Suami KeduaKu Artis Idola

Suami KeduaKu Artis Idola
modus


__ADS_3

Waktu telah menunjukkan pukul tujuh malam. Arini masih tertahan di lokasi syuting menunggu Tirta. Sesuai janji pemuda itu akan mengantarnya pulang setelah pekerjaannya selesai namun hingga malam telah menyambut pengambilan adegan belum juga selesai.


Arini duduk memperhatikan proses syuting dari jauh sesekali terkekeh pelan melihat semua idolanya berkumpul. Menjalani adegan di mana dalam cerita, peran utama perempuan sedang berada di teras rumah memarahi semua orang yang berkumpul di rumah. Expresi wajah tiga pemuda tampan idolanya terlihat sangat menggemaskan saat Marsya Ayunda memarahi mereka. Akan tetapi Sayang sekali Arini belum bisa bertemu langsung dengan Ricard Sebastian dan mendapatkan tanda tangannya karena artis berwajah bule itu sibuk.


Satu adegan telah terlewat lagi, terlihat pelaku peran mulai berhambur pergi dari lokasi, termasuk Tirta melangkah ke arah Arini, terlihat gurat lelah terpencar dari wajahnya. Arini bangun dari duduknya mempersilahkan artis untuk duduk di kursi lipat yang telah di tempati sejak tadi.


“Kamu bosan menunggu?” tanya Tirta duduk di tempat Arini, setelah menerima botol minuman yang di sodorkan oleh Arini yang saat ini menggantikan sementara tugas Rian.


“Akting kakak hebat,” puji Arini dengan senyum ceria menaikkan dua jempolnya .


“Akting diam dan sedikit bicara seperti itu sangat mudah bagiku,” balasnya dengan berbangga diri lalu menenggak minuman.


Arini yang berdiri di hadapan Tirta kembali melihat jam yang melingkar di tangannya. Dia harus segera pulang semua orang pasti menunggunya pulang walau pun tadi dia sudah meminta izin.


“Kak udah malam saya harus pulang,” kata Arini.


 Wajah Tirta selalu berubah tak rela jika Arini meminta untuk pulang sungguh ia selalu ingin dekat dengan Arini. setelah beberapa hari baru kali ini dia bertemu lagi. Rasanya berat melepaskan gadis ini. “Tapi aku belum selesai syuting, aku tidak bisa mengantarmu pulang sekarang,” ucap Tirta mencoba menahan Arini.


“Ngak apa-apa, kakak ngak perlu mengantar saya. Saya pulang sendiri saja naik taksi.”


Tirta bangkit dari duduknya menarik bahu Arini untuk duduk dikursinya. “Ngak perlu naik kendaraan online. aku khawatir ntar kamu di culik, aku yang menjemputmu jadi harus aku yang harus mengantarmu pulang. Tunggulah sebentar lagi,” bujuk Tirta dengan sejuta alasan menahan Arini agar tidak pulang.


“Baik kak, saya akan menunggu.” Arini mengangguk apa salahnya menunggu sedikit lagi.


Senyum penuh kemenangan tersemat dari wajah tampan Tirta, lagi-lagi dia bisa menahan Arini untuk tetap bersamanya.


\


Sudah beberapa kali Arini menerima telepon dari mertua maupun neneknya. Mempertanyakan menapa dia pulang dan jawabannya selalu sama menunggu pekerjaan Tirta selesai. Sudah beberapa kali juga Arini pamit namun pemuda itu selalu menyuruhnya dengan alasan sebentar lagi semua akan selesai namun hingga waktu telah menujukan pukul sebelas malam Arini masih menunggu.

__ADS_1


Proses pengambilan gambar kembali telah selesai. Tirta pun menghampirinya.


“Sudah selesai kak?” Arini bangun dari duduknya.


“Iya,” ucap Tirta terlihat sangat lelah begitu pun dengan Arini.


“Jadi kita sudah bisa pulang?” Arini menarik napas lega akhirnya dia bisa pulang.


“Tapi ini sudah larut malam untuk mengantarmu pulang ke rumah,” alibi Tirta melakukan seribu cara.


“Lebih baik kamu menginap di rumahku,” tawar Tirta tidak kehabisan akal menciptakan modus baru. Ini adalah tujuan utama Tirta menahan Arini sejak tadi. Ia ingin membawa istrinya itu pulang ke rumahnya.


“Menginap di rumah kakak?” tanya Arini dengan alis terangkat.


“Iya untuk malam ini menginap saja di rumahku. Lagi pula di rumah sudah banyak kado dari fans yang belum terbuka. Kamu bisa membantuku untuk membereskan kado fans seperti dulu.” Ada-ada saja alasan pemuda ini untuk membujuk Arini, bahkan sangat tahu selain bertemu artis, gadis ini juga suka membuka kado dari fans.


“Emmm.” Tirta berdehem dengan gaya menaruh tangannya di saku celana mencoba bersikap cool menyembunyikan gerak-gerik penuh harapnya.


“Kado dari fans yang bernama Tita pasti udah banyak,” seru Arini.


“Iya, semuanya untuk kamu,” tambah Tirta.


Arini berpikir sejenak menimbang dan akhirnya mengangguk.


“Baiklah. Saya akan menginap di rumah kakak.”


Tirta seketika mengalihkan pandangannya ke sembarang arah tidak ingin Arini melihat wajahnya yang sangat senang hingga melipat bibirnya dalam menahan diri ingin rasanya berseru yess akan keberhasilannya. Malam ini dia akan menghabiskan malam bersama Arini.


“Tapi, saya harus menelepon ibu dulu jika saya menginap di rumah kakak,” izin Arini lalu meraih ponselnya di saku celana.

__ADS_1


Tirta hanya mengangguk tanda mempersilahkan.


“Malam ini kita menghabiskan malam bersama,” batin Tirta dengan senyum seringai semua telah di rencanakan oleh Tirta.


 


 


 


Dasar modus ...


Gengsi di gedein ...


Makasih loh sama tiang listrik gue ...


Ini juga perempuan norak banget kalau udah menyangkut artis. Lupa diri.


 


Yaelah Thor namanya juga ketemu artis yang noraklah emang Kamu kalau ketemu artis gimana thor? Gaya kamu?


Kalau aku ya . .....teriak kencang kaya Raralah  Dilan!!!!!!!!!


 


Lebih norak elulah dari pada Arini dong.


Iya ya?

__ADS_1


__ADS_2