Suami Dingin Itu Adalah Guruku

Suami Dingin Itu Adalah Guruku
MENYUSUL JUGA


__ADS_3

kini, Bimo dan Nadine sudah berada di dalam kamar mereka sama-sama terdiam hanyut dalam lamunan masing-masing


Nadine merasa sangat bersalah pada suaminya karena ia lagi-lagi bersikap bodoh dan bertindak gegabah.


Nadine mencoba merealisasikan kegugupanya saat melihat Bimo menatapnya intens.


ia beranjak dari duduknya dan hendak melangkah menuju kamar mandi.


tapi dengan cepat, Bimo menarik tangan sang isteri membuatnya jatuh kedalam pelukannya.


mereka saling tatap dan dengan perlahan Bimo mulai mendekatkan wajahnya dengan wajah sang isteri dan..


CUP


Bimo mengecup bibir isterinya seraya tanganya mulai merambah kemana-mana membuat Nadine memejamkan matanya.


mereka berdua terhanyut dalam kehangatan satu sama lain


Nadine memberanikan diri untuk menatap suaminya lalu menunduk kembali.


rasa bersalahnya lebih besar daripada keberanianya


"maaf " ucap Nadine lirih menundukan kepalanya ia sama sekali tak berani menatap Bimo.


Bimo tersenyum dan mengangkat dagu Nadine untuk menatapnya.


"jangan di fikirkan sayang, semuanya sudah berlalu dan.. "Bimo menjeda ucapanya "jangan mengambil keputusan di saat kita emosi karena itu bukan kita yang menginginkanya melainkan keegoisan kita." ucap Bimo seraya menempelkan keningnya dan kening sang isteri.


lalu entah siapa yang memulai, mereka kini saling memejamkan mata dan menautkan bibir mereka berdua.


mereka terengah-engah saat mereka sudah melepaskan bibir mereka.


lalu mereka saling memandang dan tersenuum satu sama lain.


"aku sungguh mencintaimu" ucap Bimo memeluk sang isteri.


"mas" ucap Nadine menatap Bimo


"hmm" ucap Bimo menoleh dan tersenyum.


"aku beruntumg memiliki mu aku sangat bahagia mas" ucap Nadine seraya mengecup pipi suaminya lalu menundukan kepalanya kembali.


Bimo mencubit sang isteri dengan gemas lalu terkekeh kecil melihat reaksi sang isteri yang menurutnya sangat menggemaskan.


kini,, mereka sudah berlelap dalam selimut akibat aktivitas panasnya bebeapa saat lalu


Bimo mengerjabkan matanya senyumnya terukir melihat sang isteri yang masih terlelap di sampingnya.


Bimo mrngeratkan pelukqnya menghujani dengan kecupan bertubi-tubi


namun Nadine tak sedikitpun terusik dan Bimo memejamkan matanya ikut terlelap di samping sang isteri.


pagi hari Nadine membuka mata ia tersenyum memandang sang suami lalu tanganya terulur mengelus wajah tampan Bimo.


"kenapa? baru sadar suamimu tampan? " tanya Bimo membika mata


sontak membuat Nadine merona malu walaupun ia sudah menikah lama tapi masih saja malu


lalu buru-buru ia turun dari rwnjang hendak mandi

__ADS_1


tapi lagi-lagi langkahnya terhenti saat ponselnya berdering.


"halo" ucap Nadine setelah sampai di tepi ranjang


"......"


"serius loe " tanya Nadine terkejut


"........"


"wah s3lamat ya kapan acaranya " tanya Nadine


"........"


"besok hari minggu? " tanya Nadine.


"........."


"widih cepet juga" ucapnya tersenyum tipis


"......."


"ok jangan khawatir pasti gue dateng kok " ucap Nadine.


"wa'alaikum salam" ucap Nadine dan menutup sambungan telponya.


"ada apa? " tanya Bimo membuat sang isteri menoleh dan tersenyum kearahnya.


"besok hari minggu Rara danDirga akan menikah " ucap Nadine.


"hmm bagus deh jadi udah gak ada yang setatusnya single" ucap Bimo tersenyum.


"maksud mas? " tanya Nadine.


"uh grmesin banget sih gitu aja gak faham " ucap Bimo mengacak rambut isterinya.


"ish mas tuh jail" ucap Nadine sewot seraya memasuki kamar mandi.


lalu setelah mandi mereka turun kebawah untuk menemui anak-anwknya.


"hay sayang-sayangnya papa mamah gimana kalian sudah baikan badanya? " tanya Bimo seraya duduk di meja makan.


mereka berdua hanya mengangguk seraya masih terdiam.


Nadine yang melihat itu, menjadi sangat gelisah ia menyentuh bahu suaminya dengan tatapan ketakutan.


Bimo yang mengetahui tatapan sang istri segera menenangkanya.


"tenang sayang nanti setelah makan kita bawa ke pskiater terbaik di negara ini" ucap Bimo menenangkan sang isteri.


Nadine hanya mengangguk lemah seraya tersenyum pada anak kembarnya.


setelah mereka semua makan, Nadine danBimo telah sampai di rumah sakit. dan kini, Pasangan orang tua muda itu tengah berada di ruang Dokter Rizal dokter spesialis kejiwaan terbaik di negara Bimo.


"bagaimana Dokter apa mereka bisa sembuh" tanya Bimo


sementara Nadine masih memandangi sang buah hati dengan sesekali mengusap airmatanya dengan kasar.


"baik tuan, kita akan berusaha semaksimal kita. tapi kami mohon, bantuanya untuk terus berdo'a pada sang pencipta" ucap Dokter Rizal

__ADS_1


"baik dok. kapan mulai di lakukan terapinya? " tanya Nadine


"sekarang kita juga bisa memulainya " ucap Dokter Rizal tersenyum.


setelah mengobrol cukup lama, akhirnya mereka memulai terapinya.


hari demi hari mereka mendampingi sikembar untuk melewati terapinya.


dan perkembanganya cukup signifikan dan dengan mudah dapat diatasi.


hari ini Nadine dan anak-anaknya pulang dan sudah di sambut oleh semua orang termasuk Seila dan Rara beserta pasangan masing-masing.


"sayang Aunty kangen sama kalian jangan sqkit lagi ya sayang" ucap Seila memeluk si kembar.


" iya tante kita gak bakalan sakit lagi" ucap Raina tersenyum.


"yasudah kita pulang yuk " ucap Mama Maya


"eh tunggu, Rara mana? " tanya Nadin3 yang sedari tadi tidak melihat sahabatnya.


"biasa Nad lagi di pingit hari minggu kan do'i kawin " ucap Risa.


"kawin kawin nikah woy elah emang kambing" ucap Nadine memukul pundak Risa


mereka semua tertawa melihat kekonyolan dua sahabat itu.


hari ini akhirnya tiba hari dimqna Rara dan Dirga mengikat cinta mereka menjadi pasangan halal.


"loe cantik parah Ra " ucap Nadine memuji sahabatnya itu.


" thanks Nad akhirnya gue bisa nyusul kalian juga" ucap Rara tersenyum bahagia.


"iya lah gue sama Risa aja udah punya anak masa loe belum? " ucap Nadine terkekeh.


" ya gue kan rencananya mau nunggu lima tahun lagi" ucap Rara yang sukses buat Nadine melotot kearahnya.


"gile loe itu pacaran atau nyicil rumah? lama amat" ucap Nadine menggelengkan kepala "lagian ya Ra kelamaan pacaran itu gak baik tau s4elain nambah dosa juga pamali. bisa di gondol orang kalau lama-lama" ucap Nadine.


"iya iya bawel " ucap Rara membuat Nadine melotot kearahnya.


lalu beberapa saat kemudian, mereka tertawa bersama.


dilain ruangan, Dirga tengah gelisah ia mondar-mandir sedari tadi seraya menghafalkan nama calon isterinya.


"duduklah Dirga loe itu kayak cacing kena air garam tahu gak" ucap Roni


Dirga menatap tajam kearah Roni tapi Roni pura-pura tidak tahu


"sudah-sudah jangan Ribut terus acaranya akan segera di mulai. " ucap Bimo


tak lama, acaranya berlangsung hikmay dan haru


"selamat ya Ra akhirnya nyusul jiga " ucap Nadine memeluk sahabatnya.


"thanks Nad gue juga gqk nyangka bisa menyusul kalian secepat ini " ucap Rara menyeka air matanya.


"ye malah nangis loe, belum siap ya jadi manten? " tanya Risamembuat Rara melotot seketika.


BERSAMBUNG.......

__ADS_1


JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK KALIAN MATUR SUWUN


__ADS_2