Suami Dingin Itu Adalah Guruku

Suami Dingin Itu Adalah Guruku
TERUNGKAP


__ADS_3

sore itu sepasang suami isteri sedang bermalas-malasan setelah melakukan kegiatan panas mereka.


"mas kita jemput si kembar ya"tanya Nadine seraya menyandarkan tubuhnya di dada bidang sang suami.


"nanti ya sayang mas masih mau bersama kamu" ucap Bimo seraya mengeratkan pelukanya seakan sang isteri akan menjauh darinya.


"mas ih nanti si kembar nyariin kita gimana ?" Nadine seraya mengerucutkan bibirnya membuat Bimo gemas.


"lagian aku kan perginya kan sama mas kayaknya sayang banget ya sama aku sampai jauh semenit aja di cariin" ucap Nadine menggoda.


tapi justru di tanggapi serius oleh Bimo.


mendadak wajahnya menjadi sangat sendu dan menatap manik mata indah wanitanya dengan dalam.


"kamu itu adalah hartaku sayang aku saja hampir gila karna kau jauhi selama seminggu dan aku tak bisa bayangkan kalau kau meninggalkan ku bagaimqna dengqn diriku ini " ucap Bimo seraya m3nitihkan air mata.


"mas... jangan menangis aku tuh tadi hanya ingin menggodamu" ucap Nadine seraya m3ndongak dan menghapus air mata suaminya.


Bimo memandang lekat wajah isterinya ia mendaratkan kecupan bertubi-tubi ke wajah isterinya itu.


" pokoknya jangqn pernah lagi pergi dari sisiku" ucap Bimo seraya mengelus rambut Nadine.


Nadine hanya mengangguk sekaligus tersenyum kearah suaminya.


saat mereka hendak beranjak dari tempat tidur untuk keluar menjemput si kembar, tiba-tiba ponsel Bimo berdering.


"halo pah ada apa?" tanya Bimo saat yang menelpon adalah Papa Yusuf.


"halo Bim sekarang kamu buka email ya papa kirim ke kamu" ucap Papa Yusuf.

__ADS_1


"baik Pah " ucap Bimo.


tut tut tut


terdengar panggilan terputus dari sana.


Bimo segera beranjak dari kasur dan memeriksa email dari papanya.


sementara Nadine, membersihkan diri karna sebentar lagi jam lima sore waktunya sholat ashar.


tak lama, sekitar tiga puluh menit Nadine keluar dari kamar mandi dan melihat suaminya telah selesai mengecek email yang di kitim papa Yusuf.


Nadine menghampiri sang suami menyurunya untuk mandi.


"mas mandi dulu gih nanti telat loh sholatnya" ucap Nadine.


"selama mrnunggu mas mandi kamu coba lihat email ini " ucap Bimo penuh arti


Nadine mengernyit heran tapi tetap membukanya.


ia sangat terkejut dengan apa yang ada di dalam email suaminya.


sekitar lima belas menit Bimo keluar dari kamar mandi sudah memakai baju koko dan sarung.


Nadine buru buru menghapus air matanya dan bergegas memakai mukena.


setelah selesai sholat, Nadine datang mendekati sang suami dan langsung bersimpuh meminta maaf.


"maaf maafkan aku mas karna sudah sempat meragukanmu" ucap Nadine di sela tangisnya.

__ADS_1


Bimo terkejut dengan yang dilakukan sang isteri.


ia segera mengangkat tubuhnya agar berdiri dan membawanya ke ranjang


"sudah lah jangan ada yang di sesali kita itu berumah tangga untuk saling belajarkan ?" tanya Bimo


"maka dari itu kita di beri cobaan ini agar hubungan kita lebih kuat gak gampang goyah".


Nadine hanya mengangguk dan tersenyum.


wajah mereka saling memandang dan tanpa aba-abaNadine mengecup bibir suaminya sekilas kemudian beranjak pergi ke dapur untukmengambil air putih.


Bimo yang melihat itu sempat terkejut tapi ia juga senabg karna biasanya ia yang selalu mulai duluan.


iapun mengejar Nadine yang hrndak membuka pintu kamar dan..


hap


Bimo memeluk dari belakang dan mengecup telinga belakangnya.


"aww" pekik Nadine seraya tertawa


"haha mas aku mau ambil air minum nanti juga kita jemput sikembarkan"


Bimo mengangguk dan membiarkan sang isteri pergi kedapur.


💕💕💕


BERSAMBUNG..................

__ADS_1


__ADS_2