
pagi ini selepas sarapan, Nadine akan pergi ke kampus diantar oleh sang suami.
" pah hari ini kamu nganterin aku kan " tanya Nadine seraya menaruh makanan di piring sang suami.
Bimo hanya mrngangguk seraya tersenyum pada wanitanya.
" mah pah kita belangkat ya ?" ucap Riana seraya mencium punggung orang tua mereka.
" iya sayang hati-hati ya awas gak boleh nakal harus nurut sama suster " ucap Nadine menasehati.
" ok mah " seraya mengangkat ibu jari mereka.
"assalamu'alaikum" ucap si kembar kompak seraya masuk ke dslam mobil.
"dadah mama papa" ucap si kembar seraya melambaikan tanganya
"dadah sayang" ucap Nadine.
setelah mereka mrninggalkan rumah, Nadine kembali ke dalam untuk bersiap- siap pergi ke kampus
tiba-tiba handpon Bimo berdering dan tertera Nama sekretarisnya.
" halo Dimas ada perkrmbangan ?" tanya Bimo to the point.
" tuan saya sudah menangkap dalang dari penusukan nyonya muda sebaiknya anda dan nyonya muda segera kemari " ucap Dimas
__ADS_1
" oh jadi sudah tertangkap baik saya akan segera ke sana" ucap Bimo seraya mematikan ponselnya.
"siapa pah" tanya sang isteri yang baru keluar dari kamar.
" oh ini mah kata Dimas, yang menusuk mama verapa bulan yang lalu sudah tertangkap" ucap Bimo menjelaskan.
Badine hanya diam pikiranya menerawang jauh saat kejadian itu seperti mengenali sosok tersebut.
walaupun hanya dari sorot matanya.
" mah ayo berangkat " ucap Bimo seraya menyentuh tangan sang isteri .Nadine tersentak kaget dan kemudian mengwngguk berjalan menuju mobilnya.
sesampainya di kantor polisi,Dimas menghampiri bos beserta isterinya.
"tuan nyonya kalian sudah sampai" ucap Dimas menghampiri bosbya
" ini orangbya Tuan Nyonya " ucap Dimas seraya menunjukakn seorang wanita yang tengah tersenyum ke arahnya dan sang isteri.
" kau" tunjuk Bimo tak percaya dengan apa yang sedang ia saksikan.
"hahaha" tawa perempuan itu menggema di seluruh ruangan itu
"salsa kenapa kau tega padaku hah ? bukanya dulu kita bersahabat ?" tanya Nadine seraya menitihkan air mata
Bimo yang melihat sang isteri menangis memeluknya dan mengusap punggungnya
__ADS_1
" hahaha dulu aku memang sahabatmu tapi itu dulu sebelum kau mengqmbil semua kebahagiaanku " ucap salsa berteriak.
"apa maksudmu "tanya Nadine tidak mengerti
"kau tau aku selalu di banding- bandingkan drngsnmu oleh orang tuaku bahkan aku di suruh sepertimu aku muak " teriak Salsa seraya menatap sinis.
Nadine hanya mampu menwngis di dekapan sang suami.
"aku minta maaf sal tapi tolong jangan benci aku " ucap Nadine terisak.
" haha itu tak akan perna terjadi Nadine Qiandra Hendrawan kau akan ku buat menserita seumur hidup!" ucap salsa Menyeringai
Nadine hanya terdiam lalu sang suami membawanya keluar dari kqntor polisi
"sudah jangan dengarkan ucapanya aku tidak akan membuatmu terluka sedikitpun" ucap Bimo mrmeluk sang isteri saat mereka sudah berada di dalam mobil.
Nadine hanya mengangguk pelan
sedangkan Dimas sudah kembali ke kantor karna akan ada meeting jam sepuluh pagi ini
maka dari itu, setelah mengantar sang isteri ke kampus dia akan langsung pergi ke kantor karna kebetulan di sekolah tak ada jadwal.
sepanjang jalan Nadine hanya diam. Bimo ywng melihat itu tak hentinya memberi semangqt pada sang isteri.
"sudah lah sayang kau yakin semua akan baik-baik saja" ucap Bimo seraya mengelus tangan sang isteri.
__ADS_1
mobil mereka melaju membelah jalanan ibu kota.
BERSAMBUNG................