Suami Dingin Itu Adalah Guruku

Suami Dingin Itu Adalah Guruku
MENGEJAR PELAKU


__ADS_3

kini, si kembar berada di ruang VVIP bersama keluarga.


Nadine senantiasa menyuapi si kembar bergantian.


sementara Bimo dan Dimas berada di luar untuk membahas sesuatu.


tak lama Bimo datang menghqmpiri anak dan isterinya.


"sayang papa keluar sebentar ya" ucap Bimo seraya mengelus kepala si kembar.


mereka berdua mengangguk lemah seraya tersenyum.


"mas mau kemana ?" tanya Nadine saat mereka sudah berada di luar ruangan.


Bimo yang melihat itu hanya tersenyum seraya mengusap-usap lengan sang isteri.


"kamu tenang saja semua akan baik-baik saja"


Nadine mengangguk seraya tersenyum


"hati-hati"


Bimo mengangguk seraya tersenyum mengecup kening sang isteri.


tak lama Bimo dan Dimas keluar dari rumah sakit di ikuti oleh Papa Yusuf.


" Bimo tunggu" ucap Papa Yusuf membuat Bimo dan Dimas berhenti.


"ada apa pah ?" tanya Bimo berbalik badan.


"papa tau kamu akan mencari pelakunya papa harap kau hati-hati jangan bertindak ceroboh "ucap Papa Yusuf.


" iya papa tenang aja"


mereka berdua melangkah meninggalkan rumah sakit


mereka pergi menggunakan mobil jeep


tak lama, Bimo dan Dimas sampai di gang jalan X yang sudah di tunggu oleh anak buahnya.


"kita sudah siap bos" ucap anak buah.


Bimo mengangguk seraya masuk dan melajukan mobil kesuatu tempat.


tak lama, mereka sudah sampai di sebuah gedung tua.


kemudian, Seseorang datang datang bersama anak buahnya.


"sudah ku duga kau orangnya " ucap Bimo seraya mengepalkan tanganya.


"hahahaha ternyata kau cerdik juga ya " ucap orang tersebut seraya tertawa.


Bimo menyuruh anak buahnya bersiap-siap menggunakan gerakan tangan.


"serang!!" teriak salah satu orang

__ADS_1


mereka semua berkelahi dengan sangat sengit dan di saat anak buah Bimo lengah, mereka semua melarikan diri.


Bimo dan anak buahnya sempat merasa bingung karna mereka berpencar.


namun, fokus Bimo langsung kepada bos mereka yang tak lain adalah Angel.


"cepat sedikit Dim aku tidak mau sampai kehilangan jejak" ucap Bimo.


mereka mengikuti mobil warna putih itu.


tak lama, Mobil tersebut berhenti di tepi jalan yang sepi.


Bimo dan Dimas juga ikut berhenti.


"lebih baik kau menyerahkan diri" ucap Bimo


"haha jangan mimpi kau Bimo jika aku tak bisa memilikimu maka wanita lain pun sama" jelas Angelyang tiba-tiba mengangkat pistolnya.


Dor.


satu peluru keluar dari dalam pistol mengenai sesuatu.


"aakhh" teriak Bimo memegangi lenganya.


Angel tertawa puas dan ingin melepaskan peluru kembali namun..


Dor


Dimas memalingkan wajahnya dan ternyata....


"aakh" teriak seseorang mrmbuat Dimas nenoleh.


"cepat bawa dia ke kantor polisi " ucap salah satu polisi tersebut.


"awas kau Bimo!!" teriak Angel seraya meringis kesakitan.


"dasar wanita gila" gumam Dimas seraya menghampiri Bimo.


" kau tidak apa-apa?" tanya Dimas


Bimo hanya menggeleng seraya meringis


kemudian Dimas memapah Bimo menuju mobil dan melajukanya menuju rumah sakit


tak lama, mobil telah aampai dan dengan tergesa-gesa turun dan memanggil perawat.


"suster tolong" teriak Dimas


tak lama, para suster datang membawa kursi roda


Dimas langsung membopong tubuh lemas Bimo.


mereka membawa Bimo kearah ruang UGD.


mendengar ada yang gaduh, Papa Yusuf mendekat.

__ADS_1


"ada apa ?" tanyanya seraya menatap Dimas.


"Bimo terluka om" ucap Dimas lirih.


"apa?! bagaimana bisa" tanya Papa Yusuf.


dia sudah memprediksi jika akan terjadi seperti ini karna sudah tau dengan watak wanita itu.


karna ada yang ribut-ribut Nadine keluar bersama mama Claudia.


"ada apa ini ?!" tanya Nadine menghampiri


"kau yang sabar ya nak " ucap Papa Yusuf lirih.


"memqng ada apa pah "


"jawab !" sentar Mama Claudia.


"Bimo terluka " ucap Dimas lirih.


Duar.


jantung Nadine seakan ingin lepas mendengarnya.


belum sempat ia bertanya lagi, pintu ruang UGD telah terbuka menampakan pria tampan yang telah di balut lukanya.


ia tersenyum kearah sang isteri.


Nadine berlari kearAh Bimo dan memeluknya.


ia menangis sejadi-jadinya dalam dekapan sang suami.


"sudahlah aku tidak apa-apa sayang " ucapnya lembut seraya membelai rambut sang isteri.


Nadine mendongak dan merenggangkan pelukanya.


"bagaimana Bim?" tanya Papa Yusuf.


"semua telah berakhir pah sudah tidak ada lagi yang mengganggu keluargaku" ucap Bimo seraya memeluk sang isteri.


💕💕💕💕💕


BERSAMBUNG...................


hai hai hai gaes author cuma mau bilang makasih yang udah sudi mampir ke karya author.


mohon maaf jika masih ada salah karna author hanya mencoba merealisasikan hobi mengarang author menjadi sebuah Novel hehehe.


soalnya author sudah mengarang hampir tiga buku dan sampai tamat dan hanya author yang membacanya.


dan kini author bisa bebas mengarang di aplikasi noveltoon.


mohon bantuanya semua dengan cara like comen dan vote sebanyak-banyaknya.


matur suwun😍😍

__ADS_1


__ADS_2