
tak lama, Meisa pun sampai di Perusahaan SALOKA GROUP.
ia melangkah qnggun menuju meja recepsionis.
"maaf mbak cari siapa?" tanya wanita itu sopan.
"oh mbak saya Meisa saya di sini mrnjabat sebagai kepala keuangan yang baru" ucap Meisa ramah.
"ohiya silahkan mbak ruangannya di samping ruangan presedir tapi beda gedung" ucap Mila si resepsionis.
tak lama, Bimo dan Nadinepun melintas di depanya membuat para karyawan menunduk hormat.
"selamat pagi Tuan Nyonya" ucap Mila dan beberapa karyawan lainnya.
namun tidak bagi Meisa sifatnya yang angkuh membuatnya hanya menghormati sekenanya saja.
cih masih cantikan juga gue lihat nanti pria ini akan menjadi miliku" gumam Meisa dalam hati.
sementara Bimo dan Nadine terus berjalan kearah ruang presedir.
"ih mas kok wanita itu bisa kerja di sini? " tanya Nadine cemberut.
"iya sayang aku juga tidak tahu sayang karena yang mengatur karena yang mengatur itu Roni"ucap Bimo memeluk tubuh sang isteri.
"iya sudah mas aku berangkat kekampus dulu ya" ucap Nadine.
"iya sayang hati-hati ya" ucap Bimo.
" iya mas assalamu'alaikum " ucap Nadine seraya mencium tangan suaminya.
"wa'alaikum salam hati-hati" ucap Bimo melambaikan tanganya.
Nadine mengangguk seraya tersenyum
sesampainya di loby depan Nadine bertemu dengan Meisa yang kebetulan berpapasan dengan dirinya.
"kau lihat saja suamimu akan menjadi miliku" ucap Meisa berlalu pergi.
Nadine mematung sesaat saat mendengarkan ucapan wanita itu.
"hmm berani juga dia terang-terangan beraksi" gumamnya dalam hati.
lalu ia berlalu menuju parkiran dan masuk kedalam mobil dan melajukanya.
sesampainya di kampus Nadine sudah di sambut oleh sahabat-sahabatnya.
"hay gaes"ucap Nadine melambai kearah dua sahabatnya.
"hay Nad " ucap mereka berdua girang.
"akhirnya kita bisa kembali bisa satu kampus" ucap Rara.
"hmm iya " ucap Nadine tampak les
"eh loe kenapa? " tanya Rara.
"emm nanti gue ceritain ya sekarang gue ada kelas " ucap Nadine buru-buru.
jam sepuluh Nadine dan kedua sahabatnya sudah berada di kantin kampus.
"ceritain Nad" pinta Rara.
Nadine menghela nafas dan mulai menceritakan semuanya.
"what jadi pak Bimo ada yang menyukai? " tanya Rara.
"iya bahkan sekarang wanita itu mulai beraksi dengan menjadi karyawan di kantor mas Bimo' ucap Nadine menghela nafas.
__ADS_1
"hah serius loe Nad? " tanya Risa yang juga ikut terkejut.
"iya lah masa gue bohong"ucap Nadine
"wah mulai beraksi tuh wanita licik" ucap Risa menggelengkan kepala.
"semoga saja pak Bimo tidak tergoda " ucap Rara spontan.
"maksud loe Ra? " tanya Nadine.
"iya loe tahu sendiri kan laki-laki itu seperti apa? " tanya Rara.
" iya gue tahu kok yasudah gue mau balik dulu ya mau jemput si kembar sekolah" ucap Nadine beranjak dari duduknya.
"hati-hati ya " ucap Risa melambaikan tangan
setelah itu Nadine pergi menjemput si kembar di sekolah kemudian mereka menuju ke rumah orang tua Bimo.
sesampainya di rumah orang tua Bimo Nadine dan anak-anaknya di sambut oleh papa Yusuf dan Mama Claudia.
"sayang " ucap Mama Claudia memeluk si kembar dan menggendong mereka bergantian.
" tumben kalian kesini? " tanya Mama Claudia.
"sayang kalian kekamar dulu ya mandi dulu " ucap Nadine pada anak-anaknya.
" iya mah" ucap si kembar kompak seraya menuju kamar mereka.
"ada apa? " tanya Papa Yusuf
"emm ada yang mau mencoba mendekati mas Bimo pah mah" ucap Nadine takut-takut.
" hah maksudnya? "tanya Mama Claudia tak mengerti.
tiba-tiba ponsel Nadine berbunyi dan Nadine segera membukanya.
"hah ini... berani sekali wanita itu beraksi" geram Mama Claudia.
"iya mah pah dan sepertinya wanita ini tipe wanita psyco" ucap Nadine.
" iya kamu harus hati-hati Nad " ucap Mama Claudia
Nadine mengangguk pelan
di dalam foto itu tampak Meisa sedang memeluk Bimo dari belakang.
tak lama, suara mobil berhenti tepat di depan rumah papa Yusuf.
"mah pah assalamu'alaikum" ucap Bimo memasuki rumah orang tuanya.
"wa'alaikum salam Bim" ucap Mama Claudia
"mah pah aku kekamar dulu ya " pamit Nadine pada mertuanya dan langsung berlalu pergi.
"sabar Bim isterimu sedang kecewa" ucap Papa Yusuf menepuk bahu puteranya itu.
"iya pah kalau begitu Bimo ke dqlam dulu" ucap Bimo
sesampainya di dalam kamar Bimo segera masuk kedalam kamar mandi dan setelah lima belas menit ia keluar menuju kasur tempat Nadine berada
Bimo segera memeluk sang isteri yang sedang membaca buku di atas kasur.
"sayang " ucap Bimo mengecup leher sang isteri.
Nadine hanya diam hatinya masih dongkol menyaksikan adegan di dalqm ponselnya itu
lalu Nadine membuka ponselnya dan memperlihatkan sebuah gambar.
__ADS_1
membuat Bimo membulatkan matanya
"sayang aku bisa jelaskan" ucap Bimo
"jelaskan sekarang" ucap Nadine tegas.
Bimo segera duduk di sebelah sang isteri dan menghela nafas.
FLASHBACK ON.
tak lama setela Nadine keluar ruangan presedir, Roni mengetuk pintu seraya ketakutan.
ia segera menerobos masuk kedalam ruangan Bimo.
"ma-maaf pak Bi-mo a-ada yang memaksa masuk" ucap Roni gemetar
Bimo yang melihat itu mrmbulatkan matanya sempurna.
"apa yang kau lakukan hah? " bentak Bimo
"hahaha turuti apa mauku jika kau ingin anak buahmu itu selamat.
"apa maumu? " tanya Bimo.
"aku hanya mau kau jadi milikku" ucap Meisa menyeringai
" itu tidak mungkin aku sudah berkeluarga" ucap Bimo
membuat Meisa berbuat nekat mengarahkan pisau ke leher Roni
"akh" ucap Roni menjerit.
"jika kau tidak mau menuruti keimginanku akan ku gorok lehernya"bentak Meisa seraya menekwn pisaunya
"ok ok apa yang harus ku lakukan? " tanya Bimo
"cium aku" ucap Meisa m3mbuat Bimo m3mbelalakan matanya.
"itu tidak mungkin" ucap Bimo
"kalau begitu kau mau melihatnya mati hah" ucap Meisa menggores pisau pada leher Roni
"baik-baik" ucap Bimo menuruti k3mauan wanita gila itu.
"bagus sekarang lakukanlah dan kau foto kami" ucap Meisa menyerigai.
Dengan gemetar Roni mengambil gambar dan memperlihatkan pada Meisa.
"bagus sekarang berikan pada isterinya " ucap Meisa menunjuk pwda Bimo
Dengan gemetar Roni m3ngirimkan gambar tersebut
FLASHBACK OFF
" ya ampun kasihan sekali Roni dasar wanita gila kita harus melaporkanya mas" ucap Nadine.
Bimo segera menahan tangan sang isteri yang hendak pergi
"jangan gegabah sayang dia itu psyco kita harus m3mbawanya ke psekiater" ucap Bimo
"iya mas tapi jangan lama-lama aku takut dia berbuat nekat" ucap Nadine.
"kau tenang saja sayang Roni dan anak buahku sedang mengumpulkan semua bukti kegilaan wanita itu" ucap Bimo memeluk tubuh sang isteri.
Nadine mengangguk dan membalas pelukan suaminya
BERSAMBUNG........
__ADS_1
JANGAN LUPA TINGGALKAN CORETAN KALIAN GYUS DENGAN LIKE COMENT AND VOTE SEBANYAK-BANYAKNYA