
sejak pertemuanya dengan Seila hari itu, Dimas selalu mencuri kesempatan di manapun ia berada.
entah itu di kantor, atau di rumah Dimas selalu mencuri kesempatan karna sekarang Seila juga bek3rja di Saloka Groub menjadi asisten Bimo dan Dimas menjadi sekretaris Bimo.
sore ini Bimo dan sang Isteri trngah bersiap-siap. mereka keluar dari kamar dan kebetulan Seila melihat mereka sudah rapi.
" mau kemwna" tanya Seila setelah mereka berada di bawah.
" mau nge-date. kenapa mau ikut?" tanya Bimo seraya menaik turunkan alisnya.
" iuh ogak jadi nyamuk nanti aku" ucap S38la seraya melengos.
tiba-tiba Bimo teringat dengan pesan yqng di tulis oleh Dimas kemarin.
kemudian ia berjalan mendekati adik sepupunya itu.
"eh ikut yuk kan kamu udah lama gak tau kota ini nanti kamu pasti terpana sama pemandangan kota ini jika malam hari" ucap Bimo membujuk sang adik sepupu.
Seila tampak berpikir kemudian ia mengangguk dan berlari kearah kamar untuk bersiap-siap.
Nadine yang melihat itu semua, merasa aneh kemudian ia menghwmpiri suaminya untuk penjelasan.
"Pah kok kamus3mwngat sekali mengajak Seila ada apa sih " tanya Nadine kepo.
"oh ini sayang " ucap Bimo seraya menunjukan sebuah pesan singkat dari ponselnya.
Nadine tampak terkejut tapi kemudian tersenyum manis.
"aku berharap Seila mqmpu melawan rasa traumanya pada laki-laki" ucap Bimo seraya tersenyum ke arah sang isteri.
" tapi aku takut Seila akan kecewa lagi pah" ucap Nadine khawatir.
" kau tenang saja aku sudah bicara dengan Dimas jika ia menyakiti adikku lagi, maka ia akan ku patahkan " ucap Bimo tegas yang di angguki oleh sang isteri.
"ayuk kak aku sudah siap " ucap Seila dari brlakang.
Bimo dan Nadine kompak menoleh ke belakang dan..Wow cantik sekali Seila dengan Balutan dres bunga selutut dengan rwmbut di curly dan make up tipisnya.
"wah Seila kau cantik sekali" ucap Nadine kagum.
" hehe kakak ipar bisa saja kau juga cantik kok kak makanya si beruang kutub ini sampai tergila-gila Padamu.
__ADS_1
"isteriku memang Cantik makanya aku tidak mau sebenarnya keluar rumah" ucap Bimo seraya merengkuh pinggang sang isteri.
" cih dasar bucin" ledek Seila.
" biarkan saja nanti kau juga akan di bucin-in jika berada dengan pasangan yang tepat" ucap Bimo.
Seila seketika menunduk dan tampak murung.
"Nadine yang melihat itu segera menyenggol lengan sang suami.
" sudah-sudah yuk kita berangkat nanti keburu malam kasihan Riana sama Raina nanti kita telat menjemput mereka" ucap Nadine mengalihkan topik.
ya sekarang Nadine sedang berada di rumah papa Yusuf. mereka menemani Seila yang sendirian di rumah karna Papa sama Mama sedang berada di luar kota.
sementara si kembar sedang berada di k4diaman orang tua Nadine.
tiga puluh menit, kini Bimo Isteri dan adik sepupunya sudah berada di sebuah restauran mewah.
mereka menuju ruang VVIP yang sudah Bimo pesanterlebih dahulu.
tak lama, seseorwng datang menghampiri mereka.
"hai Bim Nad hai nona cantik"sapa orang tersebut.
ketika ingin bersalaman dengan Seila, Seila buru-buru berkata
"kak Bim kaka ipar aku ingin ke toilet seventar" ucap Seila berlari menuju toilet.
Dimas hanya menghela napas panjang karna ia tau ini hanya alibi semata untuk menghindari dirinya saja.
Bimo yang melihat itu, mencoba menguatkan asisten sekaligus sahabatnya itu.
"sabar bro gua yakin lama-lama Seila akan luluh" ucap Bimo seraya menepuk bahu Dimas.
Dimas hanya mengangguk lemah seraya menjatuhkan tubuhnya ke kursi.
tak lsma Seilapun kembali dan duduk di sebelah Dimas.
sesekali Dimas melirik pujaanya itu seraya tersenyum
Bimo yang melihat itu tampak kasihan pada sahabatnya itu
__ADS_1
kemudian, ia membisikan seseuatu pada sang isteri.
tak lama kemudian Bimo dan Nadine berdiri.
"Seila kaka baru saja di beritahu kalau si krmbar menangis mencari kami. kami harus pulang" ucap Bimo seraya beranjak dari tempat duduk.
" kalau begitu aku juga akan ikut " ucap Seila seraya berdiri.
" tidak usah Seila kakak akan memacu mobil dengan kecepatan tinggi kau akan ketakutan" ucap Bimo menolak halus.
" oh ok hati-hati " ucap Seila seraya duduk kembali.
" nanti kau minta antar saja sama Dimas ok" ucap Nadine.
Seila tidak menjawab. ia hanya diam seraya melanjutkan makan.
"sukses ya" ucap Bimo seraya menepuk pundak Dimas.
Dimas menoleh seraya tersenyum kemudian m3ngwngguk.
selama makan malam mereka tidak ada obrolan apa-apa.
setelah Seila selesai makan, Seila beranjak dari tempat duduk dan berjalan keluar ruangan.
'
" biar aku saja yang mengantarmu" ucap Dimas seraya menark tangan Seila.
"tidak usah terimakasih" jawab Seila seraya melepaskan tanganya dari genggaman Dimas.
kemudian, tsk lama taksi lewat dan Seila segera masuk ke dalam tsksi.
Dimas yang melihat itu, merasa frustasi atas penolakan Seila ia menjambak rambutnya sendiri.
kemudian berlari kearah mobil untuk memantau dari jauh.
setibanya di rumah, Seila segera turun dan masuk kedalam rumah.
srmentara Dimas, memperhatikan dari jauh.
"sampai kapan kau akan menghindariku Seila" tanya Dimas sendu seraya melajukwn mobilnya meninggalkan Rumah
__ADS_1
BERSAMBUNG............