Suami Dingin Itu Adalah Guruku

Suami Dingin Itu Adalah Guruku
BERSYUKUR


__ADS_3

kini, Bimo berada di ruangan perawatan yang sama dengan si kembar.


Nadine menjadi sedikit kerepotan karna anak dan suaminya menjadi sangat manja pada dirinya.


namun ia juga sangat bersyukur karna suami dan anaknya masih di beri keselamatan.


CEKLEK


pintu kamar terbuka memperlihatkan Papa Hendrawan dan Mama Maya


mereka masuk ke dalam dan terkejut karna melihat Bimo yang juga ikut berbaring di sana.


"Assalamu'alaikum" ucap Mama Maya di susul oleh Papa hendrawan.


"wa'alaikum salam Pah Mah" ucap Nadine seraya menghampiri ke dua orang tuanya.


"Bim kau kenapa" tanya Papa hendrawan.


Bimo tersenyum" aku tidak papa kok pah hanya luka kecil.


" oh terus papa sama Mama kamu kemana?" tanya Papa Hendrawan


mereka lagi ada urusan di luar kota pah" ucap Bimo


"ooh" ucap Papa Hendra.


"pantas saja mereka menyuruh kami menjaga keluargamu tadi malam" ucap Papa Hendra.


Bimo hanya mengangguk pelan.


"eyang sini temani kami " ucap si kembar seraya melambaikan tangan.


mereka berdua tersenyum dan menghampiri cucu kesayanganya itu.


" kenapa cucunya eyang?" tanya Papa Hendra


"mau cerita" ucap Raina manja.


"cerita apa ? hmm " ucap Mama Maya pada Cucunya.


"cerita si kancil" ucap Raina seraya menyodorkan buku cerita bertuliskan Si Kancil


Mama Maya tersenyum seraya mengangguk sementara itu, Bimo dan Nadine hanya tersenyum melihat tingkah anak-anaknya.


tak lama Seila dan Dimas datang menghampiri mereka.


"kak bagaimana kabarmu sekarang ?" tanya Seila menghampiri kakak sepupunya itu


"aku baik-baik saja" ucap Bimo tersenyum.


"syukurlah kalau begitu aku tak habis pikir dengan wanita itu" ucap Seila tampak geram.


"sudah lah Seila aku baik-baik saja "


" ya mungkin Dewi fortuna sedang baik padamu kak makanya kau masih selamat aku dari dulu sangat tidak suka pada wanita itu apalagi saat kakak mengenalkan dia pada keluarga kita bahkan nenek yang waktu itu tak tau masalah perjodohan kakak dan kakak ipar menentang keraskan " ucap Seila panjang lebar.


Nadine yang mendengar itu sedikit kaget dan menatap sang suami


Bimo yang mendapat tatapan penjelasan dari isterinya hanya tersenyum.

__ADS_1


Dimas yang melihat raut wajah dari calon kakak iparnya menyela.


"oh iya Bim aku ke sini hanya ingin menyampaikan ini padamu kalau begitu kita pamit" ucap Dimas menggandeng tangan Seila.


Seila yang ditarik tanganya, sedikit berontak namun tetap mengikuti Dimas.


Semapainya di luar ruangan itu Seila protes pada Dimas.


"kamu kenapa menarik tanganku?" ucap Seila ketus.


Dimas menghela nafaa panjang sebelum berucap.


"kau tadi tidak lihat raut wajah Nadine saat kau menyebut nama wanita lain ?" tanya Dimas.


Seila hanya mengangguk sekarang ia faham apa yang dilakukan oleh Dimas.


mereka akhirnyq meninggqlkan tempat tersebut.


mereka menuju sebuah taman yang tak jauh dari Rumah sakit milik Bimo.


Dimas segera menepikan mobil dan mengajak Seila duduk di kusi taman.


"wah indah sekali" ucap Seila kagum.


Dimas menatap wanitanya dengan senyum tulusnya


tak lama, Seila m3noleh pada Dimas dan tersenyum kearah Dimas dan tersenyum.


" terima kasih ya Dim kau memang teman terbaiku aku bersyykur karna Tuhan masih memberiku orang-orang yang tulus padaku" ucap Seila seraya menggenggam tabgan Dimas.


Dimas tersenyum kecut mendengar perkataan Seila


"Dim kau kenapa? " tanya Seila membuyarkan lamunan laki-laki itu.


Dimas tersentak kaget saat Seila menepuk bahunya.


"eh kenapa? " tanya Dimas gelagapan


"aku pengen makan siomay itu Dim " ucap Seila oada tukang Siomay yang berada tak jauh dari taman kota.


" oh itu ya sudah kamu tunggu sini biar aku belikan" ucap Dimas seraya berjalan menuju tukang siomay.


"bang siomay dua sepuluh ribuan" ucap Dimas saat sudah berada di tukang Siomay.


" oh pedes gak mas? " tanya tukang siomay.


' pedes semua" ucap Dimas seraya melihat-lihat sekitar.


tiba-tiba netranya melihat ada tukang es degan dia langsung membeli dua es Degan.


"mang es Degannya dua nanti bawa ke bangku itu ya" ucap Dimas seraya menuju bangku Taman


tak lama, pesananya datang Seila dan Dimas segera menyantap makanan dan minuman seraya menikmati ke indahan kota.


" emh enak sekali ya kok aku baru tau" ucap Seila seraya mengunyah siomaynya.


Dimas tersenyum mendengar celotehan pujaanya itu.


"jika kau mau setiaphari aku akan mengajakmu kemari" ucap Dimas.

__ADS_1


"sungguh kau akan mengajakku kemari setiap- hari" tanya Seila memastikan.


"sungguh Seila kau akan aku tunjukan tempat-tempat terindah di kota ini" ucap Simas


"wah mantap sih Dim kau memang teman pengertian. " ucap Seila seraya memberi dua jempol pada laki-laki itu.


Dimas hanya tersenyum melihat tingkah Seila yang menurutnya mrnggemaskan.


setelah makanan dan minumanya habis, Dimas mengajak Seila untuk pulang.


Seilapun menurut dan beranjak dari tempat duduknya.


sementara di dalam, Nadine dan Bimo saling terdiam satu sama lain.


"ekhem" Bimo berdehem untuk menyadarkan sang isteri dari lamunanya.


"aku akan cerita Dulu aku memang sempat mengenalkan Angel pada keluargaku tapi mereka semua menolaknya mentahmentah entah apa penyebabnya sampai mereka ngotot tak mau menerima Anggel di keluarga kami tapi aku bersyukur tidak jadi dengan wanita itu jika sampai terjadi pernikaahan kami mungkin aku kan sangat stres" ucap Bimo seraya mengusap punggung tangan isterinya.


Nadine membalas senyuman suaminya dan..


EKHEM


suara deheman dari belakang membuat Bimo dan Nadine menoleh.


"papa sama mama mau makan di kantin kalian titip apa " ucap Papa Hendra.


"gak usah pah mah Nadine tadi udah makan" tolak Nadine halus.


" oh yasudah papa sama mama pergi dulu ya " ucap Mama Maya berlalu pergi.


sementara itu, di belahan bumi yang lain..


"akkh sialan kau!!" maki seorang wanita.


tak lama polisi datang dengan seorang pria dan seorang wanita paruh baya


"nak" ucap wanita paruh baya itu.


"ibu bebaskan aku"lirihnya.


"hmm sudah ku duga akan seperti ini akhirnya" ucap pria itu.


"seharusnya kau berpikir dulu kau bahkan lebih tau bagaimana keluarga itu berkuasa"


"Diam kau Vino" bentaknya.


"apa yang di katakan adikmu itu benar Angel kita tidak bisa main-main dengan mereka" ucap ibunya.


"lihat saja aku akan membunuhnya dengan tanganku"ucap Angel mengepalkan tangan kuat.


"sudahlah seharusnya kau bersyukur karna kau tak di buang ke negara terpencil dan hanya di penjara" ucap Vino menasehati.


"diam kau bocah ingusan aku bersumpah setelah aku bebas aku akan membuat perhitungan dengan keluarga itu" ucap Angel penuh amarah


BERSAMBUNG........


💕💕💕💕💕


hai hai hai jangan lupa Like Coment dan Vote sebanyak-banyaknya ya

__ADS_1


__ADS_2