Suami Dingin Itu Adalah Guruku

Suami Dingin Itu Adalah Guruku
CELAKA


__ADS_3

pagi ini, Bimo berangkat pagi-pagi sekali karena ada setumpuk berkas yang harus ia tanda tangani


Seila dan Dimas sudah berada di dalam ruang kerjanya yang tepat di samp8ng ruan CEO.


"huft harusnya kita sekarang masih berada di negaraku masih menikmati suasana bulan madu bukanya malah berkutat dengan semua berkas ini" gerutu Seila yang memasuki ruangan ceo


Dimas yang melihat tingkah sang isteri hwnya menggelengkan kepalanya seraya tersenyum.


Bimo masuk kedalam perusahaan dengan gaya yang Cool.


semua kariawan memberi hormat pada Bimo.


Bimo hanya mengwngguk seraya bergegas pergi


ia masuk ke dalam ruanganya dan melihat sepasang pengwntin baru yang sudah sibuk dengan berkas-berkas yang ada di tanganya.


Seila yang melihat sang kakak sekaligus Bosnyapun menunduk hormat di ikuti sang suami.


Bimo membalas sapaan Seila dan Dimas lalu mendudikan diri di kursi kebesaranya.


"apa saja jadwalku hari ini? " tanya Bimo formal.


"hari ini anda ada meeting dengan Perusahaan Gentara Groub di cafe delima" ucap Seila.


"bagaimana bulan madu kalian? " tanya Bimo seraya menahan tawanya.


Seila mendelik tajam mendengar pertanyaan sang kakak.


tentu saja ia tahu sang kakak telah lebih dulu tau darinya.


"hahahaha"


Bimo yang melihat itu langsung tertawa terbahak-bahak sampai mengeluarkan airmata.


"ok ok kakak minta maaf ya lain kali kita akan mengatur jadwal liburan tapi tidak sekarang karena kita sangat sibuk untuk b3berapa bulan ini dan kalian juga harus mengejar target agar bisa mengambil cuti akhir tahun" ucap Bimo


"hmm "Seila hanya berdehem menjawab ucapan sang Bos.


"oh iya kenapa kau tidak mungurus perusahaanmu yang berada di negara E? kau kan bisa langsung jadi bos di SANJAYA Groub? " tanya Bimo.


"mana bisa begitu kak aku kan anak perempuan dan aku kan mempunyai adik laki-laki jadi dia yang harus menggantikan posisi ayah"ucap Seila seraya kembali fokus kesetumpukan berkas di hadapanya.


"kenapa bisa begitu? " tanya Bimo merasa bingung


"karena di keluarga Sanjaya anak perempuan tidak boleh jadi pemimpin " ucap Dimas menyauti pertanyaan Bimo.


"maka dari itu aku memutuskan untuk ikut Dimas ke negara ini daripada harus menjadi bawahan yang di suruh-suruh oleh adiku sendiri" ucap Seila menghela nafas panjang.


Bimo yang memdengar itu merasa iba pada sang adik yang tampak bersedih.


untuk mengubah suasana sedih itu, Bimo m3mposisikan dirinya menjadi Bos


" ehem baik kalian berdua atur srmuanya dan kau Seila ambilkan aku amlop coklat yang berada di meja resepsionis" ucap Bimo memformalkan suasana agar tak terlalu sedih.


"baik pak " ucap Seila seraya beranjak pergi menuju meja resepsionis.

__ADS_1


"karena terburu-buru ataukah bagaimana, Seila tersandung sesuatu yang berada di tangga darurat.


"awwh" pekik Seila seraya memegangi kaki dan perutnya yang merasa sangat sakit karena tubuhnya jatuh dengan posisi terduduk.


"bu Seila anda tidak apa-apa? " tanya kariawan yang langsung berlari kearah Seila yang masih merintih kesakitan.


kariawan yang bernama Tiwi tersebut langsung berlari kearah ruang presedir dan mengetuk pintu presedir.


tok Tok Tok" Tuan itu... " ucap Tiwi takut melihat kearah tangan Tiwi.


"ada apa bicara yang jelas" ucap Dimas tegas.


Tiwi tak menjawab ia malah melangkah menuju tempat di mana Seila berada.


Bimo dan Dimas saling tatap dan mengikuti langkah Tiwi.


Bimo dan Dimas tampak terkejut melihat Seila yang meringkuk di bawah tangga sambil memegangi perutnya.


Bimo dan Dimas segera b3rlari menuju Seila berada.


"Seila!! " pekik Dimas dan Bimo bersamaan kemudian berlari m3nghampiri Seila yang setengah sadar.


"sakit Dim"ucap Seila lirih di sela-sela kesadaranya.


"tahan honey kita akan segera ke rumah sakit sekarang" ucap Dimas seraya mengangkat dan membawa tubuh lemas Seila menuju mobilnya.


Bimo mengikuti dari belakang dan langsung menuju mobilnya mengikuti mobil Dimas yang sudah melaju sangat jauh.


sesampainya di rumah sakit Seila langsung di bawa ke ruang UGD.


tak lama, Dokter Yuni dan Dokter Malik pun keluar dengan wajah mendungnya.


Dimas dan Bimo segera menghampiri Dokter Yuni dan Dokter Malik.


"bagaomana Dok? " tanya Dimas pada ke dua dokter tersebut


"mari ikut saya ke ruangan" ucap Dokter Yuni seraya menuju ruang kerjanya.


Dimas segera mengikuti langkah Dokter Yuni menuju ruangan tersebut.


"Tuan kau harus bersabar dan tabah" ucap Dokter Yuni lirih.


"memang apa yang terjadi dok?" tanya Dimas bingung


Dokter Yuni menghela nafas panjang sebelum melanjutkan perkataanya.


"ternyata isteri anda tengah hamil Tuan namun karena benturan keras pada isteri Tuan menyebabkan janinyq tak bisa di selamatkan" ucap Dokter Yuni.


JEDER. ...


bagai tersambar petir Dimas yang melihat itu langsung lemas dan hampir pingsan.


beruntung Dokter Yuni segera memegang lengan Dimas yang hampir terjatuh.


"lalu apakah isteri saya sudah mengetahuinya? " tanya Dimas dan Dokter Yuni hanya mengangguk pelan.

__ADS_1


"isteri anda tengah Shok ia sangat histerid mengetahui dirinya hamil sekaligus mengalami keguguran" ucapDokter Yuni.


"apakah aku boleh menemuinya? " tanya Dimas yang di angguki oleh sang Dokter.


Dimas keluar dari dalam ruangwn dengan tatapan kosong dan berjalan gontai menuju ruang UGD.


Bimo yang melihat Dimas keluar langsung menghampirinya.


"bagaimana? "tanya Bimo pada Dimas.


Dimas tak langsung menjawab ia menghela nafas panjang sebelum berkata.


"Seila tengah hamil" ucap Dimas tak meneruskan ucapanya


"wah selamat ya akhirnya kau menyusulku juga akan memiliki anak" ucap Bimo tersenyum senang.


" tapi... ucap Dimas menggantung.


"tapi? tapi apa? " ucap Bimo penasaran


" tapi anakku sudah tidak ada di dalam" ucap Dimas yang membuat Bimo mengerutkan dahi.


"maksudmu? " tanya Bimo


"Seila mengalami keguguran" ucap Dimas lirih dan segera masuk menemui sang isteri.


"ya Tuhan " ucap Bimo menatap Seila dari balik kaca dan melihat Seila yang tampak sangat terpukul mendapati dirinya telah kehilangan calon anak mereka.


"Dimas kembalikan anakku" ucap Seila histeris.


Dimas yang melihat itu segera berlari menghampiri sang isteri dan memeluknya.


"sabar ya sayang mungkin ini belum menjadi rejeki kita " ucap Dimas seraya memeluk dan menenangkan sang isteri.


"kenapa? kenapa Tuhan mengambil anakku anak yang belum sempat aku lihat wajahnya? " tanya Seila.


"stt kamu gak boleh bicara seperti itu Seila mungkin saja kita masih di beri waktu untuk memperbaiki diri masing-masing sebelum di percaya kembali untuk memiliki buah hati" ucap Dimas tersenyum kearah sang isteri.


Bimo yang melihat dari luar merasa sangat kasihan namun ia juga tak bisa berbuat apa-apa.


ia baru teringat jika jam sembilan nanti ada meeting dengan Gentara Groub di cafe delima.


Bimo masik ke dalam ruang ugd dan melihat sang adik tengah tertidur karenq Dokter Yuni memberikan obat penenang padanya.


"emm kita ada meeting jam sembilan dengan Gentara Groub apa aku batalkan saja? " tanya Bimo pada Dimas.


"jangan pak nanti bapak bisa rugi" ucap Dimas formal.


"tapi bagaimana dengan Seila" tanya Bimo menatap sang adik sepupu.


"kita bisa meminta tolong pada perawat di sini untuk menjaga Seila sebentar" ucap Dimas ia merasa berhutang budi pada B8mo dan tak ingin Bimo mengalami ke bangkrutan akibat masalahnya


walaupun ia merasa sangat sedih melihat keadaan sang isteri.


BERSAMBUNG.......

__ADS_1


HAI HAI HAI JANGAN LUPA LIKE COMENT AND VOTE SEBANYAK-BANYAKNYA Ya


__ADS_2