Suami Dingin Itu Adalah Guruku

Suami Dingin Itu Adalah Guruku
CEMAS


__ADS_3

sesampainya di kamar, Nadine langsung menuju kamar mandi dan tanpa sepengtahuan Nadine, sang suami mengikutinya sampai ke kamar mandi.


"mas ih bikin kaget saja " pekik Nadine saat tiba-tiba Bimo memeluknya dari belakang.


"hehe maaf sayang kita olah raga bareng yuk sudah lama kita ngak olah raga kan " ucap Bimo mengerlingkan matanya pada sang isteri


Nadine hanya menghela nafas seraya menganggukan kepala karena ia juga menginginkannya.


setelah satu jam berada di kamar mandi, Bimo keluar dari kamar mandi seraya menggendong sang isteri yang tampak kelelahan karena Bimo terus menerus mengulangi hingga membuat Nadine ketiduran.


ia merebahkan tubuh sang isteri yang hanya mengenakan handuk kimono lalu segera menggantinya dengan daster yang Nadine punya.


Nadine memang mempunyai banyak daster tapi hanya di gunakan di dalam kamar saja.


setelah selesai mengganti pakaian sang isteri, ia juga menuju kamar ganti dan segera mengganti dengan celana boxer.


sementara Bimo membiarkan tubuh bagian atasnya polos tanpa benang.


setelah selesai, ia segera naik keatas ranjang dan memeluk sang isteri dari belakang.


taklama, ia juga ikut terlelap seraya membenamkan kepalanya ke leher sang isteri.


sementara itu, Di sebuah tumah mewah seorang gadis tampak tengah menghubungi seseorang.


"bagaimana apa yang kau ingin laporkan padaku"ucap sang wanita.


"......."


"bagus kau memang bisa di andalkan Jack" ucap wanita itu tersenyum puas.


lalu menutup telponya tak lama, seorang pria paruh baya datang menghampirinya.


"Meisa hentikan tindakanmu itu nak" ucap Pria baruh baya itu.


Meisa hanya memutar bola malas mendengar celotehan orang tua yang ada di hadapanya itu.


"kau pasti akan menyesal jika kau"-ucapan pria itu terhenti saat mendengar bentakan dari sang putri.


"hei orang tua diam! " bentak Meisa seraya melotot kearah sang ayah.


"kau jangan kurang ajar Meisa aku itu ayahmu" ucap sang ayah.


"hahaha memang kau ayahku tapi kau menjadi ayahku dengan cara licik" ucap Meisa tertawa sinis.


"dengar bapak Handoko yang terhormat kau itu hanya ayah sambungku kau pembunuh ayahku! " teriak Meisa seraya membqnting gelas yang ada di depanya.


Bu Alya hanya bisa memegang erat lengan suaminya


"seharusnya kau tidak usah memenuhi wasiat mendiang ayahnya Meisa agar kau tidak di benci oleh Meisa" ucap Bu Alya.


Pak Handoko hanya menggeleng pelan seraya tersenyum pada sang isteri.


"aku lebih baik di benci oleh puterimu daripada membiarkan kalian berdua di luaran sana yang hanya membuatku cemas" ucap Handoko seraya tersenyum menatap sang isteri.

__ADS_1


Bu Alya pun membalas senyuman sang suami


sementara itu Meisa masuk ke dalam kamar dengan hati dongkol


sesaat ia memandang sebuah file yang ia dapat dari anak buahnya.


ia tersenyum senang membayangkan wajah pria pujaanya itu.


"sayang aku rindu padamu besok aku akan menemuimu" ucap Meisa bahagia.


lalu ia mengambil ponselnya dan menuliskan pesan pada seseorang dan kemudian merebahkan tubuhnya di ranjangnya yang empuk.


tiba-tiba, seseorang seperti meraba kakinya dengan reflek Meisa segera terbangun dari kasur dan melihat pria tampan yang berdiri di depanya seraya tersenyum.


"om Adi" seru Meisa memeluk om tirinya itu.


"sayang aku kangen sama kamu" ucap om Adi mulai mencumbui bibir Meisa.


"ah om" ucap Meisa menahan tubuh Adi.


"kenapa sayang kau tidakmerindukanku? " tanya om Adi pada Meisa.


"sangat kangen om tapi nanti kalau ketahuan bagaimana? "tanya Meisa mendesah saat tangan om Adi menjamah bagian sensitifnya.


"tidak akan sayang om sudah lama tidak melakukanya karena wanita sialan itu selau sakit sakitan huh sungguh merepotkan.


"iya om emmh" ucap Meisa.


namun akan menjadi pasangan layaknya suami isteri di luar keluarga.


karena mereka diam diam menjalin hubungan gelap di belakang tante Iren.


awalnya Meisa merasa cemas nanti jika ketahuan akan habis dia


walaupun ia tidak menyukai pak handoko sebagai papa tirinya, namun ia masih menghargai ibunya.


namun dengan segala tipu daya om Adi Meisa akhirnya luluh.


om Adi pula yang merenggut kesucian Meisa dan mengatakan ia boleh berpacaran dengan siapapun asal jangan melakukan adegan dewasa pada pria lain


hanya om Adi yang boleh menjamahnya dan dari hubungan itu, Meisha dan Adi sudah di beri anak yang kini di rawat oleh tante Iren.


tante Iren tidak merasa curiga dengan hubungan Meisha dan suaminya karena mereka bisa sesantai itu menjalankan peran mereka.


bahkan anak dari mereka yang di beri nama Inez kini baru ber usia satu bulan


itu berarti Meisa baru saja melahirkan.ia melahirkan secara cesar dengan perawatan dan obat yang selangit.


yang membuat pemulihanya hanya butuh waktu satu jam pasca melahirkan.


"sayang anak kita sudah satu bulan lho" ucap Adi seraya menatap Meisa didalam pelukan.


"hmm aku tidak peduli " ucap Meisa memejamkan mata.

__ADS_1


"karena aku sudah mendapatkan laki-laki yang aku incar" ucap Meisa dalam hati seraya tersenyum licik.


sementara itu, Nadine yang baru terbangun mendapati keadaan dirinya sudah berganti pakaian dan dalam dekapan sang suami.


Nadine tersenyum memandangi wajah tampan sang suami


tak lama, pandanganya buyar saat ponsel Bimo berdering tanda ada pesan masuk.


Nadine segera meraihnya dan m3mbuka ponsel sang suami.


"Besok kita ketemu sayang ah aku sudah tidak sabar" tulis pesan itu.


Deg.


jantung Nadine serasa mau terlepas dari tempatnya.


"siapa orang ini? apa selama ini ia mempunyai wanita lain? tapi siapa? " ucap Nadine bertanya tanya.


malam harinya, saat mereka di meja makan Nafine mengutarakan isi hatinya


"mas apa kamu punya wanita lain? " tanya Nadine spontan


membuat Bimo tersedak seketika


"uhuk-uhuk kau ini apa-apaan sih" ucap Bimo menatap sang isteri.


sementara Nadine hanya diam dan melanjutkan makan malamnya.


setelah makan malam mereka kembali kekamar masing-masing.


"sayang tadi kamu itu ngomong apa sih?" ucap Bimo memeluk sang isteri yang tengah berdiri di balkon kamar mereka.


Nadine melepas pelukan suaminya dan berjalan menuju kearah nakas dan mengambil ponsel sang suami.


"ini" ucap Nadine seraya menyerahkan ponselnya


"ini apa? " tanya Bimo bingung menatap sang isteri.


"buka aja " ucap Nadine datar


lalu Bimo membuka ponselnya dan mendapati pesan dan beberapa gambar dirinya dengan wanita lain.


Nadine tahu jika itu editan tapi bukan masalah editanya tapi masalahnya jika wanita itu sudah berani sejauh itu berarti sudah terobsesi dengan suaminya.


"sayang ini kan hanya editan"ucap Bimo.


"aku tahu mas itu editan tapi jika wanita itu sudah berani mengedit foto itu artinya ia sangat terobsesi sama kamu mas" ucap Nadine.


Bimo menghela nafas mendengar ucapan sang isteri.


BERSAMBUNG........


JANGAN LUPA LIKE COMENT DAN VOTE SEBANYAK-BANYAKNYA

__ADS_1


__ADS_2