulai neledek putera kita ingat ya pah wanita jika sudah memiliki anak akan berubah menjadi singa buas jika ada yang mengganggu anaknya" ucap Mama Claudia mengomel.
"iya deh iya papa ngaku salah" ucap Papa Yusuf akhirnya mengalah demi menghindari amukqn aang isteri.
Bisa gawat jika isterinya marah bisa di pastikan akan tidur di luar.
tak lama, para kolega bisnis dan rekan gurupun hadir tak lupa Dimas dan Seilapun juga hadir.
"wah Tuan Bimo aku dengar kau tertembak ya dan yang melukaimu adalah mantan kekasihmu" ucap Reno seraya berjabat tangan kepada Bimo.
Bimo hanya nengangguk seraya tersenyum.
"wah pak Bimo ternyata anda begitu kaya dan saya tidak menyangka anda menikah dengan murid anda sendiri" ucap seseorang dari belakang.
Bimo menoleh dan melihat rekan Gurunya yang tak lain adalah pak Imron.
Bimo hanya tersenyum seraya menggandeng sang isteri menuju tamu yang lain.
ia merasa sangat heran karena pak imron tak pernah bersikap baik padanya bahkan terkesan memusuhinya.
Nadine berjalan mendekati para ibu-ibu PKK tetangga rumah Nadine dulu.
__ADS_1
"eh neng Nadine gimana kabarnya sekarang sudah jadi isteri sultan yah " ucap salah satu tetangga.
"eh iya bu alhamdulillah" ucap Nadine tersenyum manis.
"wah sekarang anaknya berapa neng?" tanya salah satu ibu.
"ehm dua bu itu dia " ucap Nadine seraya menunjuk si kembar.
"wah cantik sekali mereka semoga menjadi keluarga yang Barokah ya neng"
Nadine hanya tersenyum dan pergi meninggalkan para ibu-ibu PKK tersebut menuju keluarganya.
tepat pukul tujuh malam acaranya di mulai.
serangkaian acarapun berjalan dengan lancar.
ceramah dari ustad ternamapun terdengar merdu memberi wejangan pada setiap orang yang hadir dirumah itu.
usai acara tausiah, para tamu di persilahkan menikmati hidangan ywng sudah di persiapkan
Nadine sengaja memesan makanan dari restaurant bintang lima ternqma di kotanya.
mereka semua menikmati hidangan dengan suka cita
Bimo dan Nadine juga mengundang seribu anak yatim untuk m3mberi santunan kepada mereka.
tepat pukul setengah dua belas malam acaranya berakhr.
semua tamu pulang membawa bingkisan yang sudah Bimo persiapkan.
" Bim gue sama Seila pulang dulu ya" ucap Dimas menghampiri Bimo dan Nadine.
" iya loe hati-hati ya awas kalo loe macem-macem" ucap Bimo.
" ya gak mungkin gue macem-macem bisa lepas tulang gue" ucap Dimas tertawa.
mereka semua sudah pulang dan Mama Papanya juga mertuanya sudah pulang jam sebelas tadi karna faktor U mereka di larang terkena angin malam.
sesampainya di kamar, Nadine bergegas kekamar mandi untuk bersih-bersih.
tiba-tiba Bimo menyusul di belakang biar cepet katanya.
setelah lima belas menit mereka naik ke atas ranjang untuk istirahat.
"sayang"panggil Bimo
"hmm" ucap Nadine malas karna sudah lelah.
"ya sudah tidur besok kita bicara lagi "ucap Bimo yang melihat wajah lelah sang isteri ia pun tersenyum.
Bimo akhirnya terlelap seraya mrmeluk sang isteri dari belakang.
💕💕💕
BERSAMBUNG...............
__ADS_1