Suami KeduaKu Artis Idola

Suami KeduaKu Artis Idola
pernyataan


__ADS_3

Tirta telah berada di depan kamar Arini, memegang handle pintu, menekannya kemudian mendorong benda persegi yang terbuat dari kayu dengan keras. Alis pemuda ini mengernyit saat mendapati kamar kosong.


“Ke mana dia?” gumamnya terus melangkah semakin dalam sambil mengedarkan pandangannya pada seluruh ruangan mencari keberadaan Arini.


Semua sudut kamar telah Tirta telusuri mencari keberadaan Arini. Hingga manik matanya tertuju pada foto Arini dan Andra yang terpajang di dinding. Tirta tersadar jika ini adalah kamar Andra. Mungkin kah Arini menjalankan pesannya dulu? Itu pikirnya. Jika Arini pindah ke kamar yang di tempatinya dulu. Pemuda ini langsung melangkah keluar dari kamar Andra menuju kamarnya.


Tirta menyentak pintu terbuka hingga suaranya membuat Arini terjengkit kaget, mengarahkan pangannya ke arah pintu. Sudut bibir Tirta tertarik ada kelegaan saat menemukan gadis yang ia cintai duduk di sofa sedang membaca buku. Ia tidak menyangka Arini benar menuruti perkataannya untuk pindah ke kamarnya.


“Kakak Dilan.” Arini bangun dari duduknya menatap heran pemuda tinggi yang baru saja masuk ke dalam kamar. Mengapa sang artis tiba-tiba datang?


“Ayo ikut aku!” Tirta menarik tangan Arini untuk pergi secepatnya dari rumah sebelum ada yang menghalanginya.


Arini hanya diam di tempat enggan melangkah. “Ke mana kak?” tanya Arini tak mengerti dengan sikap Tirta yang terlihat tergesa-gesa.


Tirta berbalik menatap Arini. “Ke rumahku mulai saat ini kita akan tinggal bersama!”


“Tinggal bersama!” Arini tercengang mendengar ucapan Tirta.


“Tentu saja kita sudah menikah, kamu adalah istriku. Kamu harus ikut denganku!” ucap Tirta dengan nada datar.


“Tapi kak, Kita tinggal bersama itu hanya menambah masalah kakak. Saya hanya bisa membuat nama baik kakak buruk,” tolak Arini sungguh pemberitaan yang berkembang di media begitu mempengaruhinya merasa tidak pantas berdekatan dengan seorang Dilan Magika.


“Aku tidak peduli, jangan pedulikan omongan orang. Pokoknya sekarang kamu harus ikut aku.” Tirta kembali menarik tangan Arini untuk ikut bersamanya sebelum ayahnya datang menghalangi.


“Saya harus tetap di sini menjaga nenek. Nenek membutuhkan saya.” Arini melemparkan alibi lagi agar tetap berada di rumah ini namun Tirta tak menghiraukan masih saja menariknya untuk pergi dari rumah.

__ADS_1


“Aku suamimu! Aku juga membutuhkanmu!”


Tarikan tangan yang semakin keras itu membuat tubuh Arini terhuyung ikut melangkah di belakang Tirta. “Tolong kak kita tidak bisa tinggal bersama! karier kakak akan hancur!” suara Arini terdengar lirih meminta di lepaskan.


Kesabaran Arini mulai habis setelah semua alibinya tak menghentikan Tirta.


“Kak Dilan!” bentak Arini mulai kesal langkah itu terhenti. “Tolong hentikan jangan buat saya berpikir bahwa kakak mencintai saya!” sentak Arini menarik tangannya dengan keras. Pikiran inilah yang terus mengudara dalam kepalanya beberapa hari ini tentang perubahan sikap Tirta padanya.


Sejenak Tirta tertegun mendengar bentakan Arini tentang perasaannya kemudian berbalik menatap Arini yang menaikkan dagunya seakan menantangnya. Pemuda ini tersenyum miring menatap dingin ke arah gadis polos yang telah berani mentangnya.


“Memangnya kenapa kalau iya! Apa yang salah?” tekan Tirta menatap tajam.


Arini terpaku mendengar jawaban Tirta sungguh di luar dugaan keberanian itu seketika hilang. Jantungnya terpompa memacu cepat, membuatnya seakan tidak bisa bernapas.


Tirta menarik napas panjang melangkah mendekat ke arah Arini yang masih berdiri terdiam menundukkan kepalanya. Tangan kanan Tirta terulur melingkar di pinggang Arini kemudian menarik tubuh itu semakin dekat. Arini mendongak sekilas menatap wajah dingin Tirta lalu kembali membuang pandangannya. Tirta memeluk tubuh istrinya mendekatkan wajahnya di daun telinganya, hingga Arini bisa merasakan deru napas hangat menerpa membuat tubuh Arini meremang.


Deg ...


Arini mematung dalam dekapan Tirta. Entah sudah seperti apa debaran jantungnya seakan ingin lompat keluar mendengar sang idola mengatakan cinta padanya. Hatinya bergemuru seakan tak percaya jika artis top Dilan Magika mencintainya.


Sedangkan Tirta benteng harga diri yang dia bangun begitu kokoh kini roboh juga. Senyum terkembang di wajah pemuda tampan ini, karena telah mengungkap cinta yang selama ini dia pendam, perasaan lega menyeruak dalam hati lalu Mempererat rengkuhannya menghirup aroma tubuh Arini yang semakin membuat perasaannya membuncah.


Tirta melepas rengkuhannya menatap wajah merona Arini, ia tersenyum lucu melihat expresi gadis ini yang pasti sangat tegang menerima pengakuan cinta darinya.


“Ikutlah bersamaku! Aku akan membahagiakanmu!” ucap Tirta mengecup bibir Arini sekilas.

__ADS_1


Tirta kembali meraih pergelangan tangan Arini, hingga gadis ini kini terhuyung mengikuti langkah Tirta tak ada lagi penolakan. Senyum penuh kemenangan terbit dari wajah pemuda ini saat Arini telah mau ikut bersamanya.


 


 


yaelah Arini makanya jangan nantangin kaget sendirikan!!!!!


 


 


 


 


 


 


 


 


 

__ADS_1


 


__ADS_2