Suami Dingin Itu Adalah Guruku

Suami Dingin Itu Adalah Guruku
JEBAKAN


__ADS_3

hari ini, Bimo berangkat ke sekolah karna ada rapat dengqn dewan guru dqn mengajar di kelas sebelas.


sesampainya di sana, Bimo langsung memasuki ruangqn rapat yang sudah ada para Dewan guru yang menunggunya.


" maaf s3muanya saya sed8kit terlambat" ucap B8mo seraya duduk.


" oh tidak apa-apa pak Bimo kami juga baru datang" ucap Pak urip salah satu rekan gurunya.


setelah itu s3mua dewan guru dan kepala sekolah segera membahas agenda yang akan di diskusikan.


sekitar satu jam rapat baru selesai dan dewan guru semua masuk ke dalam kelas masing-masing untuk mengajar.


sebenarnya, Bimo banyak yang tidak suka da4i para dewan guru.


itu karena fitnqhan Bu Angel yqng mengatakan jika Bimo rela meninggalkan dirinya hanya demi Daun muda.


semua sangat terkejut atas apa yang di bicarakan oleh rekanya itu.


tapi mereka memilih diam karna keluarga Bimo adalah Donatur terbesar di sekolah ini.


maka dari itu mereka tidak berani menggunjingkan Bimo karna takut keluarga Bimo berhenti menjadi Donatur dan berimbas pada peke4jaan mereka.


Bimo masuk keruang kelas sebelas E dan lansung memulai proses ***.


tak lama kemudian.....


"pak maaf Calista sakit" ucap teman sebangkunya yang bernama Ila.


" oh ya sudah bawa ke ruang UKS saja" ucap Bimo.


"Baik pak" ucap Ila.


tak lama kemudian, Ila dan Calista keluar dari ruang kelas.


Baru berapa langkah....


BRUG...

__ADS_1


ada suara separti benda jatuh.


Bimo yang sedang fokus mengajar menghentikan ***-nya untuk melihat ada apa di luar


"Calista" seru Bimo seraya be4lari kearah muridnya yang telah tergrletak tak sadarkan diri.


" ini kenapa bisa seperti ini ?" tanya Bimo panik.


" saya juga tidak tau pak tapi kata Calista dia memang sedang kurang Fit hari ini " ucap Ila seraya menitihkan air mata.


" lalu kenaa harus srkolah ?" ucap Bimo seraya menghela nafas


" karna hari ini ada banyak ulangan pak" ucap Inez yang ternyata sudah berada di belakang Bimo.


Bimopun menoleh melihat siapa yang bicara.


ia lalu mrnghela nafas berat lalu mengangkat Calista membawanya ke mobil Bimo.


" pak tunggu" ucap Ila yang membuat langkah Bimo terhenti.


" ini ada pesan dari Budenya Calista katanya Calista di suruh bawa ke rumahnya saja ini alamatnya" ucap Ila seraya menyerahkan ponsel milik Calista.


Bimo mengernyit merasa ada yang janggal dengan k3jadian ini.


tapi dengan cepat ia menepis fikiran negatifnya dan segera mengambil ponsel di tangan muridnya itu.


dengan buru-buru Bimo memasukan muridnya ke dalam mobilnya.


para Guru yang melihat itu mulai berbisik terutama Pak Imron yang memang tidak menyukai Bimo dari awal kedatabganya.


" pasti itu pak Bimo mau cari mangsa baru setelah mendapatkan Nadine si murid tercantik dan pintar di sekolah " ucap Pak Imron mencibir.


" hus kamu ini Laki kok mulutnya kaya perempuan " tegur Bu Lili


Pak imron hanya acuh dan kembali keruangan Guru.


sementaraitu, mobil Bimo telah sampai di halaman sebuah rumah minimalis bergaya modern.

__ADS_1


Bimo keluar dari mobil dan segera membawa Calista yang masih pingsan


Tok Tok Tok.


pintu di ketuk tak berapa lama pintu di buka dari dalam


tampaklah seorang ibu paruh baya menghampiri Bimo


" ini anak saya kenapa pak ? bapak siapa ?" tanya Wanita itu.


" emm begini bu anak ibu pingsan di sekolah tadi" ucap Bimo hati-hati.


" Ya Tuhan kalau begitu bawa masuk pak" ucap Wanita itu.


Bimo mengangguk dan membawa Calista masuk ke dalam dan meletwkkanya di ruang tamu karna Bimo merasa tidak enak jika harus masuk ke kamarnya.


"emm kalau begitu saya permisi bu masih ada urusan di sekolah" ucap Bimo sopan.


" emm bapak tidak mau minum dulu" ucap Wanita itu


" tidak terimakasih" ucap Bimo sopan


kemudian Bimo pamit untuk kembali kesekolah.


tapi di tengah jalan, Bimo merasa sangat haus ia kemudian setengah malu minta sebotol air mineral pada wanita itu.


" hehe bu kalau saya boleh minta airnya satu botol" ucap Bimo malu.


" oh boleh bapak tunggu di sini" ucapnya seraya berjalan ke arah dapur.


tak lama kemudian, wanita itu kembali dengan air mineral di tanganya.


"silahkan bapak minum dulu" ucapnya seraya menyerahkan sebotol air.


setelah itu Bimo mengangguk dan segera meminumnya dan setelah itu....


BERSAMBUNG...........

__ADS_1


__ADS_2