Suami Dingin Itu Adalah Guruku

Suami Dingin Itu Adalah Guruku
TAK PEDULI


__ADS_3

malam harinya, Nadine dan Bimo bersiap untuk menjemput si kembar di kediaman orang tua Nadine.


"mas kita beli buah tangan ya untuk mama sama papa ya " ucap Nadine seraya tersenyum.


Bimo menoleh pada sang isteri lalu tersenyum


tak lama mereka sampai di tempat membeli kue kacang dan roti gandum kesukaan orangtuanya.


kini mobil mereka telah sampai di kediaman orang tua Nadine.


"assalamu'alaikum" jawab mereka berdua.


"Waalaikumsalam" ucap BiYuli dari dalam


lalu pintu utama terbuka.


"eh Tuan Nyonya silahkan masuk" ucapnya seraya mempersilahkan keduanya masuk.


"wah sudah baikan nih ?" goda Mama Maya


"iya mah biar cepet dapet cucu lagi" ucap Bimo yang langsung mendapat cubitan panas dari sang isteri.


"awwh sakit sayang" ucap Bimo seraya meringis memegangi pinggangnya yang terasa terbakar.


Mama Maya dan Papa Hendrawan yang melihat itu melempar pandangan satu sama lain.


"sayang memangnya kamu tidak mau menambah momongan ?" tanya Mama Maya.


Nadine tersenyum ada rasa trauma dalam hatinya jika membayangkan persalinan.


"aku hanya masih trauma mah entahlah kapan trauma ini hilang" ucap Nadine menunduk sedih.


papa Hendrawan yang melihat itu, mencoba mengalihkan topik pembicaraan.


"eh Nadine apa yang kamu bawa"ucap Papa Hendrawan.

__ADS_1


" ini roti gandum dan kue kacang kesukaan mama sama Papa" ucap Nadine seraya menyerahkan kantung plastik tersebut.


tak lama si kembar turun kebawah bersama bi Yuli


"hai sayang kita pulang yuk?" ajak Nadine.


" tapi nanti kita nginep lagi kan di rumah eyang"tanya Riana.


"iya sayang kita akan menginap di rumah eyang sesering mungkin" ucap Bimo seraya menggendong Raina.


sementara Riana bersama sang Mama.


"pah mah kami pulang dulu ya " ucap Bimo seraya mencium tangan orang tuanya.


"iya hati-hati kalian" ucap Mama Maya.


mereka mengantar keluarga jecil Nadine sampai ke depan gerbang dan melambaikan tangannya.


"dadah eyang " ucap Si kembar


"dah "


tiba-tiba sebuah mobil sedan memotong jalan dan berhenti tepat di depanya.


Bimo terkejut dab membanting stir ke kiri dan langsung mengerem.


"astaghfirullah mas hati-hati " teriak Nadine


Bimo menghela nafas seraya menoleh ke arah belakang


"kalian tidak apa ?"tanya Bimo


belum semoar sikembar menjawab, tiba-tiba dari arah belakang sudah ada sebuah pisau yang menghunus leher anak-anaknya.


"awas" Nadine yang melihat itu segera melompat ke arah belakang

__ADS_1


"aakh" ucap si kembar seraya memegangi leher mereka yang terluka.


mereka seakan tak peduli dengan raungan kesakitan kedua bocah itu.


kedua orang tersebut melompat kearah samping seraya tersenyum puas.


"hahaha itu akibatnya jika bermain-main denganku" ucap orang itu.


sementara itu, Nadine dan Bimo sangat panik melihat si kembar mengeluarkan banyqk darah.


setelah lima belas menit, mereka sampai di rumah sakit milik Bimo.


para perawat langsung membawa si kembar ke UGD.


Nadine sangat shok dengan keadaan ini


Bimo mencoba menenangkan sang isteri


tak lama, Orang tua merekapun datang


"bagaimana keadaan cucuku " ucap Papa Yusuf.


"mengapa bisa terjadi seperti ini B8mo?" tanya Papa Hendrawan .


lalu Bimo m3nceritakan dari awal hingga si kembar sampai di sini.


tak lama, Dokter Ridwanpun keluar Bimo segera menghampirinya di susul oleh isteri dan orang tuanya.


"bagaimana dengan anak-anak saya dok" tanya Bimo.


"syukurlah lukanya tidak terlalu dalam jadi mereka bisa di pindahkan ke ruang perawatan biasa" ucap Dokter Ridwan.


merekapun bernafas lega dan Bimo segera menelpon Dimas untuk mengerahkan anak buahnya mencari pelakunya


💕💕💕💕

__ADS_1


BERSAMBUNG...........


JANGAN LUPA TINGGALKAN LIKE KOMEN DAN VOTE KARYA AUTHOR YA😘😘


__ADS_2