Suami Dingin Itu Adalah Guruku

Suami Dingin Itu Adalah Guruku
MEMBANTU RISA


__ADS_3

setelah peresmian perusahaan milik Dimas, saat itu pula Roni menjadi asisten Bimo.


ya walaupun harus memulai dari bawah, namun Roni tak berkecil hati.


buktinya saja Dimas sekarang bisa berdiri sendiri padahal ia adalah anak yatim apalagi dirinya yang memang dari keluarga berada.


Roni masih tersenyum dan sesekali melihat berkas yang hendak ia berikan pada pak Bimo.


"aku harus giat bekerja apa lagi Risa sudah mau melahirkan semangat Ron" gumam Roni seraya mengetuk ruang CEO.


"siang pak ini berkas yang anda minta" ucap Roni seraya m3nyerahkan berkasnya.


"kalau tidak ada lagi saya undur diri" ucap Roni seraya membalikan badan hendak keluar.


"eh tunggu " ucap Bimo mencegah Roni.


"ada apa pak? " ucap Roni seraya membalikan badan menghadap Bimo.


"em saya minta tolong kau panggil Mila staf bagian keuangan kemari" ucap Bimo.


"baik pak" ucap Roni seraya melangkah pergi.


Bimo menghela nafas saat Roni sudah meninggalkan ruang presedir.


"huh kalau bukan karena isterinya adalah sahabat isteriku dan isteriku memaksa aku pasti akan beepikir dua kali untuk menerimanya " gumam Bimo seraya menghela nafas.


ia masih agak cemburu pada pria yang sedang menjadi asistenya sekarang apalagi jika mengingat mereka sangat mesra saat di sekolah membuatnya semakin cemburu saja.


memang ia akui masih agak kekanak-kanakan jika mengenai perasaannya.


apalagi isterinya itu tipe wanita keras kepala.


Bimo segera melanjutkan pekerjaanya begitu pula dengan Roni yang mulai disibukan dengan pekerjaanya sebagai sekretaris Bimo.


"jadi kamu masih merasa cemburu pada Roni? " tanya Nadine menatap tajam pada suaminya saat mereka berada di kantin kantor.


"aku tidak cemburu aku hanya... " Bimo tak melanjutkan perkataanya dan memilih diam melanjutkan makanya.


Nadine yang melihat itu, merasa sangat kesal pada suaminya.


" ish ngomong cemburu saja pakek acara gengsi " gerutu Nadine dalam hati.


kemudian ia mempunyai satu ide untuk mengetes perasaan suaminya itu.


"eh maaf bu Nadine saya gak sengaja" ucap Roni yang tiba-tiba di tabrak oleh Nadine.


" oh tidak apa-apa kok pak Roni santai saja" ucap Nadine menghampiri Roni seraya menepuk pundak mantan kekasihnya seraya melirik ke arah suaminya seraya tersenyum.


Bimo yang melihat itu, segera berdiri dan langsung menarik tangan Nadine menjauh dari tubuh Roni.


"kau apa-apaan hah" bisik Bimo pada sang isteri.


"aku ridak berbuat apa-apa akuhanya mengobrol dengan sekretarismu. " ucap Nadine s3raya mengulum senyum.

__ADS_1


"berani sekali kau! " ucap Bimo dengan tatapan tajam menatap sang isteri dan tanpa aba-aba langsung menggendongnya.


"Roni hari ini kau ku tugaskan mrmeriksa beberapa file yang sudah aku kirim ke alamatmu dan kau harus meneliti semuanya" ucap Bimo seraya melangkahkan kaki menuju mobilnya.


Roni yang tidak faham hanya mengangguk pasrah dan berjalan gontai memasuki ruanganya.


"alamat lembur ini mah" ucap Roni seraya mulai mengerjakan tugasnya.


sementara Bimo dan Nadine masih berada di dalam mobil


mereka saling diam dengan fikiranya masing-masing.


dan sesekali Nadine melirik sang suami dengwn mengulum senyum.


lima belas menit akhirnya mereka sampai di rumah.


Bimo segera menghentikan mobil kemudian keluar dan langsung menggendong sang isteri menuju kamar mereka.


sesampainya di dalam kamar, Bimo segera menghempaskan tubuh sang isteri lalu menindihnya.


"berani sekali kau padaku" ucap Bimo seraya menggigit telinga Nadine.


Nadine meleguh kecil saat bibir suaminya telah berpindah di sekitar lehernya.


"memangnya aku kenapa aku kan hanya menyapa Roni" ucap Nadine tersenyum.


"kau! ok jika itu maumu aku akan menghukummu" ucap Bimo seraya melancarkan aksinya pada sang isteri.


apalagi anak-anak mereka sedang berada di rumah opa omanya.


Nadine yang awalnya menikmati semuanya kini merasa sangat kesal apalagi ia tidak di izinkan untuk kemana mana dan fi peluk erat oleh sang suami,


" mas lepas ih aku mau mandi" ucap Nadine seraya melepaskan diri dari cengkraman sang suami.


"tidak mau! ini sebagai balasan karena kamu sudah berani menatap mesra pada pria lain" ucap Bimo.


"ya lagian kamu sih aneh bilang cemburu saja gengsinya minta ampun" ucap Nadine seraya mengerucutkan bibirnya.


"memangnya harus ya aku ngomong bukanya wanita lebih suka pria yang bertindak daripada yang hanya berbicara" ucap Bimo seraya masih memeluk sang isteri dan mengecup bibirnya.


"ya memang iya tapi kan aku juga butuh kata-kata" ucap Nadine yang masih cemberut.


" iya-iya sayang aku memang masih cemburu pada Roni" ucap Bimo menghela nafas.


"nah gitu dong ngaku tapi.. kamu harus ingat aku itu sudah menjadi milikmu dan aku juga sudah mempunyai anak"Nadine berucap seraya mengecup pipi sang isteri.


kemudian saat mereka sedang perpelukan, terdengar suara ponsel Nadine.


"siapa sayang? " tanya Bimo.


"Risa " ucap Nadine.


"dasar pengganggu" gumam Bimo pelan tapi masih bisa di dengar oleh Nadine.

__ADS_1


"sayang" ucap Nadine seraya menc7bit pinggang suaminya.


"hemm iya maaf" ucap Bimo menghela nafas.


Nadine segera mengwngkatnya


"apa?! " baik aku akan segera kesana " ucap Nadine seraya menutup panggilanya.


"ada apa? " tanya Bimo saat Nadine sudah mematikan sambungan teleponnya.


"Risa bilang perutnya sakit seperti diremas aku takut ia akan segera melahirkan" ucap Nadine menatap sang suami.


"apa kau menyuruh Roni untuk lembur? " tanya Nadine.


" iya itu karena aku emodi tadi" jawab Bimo.


" ya Allah mas Risa itu sendirian di rumahnya nanti kalau ada apa-apa bagaimana? " ucap Nadine


"ya maaf sayang aku kan cemburu" ucap Bimo


"tadi aja gak mau ngaku sekarang baru ngaku" ucap Nadine seraya masuk kedalam kamar mandi.


setelah selesai mandi, mereka menuju rumah Risa dan mendapati Risa sudah terduduk lemas di lantai.


"Nadine" ucap Risa liril saat melihat Nadine masuk kedalam rumah yang memang tak terkunci.


"Risa " pekik Nadine saat mendapati sahabatnya sudah berkeringat seraya menahan rasa sakit.


"sayang itu ketubanya sudah pecah" ucap Bimo melihat kearah lantai


"iya mas kita harus cepat membantu Risa " icap Nadine seraya memapah Risa menuju mobil.


Bimo segera menghubungi Roni saat mereka sudah berada di dalam mobil.


Bimo mengendarai dengan kecepatan tinggi akhirnya dalam waktu lima belas menit mereka sampai di rumah sakit milik Bimo.


"segera masukan pasien dalam ruang persalinan" ucap Dokter Yuni saat mobil Bimo telah sampai.


mereka segera membawa Risa menuju ruang bersalin.


"nyonya ini sudah bukaan lengkap sekarang ayo mengajan.


"eggh" teriak Risa sekuat tenaga.


dan tak berapa lama, " oek-oek" terdengar suara bayi laki-laki yang sangat kencang.


'nyonya selamat ya anak anda laki-laki " ucap perawat seraya membersihkan tubuh bayi tersebut.


bersamaan dengan Roni yang baru datang dan masuk kedalam ruang persalinan.


BERSAMBUNG........


JANGAN LUPA LIKE COMENT DAN VOTE S3BQNYAK MUNGKIN

__ADS_1


__ADS_2