Suami KeduaKu Artis Idola

Suami KeduaKu Artis Idola
tanda bibir


__ADS_3

Sudah seminggu lamanya, wajah Arini bersama Dilan Magika berseliweran di layar kaca. Setelah pengakuan Tirta di hadapan media tentang pernikahannya yang menghebohkan dunia hiburan. Banyak yang menyayangkan jika artis top nomor satu idola kaum hawa ini telah menikah dengan perempuan biasa dan bukan dari kalangan artis sekelas Marsya Ayunda atau pun anak pengusaha yang lebih pantas mendampingi si artis. Sungguh pilihan yang mengecewakan menurut pendapat mereka, namun tidak bagi Tirta dia sangat beruntung memiliki Arini di sisinya.


Pagi menyambut cahaya hangat mentari masuk melalui celah jendela yang menyilaukan mata. Telah seminggu wajah lelap Tirta menghiasi pagi saat Arini membuka mata. Arini menarik sudut bibirnya serasa bagai mimpi idolanya berada di sampingnya, memeluk tubuhnya erat. Bahkan jika mengingat malam panas dan bergairah yang dia lalui setiap malam bersama suami idolanya membuat wajahnya bersemu. Ya layaknya pengantin baru setiap malam dan tidak cukup sekali dia menerima gempuran dari suaminya membuatnya selalu tergeletak lemas tak berdaya.


Arini menyudahi menatap wajah tampan itu, jika ketahuan dia terpukau melihat suaminya, sebagai idola lagi maka dia akan mendapatkan hukum yaitu tanda bibir dari Tirta dan beberapa hari ini dia selalu lupa dan terus mendapatkan tanda bibir, yang terkadang kebablasan membuatnya kembali bergumul di ranjang.


Arini bangun menarik selimut hingga ke dada menutupi tubuh polos sambil mencari pakaian yang telah di campak sembarangan oleh Tirta, setelahnya bangkit perlahan sebelum Tirta terbangun lalu menyerangnya lagi, karena suaminya tidak akan ada puasnya melakukan penyatuhan dengannya.


Hari ini Arini akan kembali masuk ke kampus setelah merasa berita pernikahannya dengan Dilan Magika telah sedikit meredup.


Kini Arini telah berada di dapur menyiapkan sarapan untuknya dan suaminya, menjalani hari seperti dulu memasak untuk sang artis.


Setelah bergelung dengan bahan makan, sarapan telah siap berupa sepiring nasi goreng untuknya dan omelet sayur untuk sang artis yang selalu menjaga penampilan telah terhidang di meja.


Arini tersentak saat menata meja makan tiba-tiba tangan kokoh melingkar di pinggangnya, memeluknya dari belakang. Aroma parfum melekat di penciuman Arini, tanda jika suaminya ini pasti telah rapi dan dalam keadaan ganteng maksimal.


“Kak Dilan!” Arini menggeliat geli saat Tirta menghujani pipinya dengan ciuman bertubi-tubi, dia belum terbiasa dengan semua sentuhan ini.


“Kenapa ngak banguni aku,” ucap Tirta.


“Kakak tidur pulas sekali, saya ngak tega! Banguni kakak!”


Tirta semakin mengendus aroma tubuh Arini yang menenangkan hati.


“Ayo sarapan, saya harus ke kampus.”


Tirta melepaskan pelukannya menatap Arini dengan alis mengernyit. “Kamu sudah mau ke kampus? Kamu ngak apa-apa.” Wajah tampan itu terlihat cemas.


“Ngak apa-apa kak?” Arini mengulas senyum lalu menarik kursi untuk Tirta duduk.


Mereka pun duduk berdampingan Arini menyodorkan piring sarapan Tirta. Pasangan ini mulai makan dengan menu masing-masing.


“Baiklah. Aku akan mengantarkanmu ke kampus.”

__ADS_1


“Jangan kak, bagaimana jika nanti mahasiswa kampus tahu, saya di antar Dilan Magika mereka pasti mengepung kakak meminta foto,” ujar Arini tidak ingin terjadi keheboan di kampusnya sama seperti saat itu.


“Ngak masalah, yang penting aku mengantar istriku tersayang ke kampus.”


Sendok yang di pegang Arini terjatuh hingga menimbulkan dentingan saat mendengar kata istriku tersayang dari idolanya. Lagi Arini tertegun menatap Tirta seakan terpukau. Tirta yang melihat manik mata Arini, menyeringai sebuah kesempatan untuk mengingatkan Arini siapa dirinya jika dia suami bukan idola, ia tahu tatapan itu lalu dengan cepat memajukan wajahnya, menarik tengkuk Arini menyambar bibir istrinya, dia mellumatnya, menyesapnya dengan gelora membuat Arini membulatkan mata, kini dia kembali mendapatkan tanda bibir dari suami idolanya.


Tirta melepaskan tautannya. Tirta menempelkan keningnya di kening istrinya, napas mereka terengah-engah berlomba meraup oksigen sebanyak-banyaknya.


“Kenapa kamu selalu lupa aku suamimu!” tekan Tirta dengan suara terdengar berat mengusap bibir Arini dengan ibu jari. Ah gairahnya telah bangkit lagi di pagi hari karena tanda bibir untuk Arini. Ia merasa ada sesak di pangkal pahanya, andai tidak teringat Arini akan ke kampus sudah di pastikan dia akan menggendongnya ke kamar melanjutkan tanda bibir ini. Ah dia benar-benar ingin selalu membuat Arini mendesah nikmat dalam kungkungannya.


Wajah Arini merona lagi-lagi dia mendapatkan tanda bibir yang membuat jantungnya seakan ingin terhempas keluar. Duh rasanya tubuhnya lemas.


Pasangan ini pun makan dalam keheningan sudah seminggu mereka tinggal seatap sebagai suami istri namun masih terasa canggung. Arini yang sering lupa jika Dilan Magika adalah suaminya dan Tirta terus mencoba membuat Arini terbiasa memandangnya sebagai suami.


****


Mobil mewah Tirta telah menepi di depan gerbang kampus. Arini menatap suasana sekeliling terlihat banyak mahasiswa lalu lalang. Ia sangat gugup ini pertama kalinya dia menginjakkan kaki ke kampus setelah semua orang tahu dia istri Dilan Magika, entah bagaimana mereka akan memandangnya.


“Kamu yakin, ngak mau aku antar masuk?” tanya Tirta yang melihat raut cemas terbingkai dari wajah cantik Arini.


Arini melepaskan sabuk pengaman yang mengikat tubuhnya membuka pintu kemudian melangkah turun.


Tirta yang melihat istrinya melangkah ragu, akhirnya memutuskan keluar dari mobil.


“Tunggu!” Arini menghentikan langkahnya, Tirta pun mendekat. “Hubungi aku jika ada yang mengganggumu!” kata Tirta mengelus puncak kepala Arini. Gadis ini hanya mengangguk mengembangkan senyuman.


“Dilan Magika!” teriakan menggema dari mahasiswa yang melihat sang artis bersama Arini.


“Ahhhh!!! Dilan Magika!!!” keheboan terjadi dalam sekejap mereka telah mengerubuni Tirta dan Arini.


“Masuklah,” ucap Tirta dia kan mengalihkan perhatian mahasiswa agar tidak terpaku oleh Arini.


“Boleh minta foto kakak!” Tirta mengangguk mengembangkan senyuman.

__ADS_1


Sang artis pun melayani para mahasiswa kampus yang sangat antusias untuk foto bersama. Tirta menghela napas berat saat Arini tidak melangkah sedikit pun, malah terpukau di hadapannya, bersama deretan para mahasiswa, seakan ingin bergabung dengan para fans untuk meminta tanda tangan dan foto bersama artis Dilan Magika. Dan lagi jiwa norak artis Arini kembali bangkit gemas melihat artis idolanya.


“Masuklah, kamu ingin aku memberimu tanda bibir di sini, di hadapan mahasiswa kampus,” ancam Tirta mengetuk bibirnya dengan telunjuk lalu melangkah maju.


Arini tersentak menutup mulutnya, artis ini tidak akan main-main dengan ucapannya, bisa gawat jika dia mendapatkan tanda bibir di hadapan semua orang, dia bisa kembali masuk dalam berita Dilan Magika mencium istrinya di depan umum. Sebelum itu terjadi Arini bergegas meninggalkan Tirta masuk ke dalam kampus.


 


 


 


 


Astaga aku lupa up date ... aku dapat tanda bibir ngak ya?


jeng kunti:Kagak ada tanda bibir, yang ada tanda tampolan buat loe mau ....


Ya elah galak banget, ikut mulu lagi ....


 


 


 


 


 


 


 

__ADS_1


 


__ADS_2