Suami Dingin Itu Adalah Guruku

Suami Dingin Itu Adalah Guruku
MASALAH SEPELE JADI BESAR


__ADS_3

Bimo yang melihat Sang isteri berbaring membelakanginya, segera mendekat dan memeluk sang isteri dari belakang.


Nadine yang merasa di peluk, menggoyangkan badanya agar sang suami melepaskan pelukanya.


Bimo ingin mrminta lebih namun, ia harus mandi karena badanya sudah lengket.


iapun segera turun dari tempat tidur dan menuju kamar mandi.


setelah lima belas menit, ia keluar dan mendekati sang isteri dan hanya menggunakan handuk saja.


"mas lepas ih aku mau tidur" ucap Nadine ketus.


namun bukanya melrpaskan, Bimo malah semakin memeluk sang isteri dengan erat.


Bimo juga menggelitik sang isteri membuatnya sekuat tenaga menahan diri agar tidak tertawa.


karena Nadine memang tidak tahan geli.


namun pertahananya pun runtuh karena wang suami terus menerus menggelitiki dirinya.


"kau kenapa mengacuhkanku?" tanya Bimo saat sang isteri sudah berhadapan dengan dirinya.


" ish gak sadar diri siapa yang memulai mengacuhkanku? " ucap Nadine dengan nada ketusnya.


"maaf sayang karena aku terbawa emosi tadi Roni menatapmu dan tersenyum dan aku cemburu" ucap Bimo.


" ish mas ini Roni tadi itu menatap isteri dan anaknya yakali isterinya baru melahirkan sudah main gila" ucap Nadine menahan emosi.


"iya maaf namanya juga cemburu" ucap Bimo mengeratkan pelukanya.


"sudahlah aku malas berdebat dengan mas dari awalkan aku sudah bilang jangan pernah mengekangku atau aku akan pergi darimu" ucap Nadine mengancam sang suami.


" iya sayang mas minta maaf sama kamu" ucap Bimo


Nadine hanya diam ia masih kesal pada sang suami.


Bimo hanya bisa menghela nafas berat seraya turun dari tempat tidur untuk berganti baju tidur.


setelah selesai berganti baju, ia menuju kasur dan merebahkan tubuhnya di samping sang isteri dan memeluknya dari belakang.


Nadine adalah wanita unik bagi Bimo kerena jika wanita lain sangat ingin di perlakukan spesial ia justru malah merasa risih


ia ber anggapan, seduatu yang berlebihan itu tidak baik


pagi harinya, Nadine dan keluarga kecilnya sedang berada di ruang makan untuk sarapan.


di sepanjang sarapan, tidak ada satupun yang berbicara.


semua diam fokus dengan makanan mereka


setelah selesai sarapan, mereka keluar rumah menuju mobil untuk berangkat.


"mah pah kalian mengantar kami kan? " tanya Riana


"em maaf sayang mama.. " ucapan Nadine terhenti karena ucapan suaminya.


"iya sayang mama sama papa anterin. " ucap Bimo memoyong ucapan sang isteri.

__ADS_1


membuat Nadine menatap tajam kearah sang suami.


akhirnya Nadine dan Bimo masuk kedalam mobil dan melajukan mobilnya membelah jalan ibukota yang mrmang sedang ramai.


"Dah sayang belajar yang rajin ya jangan bandel ingat kata bu guru" ucap Nadine melambaikan tangan.


"dadah mamah papah" ucap si kembar.


kemudian Nadine dan Bimo masuk kedalam mobil dengan masih terdiam satu sama lain.


tak lama, terdengar ponsel Nadine yang berbunyi.


Nadine segera mengambil ponselnya dan mengwngkatnya yang ternyata dari Vino.


" iya halo Vin ada apa? " tanya Nadine.


"....."


"oh ok kita nanti ketemuan di kantin kampus" ucap Nadine menutup telponya.


ia tidak sadar jika ada tatapan membara di sampingnya


Bimo yang mendengar sang isteri berusaha sekuat tenaga untuk menahan diri.


ia tidak mau jika sang isteri ber lambah marah padanya.


tak lama, ponsel Nadine kembali berdering.


Nadine segera mengangkatnya.


"halo Stef ada apa? " tanya Nadine setelah mengankatnya.


Bimo menghela nafas menahan emosinya karena sudah dua kali isterinya di hubungi pria lan.


Bimo yang sudah tidak tahan, segera menepikan mobilnya


ia langsung menarik tengkuk sang isteri dan ******* bibirnya


Nadine yang mendapat serangan mendadak, melotot dan menggigit bibir suami agar melepaskan ciumanya.


"awh " ucap Bimo setelah ia melepaskan ciumanya


"kau itu kenapa? " ucap Nadine membentak sang suami.


"aku tidak suka kamu berhubungan dengan pria lain" ucap Bimo membentak balok sang isteri


"Ya Tuhan mas mereka itu teman sekelasku" ucap Nadine.


"mereka hanya memberitahu kslau ada tugas dari dosen untuk meneliti bawang merah dan mereka berdua satu kelompok denganku" ucap Nadine.


" ya apapun alasanya nas gak mau tahu" ucap Bimo hendak menjalankan mobilnya.


namun dengan cepat Nadine langsung membuka pintu dan keluardari mobil.


Bimo yang melihat itu sontak menghentikan mobilnya dan menghampiri sang isteri yang sedang menunggu taxi lewat,


"kau mau keman" tanya Bimo menggenggam tangan isterinya.

__ADS_1


"lepasin aku mau naik taxi saja " ucap Nadine menghempaskan tangan Bimo.


Bimo yang melihat isterinya marah, segera melepaska tanganya.


"mas minta maaf mas janji gak akan cemburu lagi" ucap Bimo


"gak butuh janji butuhnya bukti" ucap Nadine madih dengan nada ketusnya.


tak lama, taxi pun berhenti di depanya dengan cepat Nadine sudah masuk ke dalam taxi dan berjalan meninggalkanya.


Bimo segera masuk ke dalam mobil dan ingin menyusul sang isteri.


namun, langkahnya terhenti saat ada panggilan masuk dari Roni


"halo pak bapak di mana? kita sedang ada meeting nih di gedung utama semua menunggu bapak" ucap Roni.


"sialan" ucap Bimo dalam hati karena ia lupa ada meting penting hari ini" baik lah saya segera kesana" ucap Bimo menutup telponya.


Bimo segera menjalankan mobilnya menuju perusahaanya.


stelah sampai kantor Bimo segera melakukqn tugasnya sebagai pemimpin


setelah selesai meeting ia kembali ke ruanganya di lihat sekarang sudah waktunya makan siang


ia segera mengambil ponselnya untuk mrnghubungi sang isteri.


namun tak pernah di angkat Bimo segera melempar ponselnya ke sofa


Bimo lalu terduduk lemah.


"kenapa masalah sepele jadi membesar? " gumam Bimo menyandarkan kepalanya pada kursi kebesaranya.


"apa aku salah jika aku cemburu pada pria lan? " tanya Bimo pada dirinya sendiri" ucap Bimo lirih.


sementara itu, Nadine yang berada di kntin bersama Raradan Dirga sedang berbincang-bincang.


terlihat ada panggilan masuk dari Bimo namun tak di angkat oleh Nadine membuat Rara dan Dirga saling berpandangan.


"loe kenapa Nad kok itu panggilan dari pak Bimo gak loe angkat?" tanya Rara seraya menunjuk ponsel milik sahabatnya yang di letakan di meja


"gak papa lagi males aja gue ngangkat telefonya" ucap Nadine.


" loe pasti lagi berantem ya sama pak Bimo? " tanya Rara.


"auk ah gak usah bahas dia males gue" ucap Nadine cemberut.


" iya deh iya" ucap Rara seraya kembali menyantap baksonya.


" emm emang kalo nikah itu berantrm terus ya? " tanya Dirga pada kedua gadis itu.


" iya mungkin sih Darling kan kalo pacaran gak satu atap jadi gak tau sifat aslinya " ucap Rara.


" iya bener tuh Ra gue aja ngerasa terbebani sama sikap cemburuan dan posesifnya mas Bimo" ucap Nadine.


"ya namanya juga sayang Nad hehe" ucap Rara cengengesan


" tapi terlalu cemburu Ra gue gak suka yang berlebihan" ucap Nadine seraya beranjak pergi.

__ADS_1


BERSAMBUNG.......


JANGQN LUPA LIKE COMENT DAN VOTE SEBANYAK-BANYAKNYA


__ADS_2