
hari ini tiga bulan sudah Nadine dan Risa membuka Cafe yang mereka beri nama "PERMATA CAFE" yang sangat banyak pembelinya.
karena Nadine selalu membuat inspirasi baru dalam menu makanan dan minuman.
contohnya: pizza mie telur, bakwan jagung ayam, dan masih banyak lagi.
seperti hari ini, cafe terlihat sangat ramai untungnya Nadine dan Risa sudah menambah lima pegawai karena pengunjungnya bukan dari warga sekitar lagi melainkan dari luar kota.
" Risa hari ini gue mau kuliah dulu ya paling hanya dua jam" ucap Nadine seraya melangkah pergi.
" ok Nad hati-hati ya nanti kalau keuangan gue udah stabil lagi gue akan mulai kuliah lagi walaupun harus daring" ucap Risa tersenyum.
Nadine hanya tersenyum karena waktunya sudah mepet sekali.
setelah selesai kuliah, Nadine segera pergi ke Cafe dan langsung membantu para kariawan yang mulai kewalahan menangani pelanggan.
karena lokasinya yang sangat strategis dan menguntungkan.
"Nad loe udah pulang? " tanya Risa yang baru keluar dari ruang belakang.
Nadine sengaja membuatkan ruangan khusus untuk istirahat baby Axel yang sudah pandai merangkak.
" iya nih Ris hari ini rame banget ya kalau gini terus kita bisa buka cabang nih " ucap Risa seraya terkekeh kecil.
"amin iya Ris biar kita bisa sukses bersama" ucap Nadine
"amin" ucap Risa tersenyum dan mereka mulai membantu para kariyawan.
jam tiga sore Nadine dan Risa baru bisa meluruskan kakinya.
"huft akhirnya selesai juga capek ya ternyata" ucap Risa seraya menyeka keringatnya.
" iya Ris capek tapi bahagia oh iya gimana Renovasi rumah loe kenapa loe gak beli aja yang baru? " tanya Nadine pada sahabatnya itu.
" ya gue mau merenovasi rumah itu biar lebih bagus lagian gue mau buat penangkaran ikan di belakang rumah gue" ucap Risa.
"wah mulai berjaya lagi nih sobat gue" ucap Nadine tersenyum.
"Aamin semoga semuanya lancar loe doain aja rumah gue udah jadi kok yang lantai dua dan sekarang tinggal renovasi garasinya aja" ucap Risa tersenyum.
"wah berarti loe udah mulai pindahan dong hari ini" ucap Nadine.
"hemm iya gue sama kak Roni sore ini mau beli perabot rumah tangga" ucap Risa.
"wah kebetulan nih gue ada kenalan yang jual perabotan gue calling ya? " tanya Nadine.
"boleh tuh Nad gue butuh sofa, kasur, meja makan.. " Risa menyebutkan semua yang ia perlukan
__ADS_1
sementara Nadine mencatat dan langsung mengirimkan pesan ke toko furnitur.
"nanti sore katanya barangnya akan di antar" ucap Nadine menunjukan ponselnya pada Risa.
"wah loe emang the best deh Nad " ucap Risa seraya merogong tasnya karena ponselnya berbunyi tanda pesan masuk.
"wah suami gue gajian nih wah pak Bimo ngasih seratus juta sebulan" ucap Risa girang.
"ya kan suami loe sekarang udah jadi asisten merangkap skretaris suami gue ya pasti nambah lah gajinya belum lagi bonusnya" ucap Nadine.
sekitar jam empat sore, Nadine dan Risa telah sampai di depan sebuah rumah berlantai dua yang bernuansa eropa modern membuat Nadine kagum dan terharu.
karena sahabatnya kini mulai bangkit dan berjaya kembali setelah terpuruk.
"wah rumah baru loe kece parah Ris bagus banget apalagi warna catnya " ucap Nadine seraya mengdarkan pandangannya.
"hehehe loe bisa aja kerenan rumah loe sama pak Bimo ada liftnya" ucap Risa seraya masuk kedalam rumah yang di ikuti Nadine.
merekapun menuju ruang tamu yang masih tampak kosong dengan ada karpet berbulu diruangan itu.
tak lama, terdengar suara mobil yang memasuki halaman rumah Risa.
"permisi" ucap seseorang dari luar rumah Risa
"iya ada apa? " tanya Risa seraya membuka pintu.
" oh silahkan pak monggo " ucap Risa mempersilahkan masuk.
akhirnya mereka membawa masuk furnitur yang sudah Risa beli
"Nad gue nidurin baby Axel dulu ya nanti loe kabarin kalo mereka sudah selesai. " ucap Risa menggendong baby Axel menuju kamar.
sementara itu, orang-orang itu meletakan furnitur sesuai arahan Nadine yang tentunya juga arahan Risa sebagai tuan rumah.
setelah selesai meletakan semua furniture para pekerja pun pamit pulang.
" tok tok tok Risa ini semua sudah mau pulang" ucap Nadine.
CEKLEK.
suara pintu di buka dan keluarlah Risa dari dalam kamar.
"iya Nad ayo " ucap Risa melangkahkan kaki menuju ruang tamu
setelah para pekerja itu pergi, terdengar suara mobi yang memasuki pekarangan rumah Risa.
Nadine yang mendengar suara mobil yang tak asing baginya langsung m3nghampirinya.
__ADS_1
begitupun dengan Risa yang langsung menghqmpiri suaminya.
"ya udah Ris gue pulang dulu ya bye " ucap Nadine seraya masuk mobil.
"bye Nad makasih untuk hari ini " ucap Risa melambakan tanganya.
setelah itu Roni dan Risa masuk ke dalam rumah
"wah ini kamu yang pilih furniturnya sayang? " tanya Roni.
"hehehe iya kak gimana bagus gak? " tanya Risa.
"bagus sayang ya sudah aku mandi dulu ya abis itu kita jalqn-jalan ke taman" ucap Roni.
sementara itu, Nadine dan Bimo masih berada dalam mobil.
"mas aku seneng banget kita bisa bantu Roni sama Risa danpada akhirnya mereka bisa bangkit dan berjaya kembali" ucap Nadine yang tersenyum kearah sang suami.
"iya sayang mas juga seneng kita bisa bantu mereka dan melihat mereka bisa merenovasi rumahnya dan punya usaha" ucap Bimo membalas senyuman sang isteri.
"m3mang mereka mau usaha apa mas? " tanya Nadine.
"katanya sih te4nak lele" ucap Bimo.
"wah iee bagus tuh" gumam Nadine.
"sayang kok malah bengong sih? " ucap Bimo.
"e-eh enggak kok mas aku hanya mikirin ide jualan apa lagi ya " ucap Nadine.
" oh iya gimana cafemu? " tanya Bimo.
"alhamdulillah rame sekali mas kami semua sampai kewalahan loh" ucap Nadine.
"wah bagus dong isteriku ini memang pembawa keberuntungan" ucap Bimo seraya mengacak-acak rambut isterinya.
"mas ih nanti rusak rambut aku" pekik Nadine seraya memanyunkan bibirnya.
sementara Bimo hanya tertawa melihat wanita yang sudah menemaninya hampir 3mpat tahun ini.
sesampainya di rumah, Nadine segera membersihkan badan dan merebahkan tubuhnya untuk meregangkan otot-ototnya yang merasa kaku karena seharian ini padat sekali jadwalnya.
namun, karena efek kelelahan ia malah tertidur dengan pulasnya bahkan Bimo yang membangunkanya untuk sholat naghrib dan makan malam hanya di jawab dengan deheman oleh Nadine.
dan pada akhirnya Nadine hanya bangun unyuk sholat maghrib dan isya' setelah itu kembali terlelap.
"hmm ini nih yang aku takutkan kamu menjadi kelelahan tapi kamu selalu batu jika di kasih tau" gerutu Bimo seraya membetulkan posisi tidur Nadine
__ADS_1
BERSAMBUNG..........