Suami Dingin Itu Adalah Guruku

Suami Dingin Itu Adalah Guruku
PERESMIAN BUTIK NADINE


__ADS_3

hari ini hari yang sangat membahagiakan untuk Nadine


Dimana butik miliknya resmi di buka.


tampak ia dan keluarga kecilnya sedang berada di pintu masuk butiknya.


tampak juga di sana, Risa dan suaminya, Rara dan kekasinya serta Seila juga bersama suaminya.


"selamat datang di butik kami silahkan di pilih sesuai selera kalian" ucap Nadine ramah.


"berhubung hari ini adalah opening butik kami, kami memberikan diskon tiga puluh persen"


ucapan Nadine di sambut gembira oleh para p3ngunjung yang kebanyakan adalah karyawan kantor Bimo.


"wah asyik nih barangnya bagus sekali harganya ok aku beli tiga setel ah" ucap salah satu karyawan Bimo.


Nadine memandangi ramainya pengunjung dengan tatapan bahagia.


"sayang selamat ya atas pembukaan butiknya semoga barokah" ucap Mama Maya memeluk sang puteri.


" terimakasih mah pah kalian selalu mensuport aku " ucap Nadine.


"pasti lah Nak kau kan anak kami satu-satunya" ucap papa Hendra.


begitupun dengan Mama Claudia dan papa Yusuf


"mantu mamah memang hebat" ucap Mama Claudia bangga.


" iya mah terimakasih karena tidak mengekang aku " ucap Nadine.


"mamah sama papah tidak akan pernah mengekang kamu sayang selagi positif silahkan" ucap Mama Claudia


Nadine mengangguk dan tersenyum lebar


ia tak menyangka bahwa ia sekarang bisa berdiri sendiri dengan kedua kakinya tanpa bantuan dari orang lain.


"sayang kau kenapa? " tanya Bimo saat melihat sang isteri menyeka air matanya.


"aku tidak apa-apa mas aku hanya terharu akhirnya aku bisa m3mbuka satu per satu impian aku" ucap Nadine mengusap pipinya.


"aku bangga sama kamu sayang ya walau awalnya aku kurang setuju jika kamu menjadi wanita karir tapi dengan melihatmu bahagia aku juga ikut bahagia" ucap Bimo memeluk sang isteri.


" terimakasih ya mas aku beruntung memiliki suami super pengertian sepertimu" ucap Nadine membalas pelukan suaminya.


"apapun yang membuat kamu bahagia pasti aku juga ikut bahagia" ucap Bimo mengecup kening sang isteri.


"hmm gitu aja terus serasa dunia milik berdua yang lain ngontrak"ucap Rara membuat Nadine dan Bimo saling pandang.


"yee makanya cepetan halal biar gak iri terus" ucap Nadine.


"ish dasar bucin" gerutu Rara sewot


" ye ngqmbekan " ucap Nadine meledrk sahabatnya itu.


"mah aku laper" ucap Riana pada sang Mama


"kamu lapar? hmm kita makan sekarang yuk?" ucap Nadine mengajak semua orang untuk makan siang di restaurant milik Nadine.

__ADS_1


"ayo aku juga sedang laper banget" ucap Seila semangat.


"yee dasar bumil" seru Nadine tertawa.


mereka tertawa bersama dan menuju restauran yang m3mang sangat dekat dengan Butik Nadine dan kantor Bimo.


sesampainya di dalam restaurant, mereka langsung menuju meja yang sudah di siapkan oleh Nadine.


"wih rame banger ya kakak ipar" ucap Seila seraya mengedarkan pandangan ke kanan dan ke kiri.


"iya Seila alhamdulilah eh ya restaurant seafood kamu juga rame kan? " tanya Nadine pada sang adik ipar.


" iya kak alhamdulilah rame kak kan sebelahan dengan kantor Dimas" ucap Seila tersenyum.


"oh bagus deh kalau begitu" ucap Bimo ikut nimbrung.


"bagus kenapa kak? " tanya Seila tak mengerti.


"bagus karena Dimas ternyata sosok suami yang bertanggung jawab" ucap Bimo melirik sahabatnya itu.


Dimas melirik tajam kearah Bimo seraya merapalkan mantra


"enqk saja gue dari dulu kali tanggung jawab" sungut Dimas.


"hahaha"semua orang tertawa lepas


"sudah sudah aku sudah laper nih" ucap Seila seraya mengelus perutnya


"ye bumil udah kelaparan nih " ucap Rara menggoda Seila.


"mbak " teriak Nadine pada pelayanya


"aku mau ini,ini,ini, dan ini " ucap Seila merebut buk7 menunya.


semua orang melongo melihat tingkah si bumil inih


"sayang kamu serius mau makan semua itu? " tanya Dimas.


" iya sayang memang kenapa? kamu gak suka ya kalau aku makan banyak? ya sudah mbak nggak jadi" ucap Seila seraya meneteskan air mata.


"waduh salah ngomong nih mampus gue " ucap Dimas dalam hati menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


"bukan begitu sayang aku hanya emm yq sudah kamu pesen aja apa yang kamu mau" ucap Dimas salah tingkah.


" ya sudah mbak saya pesen ini semua ya" ucap Nadine.


"baik di tunggu sebentar ya" ucap si pelayan


"wah si Seila semenjak hamil jadi sensitif ya? " tanya Risa pada saudaranya.


"hmm begitulah wanita jika sebelum hamil cuek setelah hamil menjadi sensitif" ucap Roni yang di angguki Risa dan Rara.


tak lama, semua pesanan pun datang


dengan lahap Seila segera menyantap semua menu yang ada di hadapanya


semua orang menatapnya dengan tatapan takut.

__ADS_1


"hii mengerikan " gumam Rara melirik Seila yqng masih asyik menyantap makananya.


"dulu loe hamil gak gitu-gitu amat kan Ris Nad? " tanya Rara.


'gak lah gue biasa aja dulu" ucap Nadine dan di angguki oleh Risa


sementara para priapun juga ikut merasa merinding atas k3lakuan Seila.


"sayang pelan-prlan dong makanya " ucap Dimas membersihkan mulut sang isteri.


"emmh ini enak banget mas aku suka " ucap Seila seraya masih terus mengunyah.


" iya iya sayang pelan-pelan aja gak ada yang mau merebut makanan kamu" ucap Dimas


semua orang menggelengkan kepala dan mulai menyantap makananya termasuk si kembar.


namun, tiba-tiba Seila bersuara membuat semua orang menoleh kearahnya.


"eh tunggu" cegah Seila.


"ada apa Seila? " tanya Nadine bingung


sementarw yang lain melempar pandangan satu sama lain.


"hehehe ini buat aku ya? " pinta Seila membuat semua orqng yang berada di sana terbengong.


"yasudah kalian silahkan melanjutkan makannya " ucapnya lagi tanpa merasa bersalah.


mereka akhirnya makan dengan hikmat


sementara itu di seberang sana seorang wwnita sedang menatap kearah restaurant dengan tatapan bengisnya.


"nikmati saja kebahagiaan kalian sebelum berubah menjadi duka" ucapnya seraya menyerigai.


"apapun yang aku mau harus bisa aku dapatkan termasuk Bimo" tawa wanita itu menggema.


lalu wwnita itupun kembali menuju mobilnya


"bagaimana sudah selesai?" tanya seorang pria


"sudah" ucap wanita itu siapa lagi kalau bukan Meisa.


"ayo masuk" ucap Adi menarik tangan Meisa hingga terduduk di pangkuan laki-laki itu.


lalu dengan perlahan mereka menyalurkan hasrat mereka di dalam kendaraan yang sedang berjalan


sesampainya di rumah Adi menggendong Meisa menuju ruang tamu dan merebahkan di sana


Meisa yang sudah tak memakai apapun mendesah kembali dengan permainan Adi di ruang tamu.


semua pelayan dan penjaga langsung masuk kedalam markas masing masing.


mereka tidak mau melihat dosa lebih lama lagi


setelah selesai, Meisa segera menyuruh anak buahnya untuk menjalankan perintah darinya


Meisa tersenyum s3nang seraya mengatur nafasnya yang masih ngos-ngosan.

__ADS_1


BERSAMBUNG.......


JANGAN LUPA LIKE COMENT DAN VOTE SEBANYWK-BANYAKNYA


__ADS_2