Suami Dingin Itu Adalah Guruku

Suami Dingin Itu Adalah Guruku
AKHIRNYA...


__ADS_3

hati ini tepat seminggu Nadime dan sang Suami menjalani gaya hidup sehat untuk memperoleh momongan kembali.


ia tertawa geli karna pada awalnya ia sangat membenci sang suami bahkan dengan teganya ingin membunuh darah dagingnya sendiri


sore hari setelah pulang dari kuliah Nadine mendadak mengalami mual dan merasa perutnya seperti di aduk aduk.


iapun berlari menuju ke kamar mandi dan kebetulan Bimo baru sampai dari kantor dan ikut berlari mengejar sang isteri.


" kamu krnaa sayang? " tanya Bimo cemas


ia melihat wajah sang isteri begitu pucat dan lemas.


iapun segera menggendong dan membaringkan tubuh Nadine di tempat tidur.


tak lama, Bi Mur dan si kembar datang kekamar karena mereka melihat Nadine yang berlari dari taman menuju kamar.


"pah mamah kenapa? " tanya Riana.


"mams gak papa sayang mama hanya kecapean" ucap Bimo tersenyum seraya mengelus rambut si kembar.


"Tuan spa saya buatkan teh hangat? " tanya Bi Mur


"oh iya Bi boleh sekalian minyak angin di kotak obat itu ya Bi" ucap Bimo


Bi Mur pun mengangguk dan berlalu pergi untuk membuat teh hangat.


sementara si kembar duduk di sebelah kiri dan kanan sang mama.


tak lama, Bi Mur datang membawa teh hangat


Bimo segera mrngambil teh dan menyerahkan pada sang isteri.


Nadine perlahan bangun dan segera meneguk sedikit demi sedikit hingga habis


tak lama setelah Nadine menghabisksn teh tersebut, ia langsung turun dan berlari kekamar mandi dan mengeluarkan teh yang baru saja ia minum.


ia keluar dari kamar mandi dengan keadaan sempoyongan dan hampir terjatuh.


beruntung Bimo segera menangkap tubuh sang isteri sehingga tsk sampai terjatuh.


"kita ke dokter ya sayang kamu sangat pucat" ucsp Bimo seraya menggendong sang isteri menuju tempat tidur.


Nadine menggeleng lemah seraya tersenyum


"tidak usah mas aku tidak apa-apa mungkin maghku sedang kambuh" ucap Nadine.


ya memang Nadine memiliki riwayat magh akut yang sudah lama ia derita akibat jarang makan.


bukan karna orang tua Nadine tak punya uang untuk makan.


namun, ia lebih memilih menikmati cemilan daripada makan nasi.


alhasih asam lambungnya naik dan dia di nyatakan menderita magh.


namun beberapa tahun ini ia sudah tidak bernah kambuh lagi


Bimopun menghela nafas panjang dan membaringkan sang isteri di atas ranjang.

__ADS_1


ia akan memantau kondisi sang isteri jika semakin buruk Nadine akan langsung di bawa ke rumah sakit.


sementsra si kembar masih setia di samping sang mama.


"sayang kalian mandi gih bau tau" ucap Nadine seraya berpura-pura menutup hidung.


"gak mau kita mau nungguin mama di sini" ucap Rsina seraya menggenggam tangan mamanya.


"mama gak papa sayang nanti kan kalian bisa ke sini lagi" ucap Nadone tersenyum.


mereka mengangguk dan perke ke kamar untuk mandi karna hari sudah semakin gelap.


setelah si kembar pergi, Bi Mur datang membawakan bubur dan air hangat.


Nyonya ini saya buatkan bubur dan air hangat supsya perut nyonya enakan


Nadine tersenyum dan mengangguk.


" terimakasih ya bi" ucap Nadine.


Bimo segera mengambil mangkuk yang berisi bubur dan air hangat dan menyuapkan pada sang isteri.


tapi baru satu suap, Nadine kembali berlari kekamar mandi dan memuntahkan isi perutnya.


Bimo semakin khawatir melihat kondisi sang isteri.


Bimomendekat dan m3nggendong sang isteri.


"kita harus ke rumah sakit sekarang! "ucap Bimo seraya berjalan keluar dari kamar menuju mobilnya.


Nadine hanya mengangguk lemah ia tsk kuasa menolak perintah aang suami.


sesampainya di sana, Bimo segera membawa sang isteri masuk ke ruangan Dokter Yuni untuk memeriksakan kondisi perutnya.


Dokter Yuni membersilahkan pasangan suami isteri itu untuk masuk


Bimo segera membaringkan tubuh sang isteri di atas ranjang.


Dokter Yuni segera mengecek keadaan pasienya


Ia tersenyym saat mengarahkan alat di atas perutbya


"selamat ya Nyonya Tuan kalian akan memiliki anak kembali" ucap Dokter Yini tersenyum.


"hah bwnan dok? " tanya Bimo tak percaya.


"benar Tuan isteri anda sedang hamil usianya baru tiga minggu dan kondisinya sangat lemah" ucap Fokter Yuni serius.


"lalu apa yang harus kita lakukan Dok? "tanya Bimo


"isteri anda harus istiraha5 total minimal tiga bulan" ucap Doktwr Yuni.


"ini aaya berikan resep obat pereda mual dan muntahnya semoga berhasil" ucapnya seraya memberikan sekantung obat


" terimakasih dok kalau begitu kita permisi dulu"ucap Bimo seraya menggandeng tangan sang isteri.


setelah sampai rumah Bimo segera memberikan obat tersebut pada aang isteri

__ADS_1


"akhirnya kita akan mendengar tangisan bayi kembali sayang"ucap Bimo seraya mengelus dan mencium perut Nadine berkali-kali.


" iya mas aku. juga tidak menyangka bisa mendapatkan moment ini lagi" ucap Nadine.


mereka akhirnya tertidur seraya berpelukan.


si kembar yang berniat menemui orang tuanya, memutuskan ubtuk kembali ke kamar mereka.


"kenapa kita tidak jadi ke kamar mama? " tanya Riana bingung.


"nanti saja kita ke sananya mama sama papa sedang istirahat"ucap Raina.


mereka akhirnya kembali kekamar dan memilih bermain di dalam kamar.


💕💕💕


di belahan yang lain, seorang gadis sedang merenung di bangku taman.


ia sedang menunggu seseorang. tak lama, yang di tunggu datang.


"ada apa? " tanya laki-laki itu datar.


tak ada jawaban, pria itu beranjak dari bangku taman dan berjalan meninggalkan gadis itu.


tiba-tiba sang gadis berlari dan memeluk sang pria.


"Dimas aku minta maaf jika aku terkesanmenutup diri darimu tapi aku memang masih trauma" ucap Seila seraya berucap lirih.


Dimas membalikan tubuhnya sehingga mereka kini saling berhadapan.


"aku sungguh sungguh mencintaimu Seila aku sungguh ingin menjadikanmu ratu di hidupku" ucap Dimas menatap wajah Seila.


"aku tau kau sungguh sunngguh mencintaiku Dim akupun merasa kehilangan dirimu saat kau menjauhiku beberapa hari ini. " ucap Seila menunduk.


"jadi kamu mau kan menjadi wanita spesialku?" tanya Dimas.


Seila hanya tersenyum seraya mengangguk pelan.


Dimas merasa sangat bahagia ia memeluk gadis pujaannya dengan hati yang berbunga-bunga.


"terimakasih sweety " ucap Dimas seraya mengecup kening wanitanya


dan mereka berpelukan seraya tertawa bahagia


"kau mau membantuku kan untuk menghilangkan rasa traumaku? " ucap Seila seraya merenggangkan pelukan seraya mendongak.


"itu pasti sweety aku akan berjuang supaya kamu bisa terbebas dari rasa traumamu.


Seila tersenyum dan kembali memeluk Dimas.


"aku akansegera pergi ke negaramu danmelamarmu pada orang tuamu" ucap Dimas


"apa itu tidak terlalu cepat" tanya Seila.


"tidak. lebih cepat lebih baik" ucap Dimas tegas.


Seila hanya mengangguk dan tersenyum menatap wajah tampan Calon suaminya itu.

__ADS_1


💕💕💕


BERSAMBUNG..........


__ADS_2