Suami Dingin Itu Adalah Guruku

Suami Dingin Itu Adalah Guruku
USAHA BARU.


__ADS_3

hari ini, Nadine libur kuliah dan berencana akan pergi ke rumah Risa.


pagi sekali ia bangun dan mendapati lengan sang suami yang memeluknya dengan erat.


Nadine mendongak dan menatap sang suami kemudian dengan perlahan mengusap wajah suaminya yang masih menutup rapat matanya.


setelah puas memandang sang suami, ia segera turun untuk menyiapkan sarapan untuk suami dan anak-anaknya.


hari ini, ia akan memasak martabak mie telur yang di campur sosis dan suwiran ayam dan juga mayones dan keju moarella.


setelah lima belas menit, menu trlah tersaji di atas meja.


"wah wangi sekali ini" ucap Bimo yang baru keluar dari kqmar menuju ruang makan.


" eh mas aku baru aja mau ke kamar bwngunin mas" ucap Nadine.


" iya soalnya nanti jam srmbilan mas ada meeting di kantor jadi sekarang harus siap-siap" ucap Bimo seraya duduk.


" ioh gitu kalau gitu aku panggilkan anak-anak sebentar ya? " ucap Nadine hendak berdiri.


"gak usah sayang biar Bi Mur saja yang panggilkan" ucap Bimo menarik tangan sang isteri supaya duduk kembali.


"bi Mur " panggil Nadine.


" iya Nyonya ada apa? " tanya Bi Mur berlari kearah meja makan


"tolong panggilkan anak-anak suruh sarapan" ucap Nadine.


"baik nyonya" ucap bi Mur sraya pergi ke kamar si kembar.


setelah berapa lama, si kembar datang menghampr orang tuanya.


"morning mah pah" ucap mereka berdua kompak.


" morning sayang" ucap Nadine.


"morning juga princes-princesnya papa" ucap Bimo tersenyum kearah si kembar.


"kalian mau ikut mamah gak nanti? mumpung kalian free"ucap Nadine seraya memakan makananya.


"emang mau kemana sayang?" tanya Bimo pada sang isteri.


"mau ke rumah Risa mas mau jengukin baby Axel sama ada sesuatu yang mau aku bicarakan sama Risa" ucap Nadine


"hmm" ucap Bimo yang mulai masam.


"sayang" ucap Nadine seraya menatap tajamsang suami.


" iya iya " ucap Bimo seraya melanjutkan makanya.


" iya mah kita ikut" ucap si kembar kompak.


" ya sudah kalian habiskan makananya nanti kita siap-siap" ucap Nadine pada si kembar.

__ADS_1


"oke mah" ucap Riana seraya mengacungkan jempolnya.


setelah selesai sarapan, mereka segera menuju depan rumah untuk berangkat ke tujuan masing-masing.


"aku berangkat dulu ya sayang hati-hati di sana kalo ada apa-apa kabarin aku" ucap Bimo seraya mengecup kening sang isteri.


" ya sayang " ucap Nadine.


akhirnya mereka semua berangkat menuju tempat tujuan masing-masing.


setelah tiga puluh menit, Nadine dan anak-anaknya telah sampai di depan sebuah rumah sederhana bercat biru putih


"assalamu'alaikum" ucap Nadine mengetuk pintu rumah


"wa'alaikum salam eh Nadine masuk yuk" ucap Risa setelah membuka pintu.


"emm mana baby Axel? " tanya Nadine saat mereka sudah duduk di sofa.


"oh baby Axel sedang tidur di kamar eh iya mau minum apa? " tanya Risa.


" terserah loe aja Ris " ucap Nadine.


" eh tumben kemari ada apa? " tanya Risa setelah membawa tiga gelas jus orange.


"emm gimana kalau kita bikin usaha kecil-kecilan? " tanya Nadine.


"hah maksudnya? tanya Risa bingung.


"gini Ris gue kepikiran untuk buat usaha kafe kecil-kecilan bareng sama loe" ucap Nadone.


" iya Ris lumayan buat penghasilan kita sendiri" ucap Nadine.


"boleh tuh Nad tapi jangan jauh-jauh dari Rumah gue ya biar bisa pulang pergi " ucap Risa


"ok ya sudah gue pulang dulu ya " ucap Nadine seraya meninggalkan Rumah Risa.


" iya loe hati-hati ya" ucap Risa mengantarkan sampai ke depan rumah.


sore harinya, Nadine menghampiri sang suami yang sedang duduk di sofa kamarnya.


"mas aku mau ngomong sama kamu" ucap Nadine yang berada di samping sang suami.


"mau ngomong apa? " tanya Bimo menutup laptopnya.


"aku sama Risa mau buka cafe di dekat rumah Risa" ucap Nadine.


"apa?! sayang memang uangku gak cukup ya buat biaya kalian" ucap Bimo terkejut.


"bukan begitu mas aku itu cuma mau bantu sahabatku aja dan biar aku ada pengalaman" ucap Nadine.


"tapi sayang..? ucapan Bimo terhenti saat melihat ekspresi sang isteri.


"hemm iya sudah kapan kamu akan memulai usaha barunya.? tanya Bimo.

__ADS_1


"mungkin satu bulan lagi kita akan buka usaha mas karena kita akan mencari tempat strategis di kawasan rumah Risa" ucap Nadine.


" jangan sampai dia balikan" lirih Bimo yang masih terdengar oleh Nadine.


" ya Allah mas jadi kamu masih cemburu sama Roni? " tanya Nadine yang langsung berdiri.


"kalau kamu memang gak bisa percaya aku lagi lebih baik aku pergi" tegas Nadine.


Bimo yang melihat itu, menjafi salah tingkah sendiri dengan cepat ia memeluk tubuh sang isteri dengan erat.


" iya sayang mas minta maaf" Ucap Bimo


mereka akhirnya mengobrol di sore itu.


sementara di rumah Risa, Roni yang baru pulang dari kantor langsung menuju kamar menemui sang isteri dan anaknya.


"kak ada yang mau aku bicarakan" ucap Risa saat mereka tengah duduk di kasur.


"mau ngomong apa sayqng? " tanya Roni seraya menggendong baby Axel.


"emm aku sama Nadine ada rencana buka cafe kecil-kecilan di sekitar rumah ini" ucap Risa.


"sayang biar aku aja yang cari uang kamu gak usah ikut-ikutan tugas kamu cuma ngurus Axel aja" ucap Roni.


wajah Risa mrnjadi sangat sedih dan hsmpir menangis.


"padahal aku hanya ingin punya usaha sendiri hiks" ucap Risa yang menangis.


"sayang jangan nangis dong ok ok aku ixini tapi harus prioritaskan anak kita" ucap Roni akhirnya mengalah.


"yeay makasih kak" ucap Risa memeluk dan mencium pipi sang suami.


💕💕💕


tiga bulan kemudian, cafe yang di beli Risa dan Nadine sudah di renovasi dan hari ini opening pembukaanya.


"selamat pagi semuanya hari ini kami akan membuka cafe ini s3moga kalian semoga suka ya dengan menu-menu di sini" ucap Nadine.


"sebagai promo pembuka, kita akan mengadakan promo sebesar tiga pulih persen" ucap Risa.yang lansung di sambut hangat oleh para masyarakat sekitar.


Di cafe ini, Nadine dan Risa memperkerjakan tiga pelayan dulu nanti kalau sukses mereka akan menambah pelayan lagi.


sementara utu, Roni dan Bimo memperhatikan para isteri-isteri yang sedang sibuk melayani pelanggan dengan menghela nafas.


"nasib gini amat ya jadi susis" ucap Bimo seraya menghela nafas.


"he, em kalo gak di turutin langsung ngambek gini nih perempuan" ucap Roni.


" ya sudah Ron kita kembali ke kantor karena ada beberapa meting dan jadwal tang lainya " ucap Bimo seraya berjalan kearah mobilnya.


"siap pak" ucap Roni mengikuti langkah bosnya menuju mobil.


💕💕💕

__ADS_1


BERSAMBUNG........


__ADS_2