Suami Dingin Itu Adalah Guruku

Suami Dingin Itu Adalah Guruku
PERESMIAN


__ADS_3

hari ini, pembangunan perusahaan milik Dimas telah usai


dan malam ini peresmian perusahaan yang bergerak di bidang exspedisi berlangsung.


bertempatan di sebuah restaurant milik Seila yang tak jauh dari perusahaan tersebut.


tampak Dimas dan Seila tengah sibuk mempersiapkan semuanya.


"honey tolong kamu bawa ini ke depan karena aku tidak melihat kariawan yang bisa aku mintai tolong" ucap Seila memanggil sang suami


"ok siap ucap Dimas yang langsung membawa barang tersebut ke depan.


"Dim" ucap seseorang dari belakang saat ia sudah selesai menata semuanya.


"Bim eh pak Bimo silahkan masuk acaranya belum di mulai" ucap Dimas kikuk.


karena semenjak ia berkata bahwa akan mengundurkan diri dari perusahaan Bimo, ia sering tidak masuk kantor dqn hanya menyerahkqn tugas kantor lewat imel.


karena ia mulai menjalinkerjasama dengan rekan bisnisnya ywng k3betulanmasih sama-sama baru di dunia bisnis.


"5idak usah panggil bapak karena kita bukan lagi bawahan dan atasan lagi karena kita sekarang adalah kakqk ipar dan adik ipar" ucap Bimo seraya tersenyum.


"benarkah? berarti kau sudah tidak marah? " tanya Dimas hati-hati.


"hei sejak kapan aku marah aku hanya bingung mencari orqng yang bisa aku percaya seperti percaya padamu" ucap Bimo.


"lalu apakah kau sudah menemukanya?" tanya Dimas yang hqnya di balas anggukan dari Bimo.


"siapa? " tanya Dimas penasaran.


karena Bimo adalah orang yang sangat pemilih apalagi urusan perusahaan yang sqngat penting bagi Bimo dan keluarganya.


jadi tidak akan pernah sembarangan memilih.


"itu" ucap Bimo seraya menunjuk kearah belakang yang di ikuti oleh Dimas.


"Roni? " tanya Dimas setengah twk percaya.


pasalnya kelua4ga Roni mewariskan perusahaan yang lumayan besar dan berkembang


namun sekarang menjadi sekretarisnya.


Bimo hanya mengangguk.


"bagaimqna bisa? " tanya Dimas.


Bimo menghela nafas panjang sebelum memulai berbicara.

__ADS_1


FLASHBACK ON.


setelah malam itu, Bimo selalu kepikiran akan ucapan sang isteri.


dan tiga bulan kemudian, Risa dan Roni pulang ke negara A.


Nadine dan Bimo menjemput mereka di bandara international


"hai kalian" teriak Nadine seraya melambaikan tanganya pada Risa dan Roni.


"pak Bimo saya boleh minta tolong? " ucap Risa saat mereka sudah di dalam mobil.


"minta tolong apa? " tanya Bimo


" tolong carikan rumah dan mobil seharga seratus juta" ucap Risa lagi.


"emm bagaimana kalau loe dan Roni tinggal dirumah kami yan di jalan xx?" tanya Nadine.


"sembari kau merintis usahamu kembali dan untuk Roni loe bisa mencoba melamar menjadi asisten suami gue karena Dimas sudah mengundurkan diri" ucap Nadine kembali.


" emm kalau soal rumah gue gak setuju Nad karena gue ingin belajar mandiri dan kalau soal pekerjaan gue setuju. " ucap Risa seraya menatap pada suaminya.


"emm baiklah kalau begitu tapi kau harus tau Ron aku paling tidak suka ada kesalahan sedikitpun dan aku paling sulit untuk mempercayai seorang." ucap B8mo to the point.


"maka dari itu aku akan memberimu masa peecobaan alias masa training apakah kau layak atau tidak untuk menjadi asistenku" ucapnya lagi.


"eh iya Nad satu lagi gue mohon sama loe jangan kasih tau Rara ya soal ini? " ucap Risa memohon.


"lha emang krnapa dia kan adik loe Ris? " tanya Nadine bingung.


"gue gak mau aja ngerepotin mama papa lagi karena gue kan udah nikah dan udah jadi tanggung jawab suami gue jadi gue mohon loe jangan kasih tahu pada Rara ok " ucap Risa tersenyum.


"emm iya-iya eh ini udah berapa bulan? " tanya Nadine seraya mengelus perut Risa yang sudah tampak membuncit.


"emm udah jalan lima bulan" ucap Risa tersenyum.


"Nadine tersenyum kecut ada kabut duka di matanya dan Risa menyadari itu.


"loe kenapa Nad kok sedih gitu? " tanya Risa menyentuh bahu sahabatnya itu.


" emm gue gak papa Ris " ucap Nadine tersenyum mencoba mengelabuhi sahabatnya itu.


"Nadine loe itu sama gue udah sahabatan lama jadiloe gak bisa bohongin gue" ucap Risa menggenggam tangqn sahabatnya.


"emm sebenernya waktu loe ngabarin kalo loe hamil itu gue juga lagi hamil tapi... " Nadine tak meneruskan ucapannya.


"wah selamat ya Nad akhirnya sikembar bskal punya adik" ucap Risa girang namun ia langsung berfikir. " eh tunggu dulu kok ada tapinya? " tanya Risa bingung.

__ADS_1


"tapi gue mengalami kecelakaan dan gue keguguran" ucap Nadine lirih dan meneteskan air matanya.


"ya ampun loe yang sabar ya Nad gue yakin loe mampu melewati semuanya" ucap Risa menenangkqn sahabatnya.


"iya terimakasih" ucap Nadine tersenyum seraya masih berlinang air matanya.


Bimo yang melihat itu langsung memeluk sang isteri dan mengecup kepalanya beberapa kali.


"owwh sosweet" ucap Risa "andai aja suami gue kaya pak Bimo gue pasti sangat bahagia" ucap Risa seraya menatap tajam pada Roni.


"lha emang selama ini loe gak di sosweetin? " tanya Nadine.


"boro-boro di sosweetin orang aku dekat aja baru dua langkah dia udah kabur ketakutan" ucap Risa setengah emosi jika mengingat kelakuan sang suami.


"lha kok bisa gitu Ron? " tanya Nadine bingung.


" ya gue juga gak tau Nad pokoknya kalau gue deketin Risa bawaanya eneg mulu" ucap Roni.


"lah biasanya kan yang mengalami seperti itu yang perempuan Ronkenapa jadi kqmu? " tanya pak Bimo.


"saya juga bingung pak awalnya dokter mengira saya kena sindrom k3hamilan sympatik tapi dokter juga bingung kenapa bisa sampai trimester dua? padahalkan biasanya hanya di trimester satu saja " ucap Roni


"hahaha" semua orang yang berada di dalam mobil tertawa kecuali Roni dan Risa.


"sabar Ron mungkin loe di suruh puasa satu tahun" ucap Nadine yang masih tertawa.


"huh ya gimana lagi Nad puasa puasa deh gue" ucap Roni di tekuk.


tak lama, mobil Bimo sampai di s3buah halaman rumah yqng tampak sederhana tapi terlihat sangat nyaman.


"ini rumah siapa pak? " tanya Risa setelah mereka turun dari mobil.


" ini rumah kalian berdua Risa saya sudah membelinya dengwn harga lima puluh juta dan sisanya saya beli mobil jeep ini " ucap Bimo menyerahkan surat-surat rumah dankunvi mobil pada Roni dan Risa.


" terimakasih pak Bimo Nadine kaliqn memang dewa penolongku" ucap Risa seraya memeluk sahabatnya.


dan mulai besok kau Roni sudah mulai training di kantor aaya"ucap Bimo


" terimakasih pak saya janji akan bekerja semaksimal mungkin" ucap Roni menyalami tangan Bimo dan Nadine


lalu memeluk isterinya namun sedetik kemudian Roni segera melepaskan pelukanya dan segera memasuki rumah mereka.


"loe yqng sabar ya Ris badai pasti berlalu " ucap Nadine menahan tawa dan menyusul suaminya dan Roni masuk kedalam rumah.


FLASHBACK OFF


BERSAMBUNG....

__ADS_1


HAI HAI HAI JANGQN LUPA LIKE COM3N5 DAN VOTE SEBANYQK-BQNYAKNYA 👌


__ADS_2