Suami Dingin Itu Adalah Guruku

Suami Dingin Itu Adalah Guruku
PENJELASAN


__ADS_3

kini, Rara duduk dengan tatapan dinginnya menghadap sahabat dan saudara kembarnya yang tampak gugup.


"jadi bisa kalian jelaskan sejelas-jelasnya? " tanya Rara dengan menatap tajam saudara dan sahabatnya itu.


"ya kita akan jelaskan" ucap Risa menghela nafas sebelum mulai bercerita.


"jadi setelah kita pindah ke negara f itu tidak lama, sekitar empat bulan keluarga Roni semuq meninggal dan pada saat itu Roni harus menjalankan perusahaan mendiang papanya. " ucap Risa


"lalu? " tanya Rara penasaran


"lalu ia mencoba menyesuaikan diri memegang perusahaan besar itu tidak mudah namun Roni berhasil memajukan perusahaan itu menjadi sedikit maju. namun siapa yang menyangka orang yang menjadi orang kepercayaan orang tua Roni semasa hidup ternyata penghianat besar. dengan mudah ia bisa menguasai perusahaan orang tua Roni dengan mudah dan semua aset milik keluarga Roni di ambil olehnya dan..


akhirnya ia menceritakan semuanya pada Rara.


Rara begitu nampak terkejut mendengar penuturan saudara kembarnya itu.


"lalu kenapa loe gak hubungin orang tua kita papa pasti bisa mengerti dan membantu kalian " ucap Rara


"aku gak mau nyusahin mereka Ra karena mrnurutku aku sudah bukan tanggung jawab mereka karena aku kan sudah menikah otomatis sudah menjadi tanggung jawab suami gue" ucap Risa.


"lalu loe kerja di sini? " tanya Rara.


"iya gue.... " ucapan Risa terhenti karena karena injakan kaki Nadine.


Risa mendegus kesal menatap sahabatnya itu lalu ia melihat nadine menggelengkan kepalanya tanda jangan berbohong lagi.


"ini restaurant punya Risa Ra? " ucap Nadine.


"apa? lha katanya Risa dan Roni hanya punya uang seratus juta dan sudah di belikan tumah dan mobil" ucap Rara bingung.


"memang gue sama Roni hanya punya uang seratus juta dan kita udah belikan rumah dan mobil tapi itu beberapa bulan yang lalu sebelum Nadine dan pak Bimo membantu gue" ucap Risa takut akan reaksi yang ia teruma nanti saat saudaranya itu marah.


"maksudnya? gue kok agak gak mengerti ya coba jangan muter-muter" ucap Rara.


Risa menghela nafas dan menghembuskanya sebelum bercerita.


"Nadine dan pak Bimo mencari rumah dan mobil seharga seratus juta dan Roni juga di angkat jafi sekretaris sekaligus asisten pwk Bimo yang awalnya pun hanya karyawan magang karena pak Bimo sangat susah untuk mempercayai orang lain " ucap Risa menjelaskan.


"eh tunggu kok ada yang aneh ya " ucap Rara seraya berusaha mengingat sesuatu.


" oh iya bukanya loe hamilkan lalu mana keponakan gue? " tanya Rara yang baru tersadar jika saudara kembarnya sudah tidak buncit lagi perutnya.

__ADS_1


"emm itu" ucapan Risa terhenti saat terdengar seseorangmemanggil namanya.


"bunda" ucap seorang anak kecil dari belakang yang membuat mereka bertiga menoleh bersamaan.


"sayang sini sama bunda" twnya Risa melambaikan tangan pada bocah kecil itu.


Bocah itu menurut dan berlari menghampiri sang bunda. dan lansung duduk di pangkuan bundanya.


"tunggu dulu krnapa jadi banyak banget cerita yang ketinggalandari gue " ucap Rara menggaruk rqmbutnya yang tidak gatal.


"ya Ra gue udah lahiran beberapa bulan yang lalu dan anak gue cowok " ucap Risa


"lalu kalian dapat dari mana uang buat lahiran kan katanya kalian lagi gak punya uang" ucap Rara.


"gue di bantuin sama pak Bimo dan Nadine " ucap Risa membuat Rara mendegus kesal.


Nadine yang yang melihat kekesalan Rara memilih diam dan tidak ikut campur.


"loe memilih di bantuin sama Pak Bimo dan Nadine daripada sma kelurga sendiri! " bentak Rara membuat semua pengunjung menoleh kearahnya.


"Ra mending kita kerumah gue dulu gak enak di lihat banyak orang " ucap Risa menarik tangan saudarwnya mereka semua menuju kediaman Risa yang tidak jauh dari restaurant.


setelah sampai kediaman Risa Rara di buat ter paku atas pemandangan di depanya.


"kita masuk dulu ya Ra nanti kita ceritain " ucap Risa mempersilahkan mereka masuk.


di dalam Rara lagi-lagi di buat melongo karena rumah mewah saudaranya itu.


"jelaskan! " ucap Rara tanpa melihat lawan bicaranya.


"jadi gue udah mulai berjaya kembali setelah sempat terpuruk dan Pak Bimo dan Nadine membantu keuangan kita mulai dari membiayai persalinan gue, memberi gaji pada Roni dan kita mulai membuat bisnis kuliner dari membuat restaurant dan penangkaran lele" ucap. Risa.


"lalu ini? " tanya Rara.


"ini hasil bisnis kita berdua" ucap Riaa.


"kita? maksudnya? " tanya Rara bingung.


"aku sama Nadine membuat bisnis sekitar lima bulan yang lalu dan semua di luar ekspetasi kita usaha kita naik pesat dan restaurant yang ada di jalan itu sekarang menjadi miliku dan Nadine membangun cabang yang ada di komplek perumahanya" ucap Risa.


"huh lagi-lagi Nadine yang kamu ingat kenapa kamu gak mengingat aku sebagai saudaramu ? jika kamu gak mau meminta bqntuan orang tua kita kamu kan bisa meminta bantuaku?" ucap Rara.

__ADS_1


"iya Ra aku minta maaf atas semua ini " ucap Risa serayw menggenggam tangan saudara kembarnya.


"aku kecewa sama loe Ris loe lebih mempercayai orang lain dari pada orang terdekat loe sendiri" ucap Rara melepas genggaman tangan saudaranya serayavberanjak pergi dari Rumah Risa.


"Ra tunggu maafin gue Ra gue tau gue salah " ucap Risa seraya meraih tangan Rara.


d3ngqn gerakan kasar dan cepat Rara menepis tangan saudara kembarnya dengan kasar


hingga membuat Risa terhuyung ke depan.


Nadine yang melihat itu segera menghampiri Risa


"loe gak papa? " tanya Nadine memegang tubuh Risa yang hampir jatuh.


"gue gak papa Nad " ucap Risa.


"gue kecewa sama loe Risa " ucap Rara yang berlalu pergi.


bersamaan dengan itu, Bimo dan Roni baru pulang dari kantor.


mereka sempat melihat Rara yang berlari sembari menangis.


"itu Rara kan? "tanya Roni saat mereka telah sampai di depan Rumah.


" iya itu Rara " ucap Nadine lesu seraya menghampiri sang suami.


"kok dia bisa tau rumah Risa? " tanya Bimo


" iya dia tadi melihat kita di depan restaurant dan dia marah karena Risa yang gak jujur padanya" ucap Nadine.


"sudah ku duga pasti akan seperti ini akhirnya " ucap Bimo lirih.


" yasudah kita pamit pulang dulu ya Risa Roni assalamu'alaikum" ucap Nadine dan Bimo kompak seraya berlalu dari kediaman Risa.


"wa'alaikum salam " ucap Roni dan Risa seraya masuk kedalam rumah.


"mas apa kita salah jika kita bantu teman kita? " tanya Nadine saat mereka sudah berada di mobil.


"kita gak salah sayang tapi mas merasa kasihan pada Rara dia yang sebagai saudara kandung saja tidak di beritahu tapi kenapa kita yang orang lain justru ikut campur? " tanya Bimo yang membuat Nadine terdiam seketika.


BERSAMBUNG........

__ADS_1


JANGAN LUPA TINGGALKAN LIKE COMENT DAN VOTE KARYA AUTHOR YA MATUR SUWUN


__ADS_2