
hari ini tepat lima bulan cafe Risa dan Nadine berdiri dan omsetnya naik pesat.
bahkan Nadine sudah membuka cabang di sekitaran kediamanya.
dan cafe yang lama menjadi milik Risa yang kini di ubah menjadi Restaurant dan memasok ikan dari penangkaranya.
"gimana Ris restaurant loe? " tanya Nadine duduk di meja di dalam restaurant.
"alhamdulilah Nad semua stabil walaupun sedikit ada penurunan jumlah pelanggan tapi gak papa" ucap Risa tersenyum.
tak lama, baby Axel datang bersama seorang babysiter menghampiri mereka berdua.
"wah ponakan aunty udah gede ternyata" ucap Nadine seraya menguyel-uyel pipi Axel.
Risa sekarang sudah bisa menyewa babysiter untuk anaknya dan mulai melakukan kuliah walaupun harus daring.
dan sampai saat ini Rara saudara kembarnya belum tau sama sekali.
"eh iya Nad loe katanya lagi mau buka butik ya? " tanya Risa.
" iya Ris tapi mas Bimo gak kasih izin katanya takut gue capek lah gak ada waktu lah jadi sebel gue" ucap Nadine cemberut.
tanpa mereka sadari ada seseorang yang memperhatikan dari jauh.
" ya loe kasih aja pengertian buktinya sekarang loe mulai santai lagi kan? dan hanya menerima laporan?" tanya Risa.
"Ya gitu deh Ris gara-gara waktu awal-awal cafe baru buka gue srmpet kecapekan banget sampai makan malam gak srmpet" ucap Nadine menghela nafas.
"wah memang iya? sama sih gue juga gitu tapi kak Roni gak nyuruh gue stop usaha sih tapi malah di bawain babysiter" ucap Risa tersenyum.
FLASBACK ON
pagi harinya Nadine terbangun karena menerima sengatan cahaya pagi yang menerpa wajahnya.
"astaga aku ketiduran sampai sesiang ini? " tanya Nadine pada dirinya sendiri.
lalu iya turun dari tempat tidur dan langsung menuju kamar mandi.
setelah lima belas menit, ia keluar dari kamar mandi danbergegas ganti baju kerja dqn menuju ruang makan
di sana sudah ada Bimo dan si kembar menunggu dirinya untuk sarapan.
"pagi sayang" ucap Nadine seraya mengecup kening si kembar secara bergantian
"pagi mah" ucap Riana.
"mulai hari ini kamu gak usah lagi pergi ke cafe kamu! " tegas Bimo yang langsung membuat Nadine menghentikan aktivitas makanya.
__ADS_1
"memangnya kenapa mas? " tanya Nadine yang masih belum faham arah pembicaraan sang suami.
Bimo menghela nafas dan meletakkan sendok di piringnya.
"kamu baru dua bulan saja sudah kecapean aku gak mau kamu sakit sayang" ucap Bimo seraya menggenggam tqngan sang isteri.
"mas aku itu kelelahan karena memang pelanggan lagi banyak dan lagipula gak setiap hari juga kan pelangganya banyak aku itu pengen mandiri pengen jadi wanita karir lagipula aku kan selama ini bisa mengurus anak-anak" ucap Nadine panjang lebar seraya melepaskan genggamanya pada suaminya.
"mah pah kita berangkat dulu ya nanti terlambat hari ini kan kita jadi anak SD " ucap Riana berdiri dari tempat duduk di ikuti saudara kembarnya.
"mamah antar ya sayang sekalian mau lihat kelas baru kamu" ucap Nadine seraya berdiri dan meninggalkan ruang makqn tanpa menoleh pada sang suami.
"iya mah ayo" ucap Riana menggandeng tangan sang mama
"papah sekalian gak mah? " tanya Raina menoleh kearah sang papa.
"papa ada meting pagi sayang jadi mama aja yang anterin " ucap Nadine seraya menarik tangan anak-anaknya menuju mobil
Raina dan Riana memang sangat jenius bayangkan di umur mereka yang belum genap empat tahun mereka sudah pandai mengerjakan soal aljabar.
itu sebabnya sang guru menaikan mereka ke bangku sd namun terpisah dari murid lainya.
Gurunya takut jika anak kembar itu menjadi bahan buloying dari teman-temanya.
untuk itu mereka di tempatkan diruangan khusus dan menjalani *** dari jarak jauh.
sementara itu Bimo masih mematung di meja makan ia tak menyangka atas respon yang di berikan sang isteri.
hingga tepukan lembut membuyarkan lamunanya.
" tuan kenapa? " tanya Bi Mur
" oh tidak Bi yasudah saya berangkat ya bi assalamu'alaikum" ucap Bimo yang berlalu pergi.
Bi Mur hanya bisa menghela nafas melihat keributan kecil di rumah ini.
sesampainya di kantor Bimo tampak termenung di kursinya dan tak sadar Roni telah berdiri di depanya untuk menyerahkan berkas yang harus di tanda tangani.
"pak pak Bimo anda tidak apa apa? " tanya Roni seraya melambaikan tangan di depanya.
"eh sejak kapan kau ada di sini? kenapa gak ketuk pintu dulu? " tanya Bimo.
"maaf pak saya sudah mengetuk pintu berulangkali tapi bapak tidak dengar" ucap Roni
" oh yasudah kalau begitu mana yang harus saya tandatangani " ucap Bimo.
" ini pak " ucap Roni menyerahkan berkas-berkas yang harus Bimo tandatangani.
__ADS_1
"kalau begitu saya permisi dulu " ucap Roni melangkah pergi.
" eh tunggu Roni " ucap Bimo menghentikan langkah Roni.
"iya pak ada apa? " tanya Roni.
"Risa orangnya keras kepala gak? " tanya Bimo tiba-tiba
"hah maksudnya? " tanya Roni bingung
"ya seperti istwri saya kalau gak saya kasih izin ia ngambek dan saya juga yang susah " ucap Bimo menghela nafas.
Roni yang awalnya gak mengerti dengan ucapan Bimo sedikit demi sedikit menjadi faham.
"emm kalau menurut saya lebih baik bapak kasih izin saja daripada nanti panjang urusanya" ucap Roni memberi usul
," tapi saya hanya ingin dia gak kecapekan itu aja" ucap Bimo.
"wanita itu punya kekuatan super yang kita sebagai laki-laki itu gak punya" ucap Roni.
"ya kau benar Ron kenapa aku meremehkan kekuatan seorang wanita, ? jangankan hanya bekerja, melahirkan seorqng anak saja merrka mwmpu? " ucap Bimo.
"yasudah kau boleh pergi" ucap Bimo dan langsung di patuhi oleh Roni.
sore harinya, Bimo yang pulang dari kantor langsung memeluk sang isteri yabg membaca bovel di sofa kqmarnya.
"mas lepasin ih aku mau baca novel " ucap Nadine berusaha melepaskan pelukanya.
"mas minta maaf ya mulai sekarang mas gak akan larang-larang kamu lagi" ucap Bimo mengeratkan pelukanya.
"janji ya awas kalau bohong" ucap Nadine tersenyum.
FLASBACK OF.
saat mereka sedang mengobrol tiba-tiba terdengar suara dari arah belakang yang membuat Nadine dan Rinsa kompak menoleh.
"Rara " seru Nadine dan Risa bersamaan yang tampak terkejut.
" ini maksudnya apa? kenapa loe ada di sini? dan kenapa kalian bisa barengan? " bertubi-tubi pertanyaan Rara lontarkan dengan menahan amarahnya.
Risa dan Nadine pun saling pandang dan segera menghampiri sahabat mereka.
"duduk dulu Ra gue pesenin minum" ucap Risa gerogi karena mendapat tatapan tajam dari saudara kembarnya.
💕💕💕
BERSAMBUNG.........
__ADS_1
JANGAN LUPA UNTUK TINGGALKAN JEJAK KALIAN YA