
hari ini, Bimo dan keluarga kecilnya tengah bersiap untuk pulang ke negaranya karna sudah seminggu mereka menghabiskan waktu di negara Seila.
pagi ini saat Nadine tengah berkemas, ia menemukan buket bunga yang sangat cantik.
iapun membiarkan buket tersebut karna ia menemukanya di depan pintu.
kemudian ia membereskan kamar hotelnya dan begegas menghampiri anak kembarnya yang masih berada di kamar.
"sayang ayo ke loby pasti papah sudah menunggu kita" ucap Nadine seraya menggandeng anak kembarnya.
sementara barang-barangnya sudah di bawa orang suruhanya Bimo ke dalam mobil.
sesampainya di lobby, Nadine sangat terkejut mendapati sang suami yang sudah berdiri di depan pintu seraya membawa sebuket bunga dan menghampirinya.
"selamat ulang tahun wanita yang menjadi ibu dari anak-anakku dan yang akan menemaniku hingga kita menua bersama. " ucap Bimo seraya menghampiri sang isteri dan memeluk sang isteri seraya mengecup kening sang isteri.
sementara si kembar tersenyum kearah orang tuanya.
Nadine yang mendapatkan kejutan, menitihkan air mata karena merasa terharu.
jujur ia sendiri tak sadar jika hari ini dirinya berulang tahun.
tak lama, Seila dan Dimas datang membawa kue ulang tahun seraya menghampiri dirinya.
"selamat ulang tahun kakak ipar semoga selalu dalam limpahan kebahagiaan dan selalu berada di samping kak Bimo hingga rambut kalian memutih." ucap Seila seraya menyerahkan kue ulang tahun ke tangan Nadine.
" terimakasih huhu kalian mengingat ulang tahunku aku saja tidak mengingat jika hari ini ulang tahunku" ucap Nadine seraya memeluk sang adik sepupu.
"hehehe udah ah udah gede juga masak masih cengeng" ucap Seila seraya tersenyum.
"nih kalian make u wish dulu" ucap Seila seraya menyodorkan kue yang sedah ada lilin yang menyala.
Nadine segera memejamkan mata seraya mengucap sesuatu setelah itu meniup lilin yang berbentuk angka sembilan belas itu.
"selamat bertambah usia ya Nad semoga bahagia selalu" ucap Dimas menyalami Nadine.
" terimakasih" ucap Nadine seraya mengusap air matanya.
"sudah dong jangan nangis lagi malu tuh sama anak-anak " goda Bimo seraya menunjuk si kembar.
Nadine hanya tersenyum seraya kembali memeluk sang suami.
setelah puas memberi kejutan pada sang isteri, Bimo mengajak Nadine dan anak-anaknya menuju pesawat pribadinya.
sementara Dimas dan Seila sebenarnya ingin lebih lama tinngal di negara ini, namun karna tuntutan pekerjaan, mereka berdua harus sudah kembali ke negara A besok pagi.
Bimo bukanya tidak memahami keinginan pengantin baru namun ia memang sangat sibuk akhir-akhir ini.
__ADS_1
maka dari itu, Bimo memberi izin untuk Dimas dan Seila aampai besok
Bukanya Bimo takmemiliki orang lain selain Dimas dan Seila. namun, karena Bimo tipe orang yang tak mudah percaya pada orang lain.
itu s3babnya Dimas sering kali keteteran saat pekerjaan menumpuk karna Bimo melarang Dimas menerima bantuan tanpa seleksinya.
"kak kita ini pengantin baru loh masih anget-angetnya masa udah di suruh kerja lagi? " tanya Seila
"ya mau gimana lagi Seila kamu kan tahu sendiri kalo kerjaan lagi numpuk" ucap Bimo seraya menghela nafas.
sebenarnya ia juga merasa kasihan pada sang adik jika langsung kembali bekerja.
namun ini tuntutan kerja dan mereka harus profesional belum lagi Bimo juga sering meninggalkan perusahaan karena dia harus menjadi seorang guru.
"kalau begitu, kamu gak usah bekerja biarkan aku saja yang bekerja menafkahi dirimu dan anak kita nanti" ucap Dimas mengusap-usap pundak sang isteri.
"tidak aku tidak mau jika harus berpangku tangan pada laki-laki karena aku ingin menjadi wanita mandiri dan tidak bergantung padamu yawalaupun aku tahu tugas laki-laki memang mencukupi kebutuhan isteri dan anak-anaknya tapi aku tidakmau terlalu bergantung padamu" ucap Seila tegas.
Dimas menghela nafasnya mendengar penuturan sang isteri.
sementara Bimo menepuk-nepuk bahu Dimas untuk memberi semangat pada sahabatnya itu.
"kau yang sabar ya bro adikku itu memang setipe dengan isteriku wanita-wanita mandiri" ucap Bimo seraya memasuki pesawat pribadinya.
" ok besok pagi kalian sudah hatus berada di Negara A untuk memulai bekerja" ucap Bimo
" iya-iya bawel" sungut Seila kemudian berjalan menuju mobil dan duduk di sana seraya menunggu Dimas kembali.
tak lama, Dimas datang dan langsung mengemudikan mobil menuju hotelnya.
sesampainya di hotel, Dimas segera menggandeng sang isteri menuju kamar hotel.
ia harus memanfaatkan suasana bulan madu dadakan ini untukmengenal lebih jauh lagi sosok wanitanya itu.
mereka mengobrol dan bercanda tawa seraya menikmati burger dan minuman bersoda.
minikmati indahnya kota dari dalam kamar.
💕💕💕
sementara Bimo dan keluarga kecilnya sudah sampai di bandara dan langsung di tunggu mobil jemputan yang sudah di pesan Bimo sedari mereka masih di pesawat.
mereka bergegas menaiki mobil jemputan dan menyewa beberapa pengawal untuk mengawal mereka.
berjaga-jaga jika ada musuh yang mengintai mereka karna dunia bisnis itu sangat kejam.
itu sebabnya mengapa Bimo lebih tertarik untuk menjadi seorang guru dari pada harus menjadi seorang pembisnis.
__ADS_1
namun karena Bimo hanya anak satu satunya ia harus mengesampingkan egonya demi orang tuanya.
sesampainya mereka di rumah, Nadine sangat terkejut melihat rumah yang sudah di hias sedemikian rupa oleh orang tua dan mertuanya tersebut.
Bimo memeluk dan membawa sang isteri menuju tempat dimana sudah ada beberapa keu tart dan beberapa pernak pernik ulang tahun.
"selamat ulang tahun anak mama yang sudah menjadi seorang ibu semoga kamu di beri kesehatan dan di beri krlancaran sampai proses persalinan nanti" ucap Mama Maya memeluk sang puteri.
"terimakasih mah aku sangat bahagiabisa berada di titik ini" ucap Nadine seraya memeluk sang mama
sementara si kembar di gendong oleh papa Yusuf dan papa Hendrawan.
"bagaimana sayang seru tidak liburanya? " tanya Papa Yusuf seraya mencium sang cucu.
"seru banget opa eyang kita jalan-jalan terus sama papa dan mama" ucap Riana antusias.
" oh ya kalau begitu nanti kita kesana lagi kalau dedeknya sudah lahir mau tidak? " tanya Papa Yusuf
"mau banget opa eyang" ucap Raina girang.
"emang Dedek bayi kapan lahir eyang? " tanya Riana
"emm kapan ya? masih tujuh bulqn lagi" ucap Papa Hendra seraya menebak nebak
"oh jafi gak sabar kita" ucap Riana
"sayang sini kita tiup lilin ya" ucap Bimo. melambaikan tangan pada si kembar.
merekapun memejamkan mata seraya berdoa dan meniup lilinya.
"semoga cucu mama kali ini laki-laki " ucap Mama Claufia seraya mengusap perut Nadine.
"laki-laki atau perempuan yang penting sehat mah" ucap Bimo
"iya maksud mama kan kalian sudah memiliki dua bidadari jadi tinggalpangeranya" ucap Mama Claudia.
"kalian kapan memeriksakan kwndungan? " tanya Mama Maya.
"mungkin minggu depanmah soalnya Bimo mingg7 ini bener-bener sibuk karna kepotong liburan kemarin" ucap Bimo
"eh iya mama kok gak lihat pengantin baru? " tanya Mama Claudia seraya mengedarkan pandangan pada seisi rumah.
"mereka Bimo kasih waktu cuti sampai besok mah karena kita harus bener-bener kerja lembur besok" ucap Bimo menghela nafas.
BERSAMBUNG.........
JANGAN LUPA LIKE COMENT DAN VOTE SEBANYAK BANYAKNYA
__ADS_1
MATUR SUWON