Suami Dingin Itu Adalah Guruku

Suami Dingin Itu Adalah Guruku
PERTENGKARAN


__ADS_3

Sejak dari liburan Bimo mendadak menjadi lebih pendiam tak separti biasanya.


apa lagi jika hanya berdua dengan sang isteri.


Nadine pun menjadi bingung sendiri yang awalnya bulan madunya seminggu tapi mengapa hanya dua hari


malam ini sepekan sudah Bimo mendiami sang isteri.


tak tahan dengan sikap dingin sang suami, malam ini setelah makan malam Nadine menarik tangan sang suami menuju kamar


" sebenarnya ada apa sih pah kenapa papa diam aja seperti ini?" tanya Nadine geram.


"Bimo hanyadiam menarik nafas dalam-dalam sebelum berkata


" kau yang kenapa ?" tanya Bimo balik


"maksud papa apa mama gak paham pa " ucap Nadine bingung


Bimo menghela nafas panjang sebelum berbicara


"mama memakai alat kontrasepsi kan ?" tanya Bimo


Deg


jantung Nadine serasa ingin lepas dari tempatnya


"papa tau dari mana " tanya Nadine bergetar hebat karena merasa takut karna sang suami belum pernah marah


" aku tau darimana itu idak penting mah yang papa tanyakan apa benar mama menggunakan alat kontrasepsi?" bentak Bimo membuat Nadine terlonjak kaget.

__ADS_1


sedetik kemudian menunduk ketakutan


Nadine mengangguk pelan seraya menangis


" maaf pa mama benar-benar minta maaf " ucap Nadine seraya sesenggukan


"mama kenapa lakuin itu hah apa Mama masih meragukan papa kalau papa ini bimo yang asli?" tanya Bimo.


Nadine menggeleng cepat mrndengar perkataan sang suami.


" aku hanya masih trauma pah maka dari itu mama menggunakan alat kontrasepsi" ucap Nadine seraya terisak.


bimo menghelanafas berat dan panjang sebelum berkata


" sejak kapan kau memakainya ?" tanya Bimo datar.


"apa!?" ucap Bimo terbelalak kaget karena sudah selama itu isterinya menggunakan alat tersebut tapi dirinya tak pernah merasakan apa-apa.


"pah mamah benar-benar minta maaf pah " ucsp Nadine seraya memegang tangan sang suami


tapi dengan gerakan cepat di tepis oleh Bimo


"aku mau keluar" ucap Bimo seraya pergi meninggalkan kamar.


Nadine terduduk lemas setelah sang suami pergi dia meringkuk di bawah di samping ranjang seraya memegang kedua lututnya dan menangis sejadi-jadinya.


"maafkan aku pah maafkan aku aku tidak bermaksud untuk menyakiti hatimu " ucap Nadine lirih seraya membenamkwn wajahnya di dalam lututnya.


sementara di luar, Bi Mur mendengar pertengkaran itu lanngsung bergegas membawa si kempar ke dalam kamar mereka karna tidak baik jika anak-anak sampai mendengarkan pertengkaran orang tua mereka.

__ADS_1


"ayo masuk yuk sudah malam kslian harus tidur bedok kan sekolah " ucsp Bi Mur seraya membawa si kembar ke dalam kamar.


tak lama berselang, Bimo keluar rumah mengendarai motor gede miliknya dan melaju meninggalksn rumahnya.


bersamaan dengan itu, papa Yusuf dan Mama Claudia datang untuk menemui cucu kesayanganya.


"assalamu'alaikum " ucap Papa yusuf seraya masuk ke dalam rumah.


"wa'alaikum salam " ucap Bi Mur seraya berlari menghamoiri tuan besarnya.


" kok tumben sepi bi semua pada kemana? " tanya mama Claudia


Bi Mur tampak takut-takut menjawab pertanyaan tuan dan nyonya besarnya.


" bi ada apa sebenarnya" tanya papa Yusuf


" itu tuan besar tadi nyonya dan tuan bertengkar hebat sampai teriak teriak dan tuan Bimo sampai banting pintu" ucap Bi Mur


"apa?!" ucap papa Yusuf dan mama Claudia bersamaan.


"memang apa penyebabnya bi sampai mereka bertengkar hebat?" tanya Mama Claudia.


" itu tuan, tadi kalau saya tidak salah tuan marah besar karna nyonya Nadine memakai alat kontrasepsi tanpa sepengetahuan tuan Bimo " ucap bi Mur mrnjelaskan


" yasudah nanti kita bicara dengan mereka sekarang kita menginap saja di sini " ucap Papa Yusuf.


mereka akhinya masuk ke dalam kamar dan beristirahat.


BERSAMBUNG..............

__ADS_1


__ADS_2