
pagi ini, di hotel berbintang di kota B tengah berlangsung acara pernikahan.
setelah m3nunaikan ibadah sholat subuh Nadine s3gera mempersiapkan sarapan untuk keluarga kecilnya.
ia memasak opor ayam kesukaan si kembar.
setrlah selesai memasak,ia menuju kamar untuk mandi kemudian berdiap-siap karna acaranya di mulai pada pukul sembilan pagi.
namun Nadine sudah harus berada di hotel sekitar pukul delapan pagi.
ia dan Rara di tunjuk menjadi pengiring pengantin wanita dan Bimo menjadi pengiring pengantin pria.
CEKLEK.
pintu di buka dan Nadine masuk kedalam kamar untuk mandi karena sekarang sudah menunjukan pukul setengah tujuh pagi.
tiba-tiba....
Hap
sebuah tangan kekar melingkar di pinggang ramping Nadine.
"astaghfirullah pah ih kebiasaan deh selalu ngagetin aja" ucap Nadine seraya mengelus dada.
"hehehe maaf sayang" ucap Bimo seraya mengecup pipi sang isteri.
"lepas ih pa mau mandi nanti kita telat kesananya" ucap Nadine seraya melepas pelukan suaminya dan berjalan menuju kamar mandi.
"Bimo menghela nafas berat niatnya untuk bermesraan dengan sang isteri gagal sudah.
tapi Bimo tidak akan semudah itu menyerah.
secepat kilat ia memeluk sang isteri dari belakang dan berbisik.
" kita mandi bareng yuk" ucap Bimo manja
"gak ah nanti kalau mandi bareng kita bisa terlambat pah sekarang saja sedah jam tujuh kurang " ucap Nadine seraya menunjuk kearah jam dinding.
Bimo menghela nafas panjang mendengar penuturan sang isteri.
kemudian ia melepaskan pelukanya dan berjalan kearah tempat tidur.
Nadine yang melihat itu, menyadari jika sang suami sedang merajuk segera menghampiri sang suami
__ADS_1
"pah maaf ya tapi kita benar-benar harus kesana sekarang nanti setelah pulang dari sana aku janji " ucap Nadine seraya tersenyun dan mengecup pipi sang suami.
Bimo merasa senang dan kemudian tersenyum seraya mengecup bibir sang isteri dengan lembut.
"sudah yuk nanti telat kita" ucap Nadine.
kemudian, ia berjalan menuju kamar mandi.
sementara Bimo membangunkan anak-anaknya.
sekitar tiga puluh menit mereka sudah berada di dalam mobil setelah m3ngantarkan anak kembar mereka kesekolah.
Nadine memakai dres warna merah dengan ekor panjang.
sementara Bimo memakai jas berwarna senada
" sayang nanti kita mampir ya kesana aku mau beli sesuatu" ucap Bimo seraya mrnunjuk toko sepatu pria yang berada di seberang jalan.
Nadine hanya mengangguk seraya tersenyum
mereka turun dari mobil dan menjadi pusat perhatian
N
Nadine dan Bimo masuk keruang gedung mereka semua terpana dengan keserasian mereka.
tak lama,Rara datang menghwmpiri Nadine dan Dirga menghampiri Bimo.
"syukurlah kalian udah datang aku kira kalian gak jadi datang" ucap Rara senang.
"hehe maaf ya kita trlat soalnya mengantar anak-anak sekolah" ucap Nadine.
mereka segera ketempat masing-masing.
Nadine dan Rara s3gera menuju kamar rias Risa
"wah loe cantik banget Ris" ucap Nadine kagum.
__ADS_1
"hehehe makasih sayang " ucap Risa tersenyum senang.
tak lama, terdengar kata SAH dari luar itu tandanya merrka sudah sah menjadi suami isteri.
Rara berkaca-kaca karna sebentar lagi akan di tinggal saudara kembarnya.
" emmh gue gak nyangka kita akan berpisah seperti ini" ucap Rara seraya berlinang air mata.
Nadine dan Risa yang melihat itupun ikut menangis.
"iih apaan sih kita kan masih bisa ketemu di kampus " ucap Risa seraya tersenyum.
"janji ya pokoknya loe harus sering-sering ke rumah kita" ucap Rara seraya mengacungkan jari kelingking.
" iya bawel janji" ucap Risa tersenyum.
" ya udah ayo turun" ucap Nadine seraya menggandeng tangan Risa.
mereka turun kebawah memakai gaun berwarna merah maroon.
semua mata tertuju pada ketiga wanita itu.
paras mereka yang cantik menghipnotis para twmu yang hadir di sana.
saa5 menuju tangga teraklr Bimo, Dirga dan Roni menghamiri para bidadari mereka.
semua mata menatap kagum ke arah mereka.
Drescodenya adalah warna merah dan sekarang adalah sesi dansa.
mereka dansa dengan pasangan masing-masing.
selesai dansa, Dimas dan Seila datang menghampiri mereka juga di undqng oleh Risa dan Roni.
"selamat ya kak Risa akhirnya sah juga"ucap Seila seraya mrmelik Risa.
"makasih Seila kapan nyusul" ucap Risa menggoda.
"emm kapan ya? kapan-kapan deh kalau gak lupa " ucap Seila tertawa.
Sementara Dimas hanya tersenyum memandang pujaanya itu.
BERSAMBUNG....................
__ADS_1