
"ya sudah kita bahas lagi besok ya sayang sekarang kita istirahat" ucap Bimo mengajak sang isteri untuk tidur.
Bimo sudah terlelap sejak tadi namun, Nadine masih belum bisa memejamkan mata.
kemudian ia keluar dari kamar menuju sebuah ruangan yang terdapat di sebelah kamarnya
yang ia gunakan jika ia sedang merasa jenuh.
Nadine segera mengambil ponselnya dan mendail nomer sahabatnya.
tak lama, Risapun mengangkatnya
"halo Nad tumben malam-malam begini menghubungiku? ada apa? " tanya suara dari seberang sana.
"emm gue ganggu loe ya Ris? " tanya Nadine tak enak hati.
"enggak kok Nad gue lagi ngasih asi sama baby Axel emang ada apa? " tanya Risa.
"gue rasa ada wanita yang mau mendekati mas Bimo deh Ris? " ucap Nadine.
"hah maksudnya gimana Nad?" tanya Risa tak mengerti.
"kemarin gue gak sengaja ketemu sama cewek terus dia ngeliatin mas Bimo tuh aneh gitu" ucap Nadine.
"aneh gimana maksud loe? " tanya Risa masih tak faham.
"pokoknya aneh lah Ris besok gue mau nyelidikin loe mau ikut? " tanya Nadine menawarkan.
"boleh-boleh sekalian besok kan acara opening butik loe kan? " tanya Risa.-
" oh gue belum ngomong ya Ris sama loe kalau opening butiknya di undur sampai bulan depan " ucap Nadine.
"loh emang kenapa Nad? " tanya Risa.
"karena bulan depan seragam karyawan baru akan ganti Ris" ucap Bimo.
"lalu besok rencana loe gimana? " tanya Risa.
"ya besok gue tetep akan nyelidikin di area cafe Ris " ucap Nadine.
"wah bagus tuh ok gue ikut deh sekalian baby Axel ingin jalan-jalan.
"ok fiks besok ketemuan jam sembilan pagi karena jam tujuh gue ada kuliah pagi. " ucap Nadine.
"ok Nad bye" ucap Rosa menutup teleponya.
Nadine menghela nafas setelah ia mematikan ponselnya
ia terkejut mendapati sang suami tengah berdiri di depan pintu dan memandanginya.
"mas sejak kapan di situ? " tanya Nadine gugup.
"sejak kamu keluar dari kamar dan masuk kearah ruangan ini" ucap Bimo tersenyum.
"mas" ucap Nadine
"sayang kamu tak perlu khawatir soal perempuan itu aku janji tidak akan tergoda" ucap Bimo.
lalu dengan cepat ia segera menggendong sang isteri membuatnya berteriak.
__ADS_1
"mas ih seneng banget buat aku jantungan " omel Nadine.
"hehehe maaf sayang" ucap Bimo cengengesan.
lalu membawa sang isteri menuju kamar mereka dan merebahkan tubuh isterinya di kasur.
"mas hari ini libur dulu ya" ucap Nadine
" iya sayang yasudah kita tidur yuk besok kan kamu ada kuliah pagi" ucap Bimo memeluk Nadine dari belakang.
" iya mas " ucap Nadine seraya memejamkan mata
💕💕💕
sementa itu di sebuah rumah megah seorang wanita cantik berlari menuruni tangga.
"om sudah lama menunggu? " tanya sqng wanita yang menghampirinya.
"sudah sayang yasudah kita berangkat yuk nanti kemalaman lagi" ucap Pria tersebut.
"Adi jaga puteriku ya nanti kalau kemalaman lebikh baik dia m3nginap saja di rumahmu" ucap Pak Handoko.
"siap mas mas sama mbak tenang saja aku akan selalu menjaganya" ucap Adi tersenyum.
"ok kita pamit ya mah pah " ucap Meisa
" iya sayanghati-hati" ucap Bu Alya.
malam ini Adi menjemput Meisa untuk mengunjungi kediamanya karena isterinya Iren tengah sakit
dengan keahlian Adi dalam merayu akhirnya Pak Handoko dan bu Alya tak pernah curiga sama sekali
dan tepat kandunganya berusia delapan bulan, Meisa memutuskan untuk operasi saja.
karena ia sudah ingin terbebas dari bebanya selama ini.
dan tepat setelah lahir, ternyata baby Inez dalam kondisi sangat baik dan bahkan berat badanya mencapai tiga kilo.
sesampainya di mobil, Adi lalu membukakan pintu belakang untuk Meisa lalu mengitari mobil dan membuka pintu mobil yang sebelahnya.
Adi sengaja menggunakan jasa supir karena ingin menikmati kesenanganya lebih lama.
"ayo pak jalan" ucap Adi seraya menutup kelambu yang ada di jok belakang.
"baik tuan" ucap sang supir seraya melirik kearah spion.
"dasar wanita licik" ucap sang supir
ia merasa sangat marah melihat kelakuan tuanya itu
bahkkan dengan terang-terangan ia mengatakan selama ini tak pernah menyentuh isterinya sama sekali.
Iren pasrah tak mampu untuk melawan karena ia sadar dirinya memang penyakitan
karena itulah ia di jodohkan dengan suaminya itu.
"aah om desis Meisa saat tangan dan bibir Adi menyentuh daerah sensitifnya.
sementara Adi merasa sangat bersemangat untuk melanjutkan aksinya
__ADS_1
Adi dan Meisa adalah dua manusia yang hyper maka dari itu mereka akan mencari kepuasan mereka sendiri.
selama satu jam mereka berdua melakukanya di atas kendaraan yang masih berjalan.
sesampainya di kediaman tantenya Meisa segera membetulkan pakaianya.
sementara Adi langsung bergegas keluar dengan bertelanjang dada.
"ayo sayang turun" ucap Om Adi membuka pintu
"sebentar om " ucap Meisa yang akan memakai sesuatu
namun di cegah oleh Adi.
"tidak usah pakai itu nanti juga akan di lepas semua kan" ucap Adi merebut benda keramat dari tangan Meisa.
Meisa hanya menurut seraya turun dari mobil.
mereka berdua segera masuk kedalam rumah d3ngan posisi Meisa di gendong olleh Adi.
"dengar kalian semua apapun yang saya lakukan di dalam rumah ini kalian tidak boleh berbicara apapun atau kalian mau keluarga kalian menjadi sasaran berikutnya " ancam Adi dan membawa masuk Meisa kedalam kamar.
semua pelayan dan penjagapun membungkam mulut mereka dan tidak berani melaporkannya.
sesentara dari dalam kamar Meisa dan Adi langsung melancarkan aksi mereka.
dari luar para pelayan dan penjaga dapat m3ndengar suara-suara aneh.
"dasar wanita licik" gumam salah satu pelayan.
lalu dengan cepat temanya menyeretnya kebelakang.
"sstt jaga bicara mu" ucap kepala pelayan.
"aku kesel mbak sampai kapan kita diam bahkan nona Inezpun hasil dari mereka" ucap Pelayan itu penuh amarah.
"biarlah itu jadi tanggung jawab mereka kita tidak boleh ikut campur. " ucap kepalq pelayan.
mereka akhirnya bubar sementara Iren dan baby Inez berada di lantai paling atas dan jarang sekali keluar kamar.
para pelayanlah yang menghampiri Iren ke atas dan mengurus keperluan baby Inez.
pagi harinya Meisa bersiap-siap untuk menuju kantor Bimo.
dengan wajah sumringah ia memoles wajahnya di depan cermin.
"sayang kau mau kemana? " tanya Adi.
"aku mau kerja mas di perusahaan Saloka groub" ucap Meisa.
" oh mau aku antar? tawar Adi.
"tidak perlu aku hanya setengah jam saja " ucap Meisa.
"yasudah hati-hati" ucap Adi ******* bibir Meisa.
mereka mulai mencumbu satu sama lain dan kemudian Meisa melangkah pergi menuju pintu keluar.
BERSAMBUNG..........
__ADS_1