Suami Dingin Itu Adalah Guruku

Suami Dingin Itu Adalah Guruku
HAPY ENDING


__ADS_3

tiga tahun kemudian.


kini terlihat wanita cantik terlihat tengah membangunkan anak dan suaminya.


"Raina Riana bangun. nanti kalian telat sekolahnya" teriak sang ibu dari depan kamar si kembar.


"hmm iya mah lima menit lagi" ucap kedua qnaknya malas.


kemudian ia beranjak kekamarnya untuk membangunkan sang suami.


"mas bangun udah setengah tuju nih " ucap sqng wanita yang sedang menggoyangkan tubuh suaminya agar secepatnya bangun.


"hmm lima menit lagi sayang" ucap sang suami yang malah mengeratkan pelukan pada sang isteri


" ihs kebiasaan deh anak sama bapak sama aja "gerutu Nadine.


"gak ada nanti-nanti ayo cepet bangun. atau, gak ada morning kiss" ucap Nadine membuat sang suami langsung membuka matanya.


"iya-iya sensi banget sih gitu aja ngambek " ucap Bimo seraya beranjak dari tempat tidur. " udah bangun nih sekarang mana kissnya? " tanya Bimo seraya memajukan wajahnya dan...


"awh" pekik Bimo merasakan pipinya seperti terbakar ternyata sedang di cubit oleh sang isteri.


Nadine keluar dari kamar seraya menjulurkan lidah meledek sang suami.


"awas kamu yah untung sayang " gumam Bimo meraba pipinya yang terlihat memerah dan terasa panas.


setelah semua siap, mereka menuju meja makan untuk sarapan.


terlihat Bimo yang masih saja cemberut membuat Nadine gemas sendiri di buatnya.


"emm pah mah nanti aku kayaknya ada ekskul drama deh sampai jam empat" ucap Raina mencairkan suasana yang tampak tegang.


"oh gitu kalian mau di bawain bekal apa? " tanya Nadine.


"emm sosis bakar sama susu coklat" ucap mereka kompak


"owh ok biar mama buatin sekarang" ucap Nadine yang beranjak dari tempat duduknya.


"mau kemana? " tanya Bimo menahan tangan sang isteri


"ya mau buatin makanan untuk anak-anak mas" ucap Nadine.


"gak usah biar bi Mur aja yang buatin" ucap Bimo "lagi pula kau itu sedang hamil besar sayang aku gak mau kamu kecapean"sambungnya. yang membuat Nadine memutar bola matanya jengah.


"ya justeru karena udah hamil tua harus sering gerak mas biar lancar lahiranya. " ucap Nadine menuju dapur Bimo hanya menghela nafas saja melihat tingkah isterinya


ya kini Nadine tengah hamil anak ketiga setelah menunggunya bertahun-tahun bahkan Risa sudah di karuniai anak kedua bulan lalu dan Rara yang juga sudah memiliki anak yang berusia dua tahun.


sementara Seila memiliki anak kembar tiga yang berjenis kelamin laki-laki semua.


saat Nadine tengah menyiapkan menu bekal untuk si kembar, terdengar dering ponsel yang berasal dari sakunya.


Nadine s3gera mengqngkatnya.

__ADS_1


"halo " ucap Nadine


".........."


"owh ok"


"......."


"wa'alaokum salam" ucap Nafine menutup ponselnya dan berjalan menuju meja makan.


"sayang nih bekalnya ayo siap siap nanti kalian terlambat loh" ucap Nadine.


"iya mah assalamu'alaikum " ucap sikembar seraya mencium punggung tangan orang tuanya.


"wa'alaikum salam" ucap Nadine dan Bimo kompak


"emm mas nanti aku sama sahabat-sahabat aku akan ketemuan di restaurantnya Seila " ucap Nadine saat mereka sudah berada di depan mobil Bimo.


"iya sayang, kamu hati-hati ok nanti kalau sudah selesai aku jemput kamu ok" ucap Bimo mengelus perut bincit Nadine


Nadine hanya mengangguk seraya tersenyum


"papah berangkat dulu ya sayang jangan nakal di dalam perut jangan buat mamah kesusahan" ucap Bimo mengelus perut Nadine.


dan sang bayipun memberikan respon berupa tendangan yqng membuat Bimo girang.


"yeah nendang. jadi gak sabar menunggu ksmu lahi4 bulan depan" ucap Bimo mengecup perut Nadine berkali-kali.


"mas stop geli " ucap Nadine menghentikan kecupan sang suami di perutnya.


"wa'alaikum salam hati-hati" ucap Nadine


setelah Bimo berangkat, Nadine bergegas ganti baju untuk menemui sahabat-sahqbatnya.


jam sembilan pagi, Nadine telah sampai di depan Restaurant Seila.


Naine menoleh kekanan dan kekiri untuk mencari sahabat-sahabatnya itu.


tak lama, seorang pelayan datang menghampirinya. "mbak Nadine ya? " tanya pelayan tersebut.


Nadine hanya mengangguk seraya tersenyum


"mari saya antar" ucap si pelayan menuntun Nadine menuju ruang VVIP dimana Seila dan kedua sahabatnya berada.


setelah sampai di depan pintu, Nadine segera masuk ke dalam ruangan.


"kakak ipar sini" teriak Seila seraya menghampiri Nadine dan menuntunya untuk bergabung di mejanya.


"wiih makin cantik aja nih sobat gue" ucap Rara


"iya dong harus dan selalu" ucap Nadine tersenyum


"eh ngomong-ngomong udah berapa bulan itu Nad? " tanya Risa.

__ADS_1


" udah delapan bulan"jawab Nadine


"weh gak nyangka ya sekarang kita udah pada jadi mahmud" ucap Rara.


"emm iya gue juga gak nyangka bisa nikah sama kak Dimas dan udah punya anak tiga sekaligus lagi" ucap Seila terkekeh kecil.


"loe gak mau nambah anak lagi apa Seila ?" tanya Risa.


"gak ah tiga aja cukup. ini aja gue udah kualahan kalau mereka sedang berantem" ucap Seila menghela nafas panjang.


"ya sudah loe nikmati aja Seila mumpung anak-anak loe masih bikin pusing tuh pala. nanti, ada saatnya mereka gede dan udah sibuk sama dirinya sendiri. nih kaya Axel tuh " ucap Risa melirik kearah sang putera yang sedwng mengerjakan tugas dari sekolahnya menggunakan laptopnya.


"iya seperti si kembar. bahkan, sekarang udah mulai ada les-les jadi jarang ada waktu buat kita para orang tuanya" ucap Nadine.


" untung loe udah mau punya anaklagi yekan jadi ada mainan baru tuh" ucap Rara.


"iya gue bersyukur banget bisa di kasih momongan kembali" ucap Nadine memgelus perut besarnya.


tak lama, mereka pun di jemput oleh pasanganya masing-masing untuk pulang.


Satu bulan kemudian, terlihat Nadine yang tengah sesekali merintih kesakitan


terlihat keringat dingin membanjiri wajah cantiknya


"mas" ucap Nadine lirih


Bimo yang sedang berada di kamar mandi sayup sayup mendengar rintihan seorang wanita langsung membuat nyalinya ciut


namun, sebentar kemudian, ia segera berlari menuju kamarnya saat menyadari sesuatu.


"oh astaga" ucap Bimo saat menyadari sang isteri sedah lemas terduduk di lantai seraya meniup-niup sesuatu.


"sayang kau kenapa? " tanya Bimo lalu segera menggendong sang isteri menuju mobilnya.


"pak cepetan jalan " ucap Bimo membuat sang supir melajukan mobilnya.


sesampainya dirumah sakit Nadine langsung di bawa keruang persalinan.


Dokter Yuni segera menangani Nadine dan tampak raut wajah sang Dokter tampak terkejut karena kepala sang bayi sudah keluar.


"cepat kalian bawa keruang persalinan" ucap Dokter Yuni pada para perawat.


tak lama, dari dalam ruang persalinan terdengar suara tangisan bayi


"selamat ya Tuan anaknya laki-laki" ucap Dokter Yuni


mereka berdua tersenyum bahagia dan tak lama Nadine dan bayinya di pindahkan keruang rawat


"wah selamat ya Nad pak Bimo anak kalian sangat tampan " ucap Risa


< TAMAT>


terimakasih atas kebaikwn para readers untuk mengunjungi karyaku yang pertama ini

__ADS_1


MATUR SUWUN


__ADS_2