
pagi ini adalah hari sabtu hari dimana restaurant Nadine dan Rara libur.
karena mereka berdua ingin memberikan cuti selama dua hari bagi karyawanya yang ingin melepas lelah karena hampir setiap hari selalu padat pengunjung.
merekapun menyambut baik kebijakan dari atasanya itu.
dengan hari libur tersebut bisa mereka gunakan untuk merefresing otak.
mulai dari ketempat wisata ataupun pergi kesalon kecantikan.
karena karyawan restaurant milik Nadine di dominasi kaum hawa
jadi harus mengutamakan penampilan mereka agar pengunjung merasa nyaman.
begitupun dengan keluarga kecil Nadine yang sedang bersantai seraya melihat anak-anaknya berenang.
"sayang berenangnya udah ya ayo naik nanti kalian kedinginan" ucap Nadine m3manggil anak kembarnya yang sedang berenang bersama sang papa.
"iya mah sebentar lagi" ucap Raina seraya menyembulkan kepalanya kepermukaan air
Nadine hanya tersenyum seraya menggelengkan kepalanya dengan kelakuan sang anak yang mirip dengan aang suami.
Nadine kembali duduk seraya meminum jus jeruknya dan tiba-tiba ponselnya berdering tanda panggilan masuk.
yang ternyata dari Dirga ia segera mengangkatnya.
Nadine mengernyitkan dahi karena merasa heran melihat nama Dirga di sana.
"halo Dirga ada apa? " tanya Nadine saat telepon sudah di angkat.
"halo Nad kita bisa ketemuan gak? kita harus bisa mendamaikan kedua saudara itu gue gak mau sampai mereka tercerai berai gue udah menghubungi Roni dan Risa dan mereka setuju" ucap Dirga.
" oh ide bagus tuh Ga gue gak bisa bayangin kalau sampai mereka bertengkar terlalu lama" ucap Nadine menghela nafas.
" yasudah kita ketemuan aja di restaurant loe ya? " ucap Dirga.
"eh Ga restaurant gue lagi tutup untuk waktu weekend " ucap Nadine.
" oh tutup ya kalau gitu di restaurant Seila saja ya? " tanya Dirga.
"wah ide bagus tuh gue udah lama gue gak ketemu tuh anak" ucap Nadine antusias
"ya udah gue tutup dulu ya bye" ucap Dirga seraya menutup telponya.
Nadine menghela nafas seraya berdiri memanggil suami dan anak-anaknya.
__ADS_1
"ada apa sayang? " tanya Bimo saat mereka suda berada di tepi kolam renang.
" kita ke restaurant Seila sekarang mas aku tadi di telpon sama Dirga" ucap Nadine belum selesai karena Bimo sudah memotong ucapanya.
"apa Dirga hubungi kamu? kenapa di menghebungi kamu sayang? " tanya Bimo dengan nada tidak suka.
"ish mulai deh penyakit posesifnya kumat" ucap Nadine mendegus kesal.
" iya sayang maaf memang ada apa dia menghubungimu? " tanya Bimo.
"dia mau mendamaikan Risa dan Rara mas tadinya sih ingin ke restaurant kita tapi kita kan sedang tutup jadi Dirga saranin kita kerestaurant Seila" ucap Nadine
"oh iya aku juga sudah lama tidak bertemu dengan anak itu semenjak menikah" ucap Bimo.
"yaudah makanya ayo siap-siap" ucap Nadine seraya mengajak anak kembarnya kedalam rumah.setelah bersiap-siao, nereka segera menuju mobil pribadi mereka.
mereka terlebih dahulu mengantarkan si kembar kerumah irang tua Bimo karena orang tua Nadine berada di negara C sedang mengurusi bisnis keluarga nereka.
"mah aku titip anak-anak ya " ucap Nadine saat mereka sudah berada di kediaman orang tua Bimo.
" iya sayang kalian berdua tenang saja mereka aman kok di sini" ucap Mama Claudia.
"Mah pah pengen ikut" rengek si kembar pada orang tuanya.
"sayang jangan sekarang ya nanti mamah bawain brownis kesukaan kalian " ucap Nadine.
" iya sayang" ucap Nadine tersenyum.
"lagian kenapa gak kamu ajak aja sih mereka? " tanya Papa Yusuf.
"gak papa sih pah cuma nanti takut mereka bosen karena pasti kita akan memakan waktu lama" ucap Nadine.
"yasudah kalau begitu kalian hati-hati salam buat Seila suruh dia main kesini lagi semenjak menikah gak pernah lagi kemari " omel mama Claudia.
" iya nah nanti kita sampaikan yasudah kami berangkat assalamu'alaikum" ucap Bimo seraya menyalami kedua orang tuanya.
"wa'alaikum salam " ucap Papa dan Mama seraya menutup pintu.
mereka segera menuju mobil dan segera nenjalankanya menuju ke tempat tujuan.
sesampainya di restaurant milik Seila mereka segera di antar oleh pelayan menuju ruang vvip.
disana ternyata sudah berkumpul semua.
"maaf ya kita terlambat" ucap Nadine seraya duduk di kursi yang masih kosong di ikuti oleh sang suami.
__ADS_1
"gak masalah kita juga baru datang kok Nad jadi santai saja " ucap Risa.
setelah berbasa basi mereka segera menuju keacara inti.
"Risa, sayang sekarang kalian mulailah apa yang mau kalian mulai" ucap Dirga pada dua wanita yang sedang berdiam diri itu.
"emm Ra gu-gue minta maaf gue gwk bermaksud buat kecewain loe apalagi bikin loe gak dianggep bukan begitu maksud gue" ucap Risa menggenggam tangan sang saudara kembarnya.
Rara masih betah dengan sikap diamnya itu
"gue cuma gak mau aja ngerepotin kalian lagi karena tanggung jawab gue s3karang ada pada Roni suami gue dan soal Nadine yang bantu gue itu semua hanya kebetulan aja " ucap Risa seraya sesenggukan.
dan Rara masih dalam mode silentnya yang membuat Risa semakin merasa bersalah.
"ok kalau loe gak mau maafin gue gue gak papa kalau begitu gue sama Roni permisi " ucap Risa seraya nenarik tangan suaminya.
" tunggu! " ucap seseorang yang membuat Risa dan Roni menghentikan langkahnya.
mereka menoleh kearah sumber suara yang ternyata Rara sedang berlari dan segera memeluk saudara kembarnya itu.
Risa tampak terkejut namun segera ia membalas pelukan saudara kembarnya itu.
"maaf " ucap Rara lirih saat mereka sudah melepaskan pelukanya.
"gak loe gak salah seharudnya gue yang minta maaf karena gak terbuka sama loe sebagai saudara gue" ucap Risa.
"loe harus janji satu hal sama gue apapun masalah loe loe harus kasih kabar ke gue" ucap Rara.
"iya bawel gue janji" ucap Risa tersenyum seraya menautkan jari kel,ingkingnya dengan kelingking Rara.
"jadi kita baikan nih? " tanya Risa diangguki oleh Rara.
akhirnya mereka berpelikan dengan rasa bahagia
" ye akhirnya kalian baikan juga kita seneng melihatnya" ucap Nadine.
"makasih ya Nad pak Bimo karena kqlian udah bantuin Risa maaf jika gue kemarin merasa cemburu" ucap Rara.
" elah kayak sama siapa aja yang penting kalian sudah berdamai dan gak musuhan lagi gue udah seneng kok " ucap Nadine tersenyum.
mereka akhirnya tertawa bersama dan mulai acara makan bersama.
di tengah acara makan, mereka semua di buat penasaran dengan dentingan lonceng samping pintu pertanda ada orang yang akan memasuki ruangan.
tak lama, muncul lah seorang wanita cantik yang memakai dres warna putih hitam berlengan panjang menghampiri mereka semua.
__ADS_1
BERSAMBUNG.......