Suami Dingin Itu Adalah Guruku

Suami Dingin Itu Adalah Guruku
BIMO SAKIT


__ADS_3

dua hari kemudian Mama Maya mendapat telpon dari Mama Claudia jika Bimo sakit.


Orang tua Bimo sudah mrngetahui masalah anak dan menqntunya itu.


kemudian mama Claudia ber inisiatif untuk memberitahu Nadine.


karna bagaimanapun mereka masih suami isteri.


Mama Claudi sudah berkali-kali menghubungi menantunya itu tapi tak pernah di angkat.


Nadine memang benar-benar menutup diri dari siapapunia tak pernah menyentuh ponselnya lagi.


tak lama, Mama Maya menghampiri Nadine di taman belakang bersama si kembar.


"Nadine jangan melamun terus" ucqp Mama Maya seraya menepuk pundak putrinya.


Nadine hanya tersenyum seraya mengangguk pelan.


"kau tidak mau pulang nak?"ucap Mama Maya hati-hati.


"maksud Mama? mama mengusir aku ?"" tanya Nadine.


"bukan bukan begitu sayang suami kamu sedang sakit alangkah baiknya kamu menemuinya karna kalian masih suami isteri dan hampir dua minggu kamu mengabaikanya" ucap Mama Maya lembut.


" tapi mah mas Bimo sudah berhianat mah" ucap Nadine.


" itukan belum tentu benar sayang Siapa tau ada yang menjebak suamimu" ucap Mama Maya lembut.


"ya tapi kalau benar bagaimana mah " tanya Nadine lagi.


Mama Maya tersenyum s3raya membelai rwmbut Nadine.


" kalau itu sampai venar mama sama papa menyerahkan semuanya sama kamu karna kamu yang menjalani semua ini"

__ADS_1


Nadine hanya mengqngguk pelan


dua hari kemudian Nadine masih kepikiran dengqn perkataan sang Mama.


ia menghela nafas dan bergegas turun ke bawah untuk menemui orang tuanya.


"Mah Pah Nadine pergi dulu ya " ucapnya seraya bersalaman dengan kedua orang tuanya.


Mama Maya tersenyum seraya mengangguk.


"selesaikan secara baik-baik papa yakin mertuamu tidak akan tinggal diam dengan masalah ini" ucap Papa Hendra menasehati putrinya.


Nadine mengangguk dan berjalan menuju garasi mengambil mobil lalu menjalankanya menuju rumah.


sesampainya disana, Nadine di sambut Mama Claudia dan Papa Yusuf yqng kebetulsn akan pulang kerumah untuk mengambil baju


"sayang akhirnya kamu pulang juga nak " ucap Mama Claudia seraya memeluk menantunya itu.


Nadine hanya tersenyum seraya nengangguk.


Nadine mengangguk dqn masuk ke dalam rumah


ia menuju kamar pribadinya dan membuka pintu


CEKLEK


pintu terbuka memperlihatkan seorangpria tampan yang sedang terbaring lemas seraya membelakangi pintu sehingga tidak mengetahui jika ada orang disana.


Nadine berjalan menghampiri ranjang dan duduk di sqmping Bimo.


Bimo membalikan badan dan mengerjapkan mata ia kaget sekaligus senang karna isterinya berada disini.


"bagaimana keadan mu mas?" tanya Nadine datar

__ADS_1


"aku baik sayang"ucap Bimo tersenyum.


Bimo menepuk kasur di sebelahnya mengisyaratkan Sang isteri duduk di sebelahnya.


Nadine menurut ia merangkak naik ke atas kasur dan duduk divsamping suaminya.


"bagaimana keadaanmu dananak-anak ?" tanya Bimo


"alhamdulillah sehat mas" ucap Nadine datar.


Bimo mendekat dan sedetik kemudian meraih tubuh sang isteri membawanya kedalam pelukanya.


Nadine s3mpat terkejut namun ia juga menginginkanya.


ia membiarkan sang suami memeluknya erat seakan takut ia pergi.


"sayang tolong jangan pergi aku mohon" ucap Bimo seraya mengecup kening sang isteri dan terisak.


Nadine sempat sedikit kaget ia mendongak ke arah suaminya menatap manik sang suami yang basah karna air mata.


ia tersenyum dan mengusap air mata yang membasahi wajah suaminya.


Nadine kembali memeluk sabg suami dan membenamkan wajahnya di dadanya.


"aku sungguh sangat terluka sayang tanpa kqlian aku serasa seperti mayat hidup" ucap Bimo seraya mendekatkan wajahnya ke wajah sang isteri.


mereka larut dalam cumbuanya dan menumpahkan rasa rindu dalam diri mereka.


" boleh ya?" tanya Bimo meminta izin dan Nadin3 hanya nengangguk


dan akhirnya pagi ini mereka melepaskan rindu yang sangat mendalam.


💕💕💕💕

__ADS_1


BERSAMBUNG........


maaf ya kalau agak lebay tapi ini karya pertama author hehehe mohon dukunganya☺☺


__ADS_2