Suami KeduaKu Artis Idola

Suami KeduaKu Artis Idola
heboh di kampus


__ADS_3

Perasaan sedih yang meresapi hati tentang kabar Andra membuat Tirta membutuhkan penghibur lara.


Rian yang tahu Tirta tidak baik-baik saja memberinya kelonggaran untuk  menenangkan diri.


Mendapatkan libur pemuda ini mencoba menghabiskan waktu dengan istrinya, agar kesedihan itu berkurang. Namun apa yang terjadi saat ia mencoba menjemput Arini di kampusnya sungguh pemandangan yang membuatnya murka. Di depan mata kepalanya, dia melihat bagaimana perempuan yang di cintainya itu mendapatkan penghinaan dan hanya diam saja.


 Ya Tirta telah melihat bagaimana beratnya Arini menjalani hari-hari di kampus dan mendapatkan cibiran sebagai janda.


“Jaga mulutmu! Siapa yang kau bilang janda!!!” Suara Tirta meninggi, mengarahkan tatapan mematikan pada perempuan yang mengina istrinya janda


Suara teriakan Rara yang menggema saat melihat artis top itu berada di hadapannya, membuat jika norak artisnya meronta, walau pun telah bertemu dengan si artis, dia masih saja menggila. Sama seperti Rara, Selly pun berdecak kagum melihat artis idola di hadapannya.


Jerita Rara telah sukses membuat semua perhatian teralihkan pada mereka, namun orang-orang belum menyadari jika pria berkaca mata dan bertopi itu adalah artis top idola.


“Kak Dilan!” sapa Arini gelagapan dengan cepat bangkit dari duduknya mengetahui artis ini datang ke kampusnya. Berdiri di samping Tirta yang mengarahkan manik matanya yang terbungkus kacamata mata hitam itu pada Selly dan Gio.


“Kak Dilan kenapa kesini,” bisik Arini melihat situasi mulai tidak aman. Tirta bisa di kerubuti fans sekampus jika pemuda ini masih berada di sini.


“Ayo pergi dari sini.” Arini mendorong tubuh tinggi yang melipat tangan di dada itu untuk berbalik dan pergi.


“Tidak!” Tirta tidak bergeming di tempatnya.


“Jadi begini cara mereka memandangmu!” bentak Tirta semakin mengeraskan suaranya. Pandangannya lurus ke depan, sudah tidak dapat menahan emosi lagi. Arini menjadi gentar baru kali ini dia melihat Tirta semarah ini.


Selly yang tadinya menatap kagum seketika cicit, ketika amarah itu tertuju padanya.


“Kak Dilan sudah! Ayo pergi.” Arini terus berupaya agar Tirta meninggalkan tempat ini dan tidak memancing kehebohan.


“Kau selalu di hina dan kau diam saja!” Kini ucapan itu untuk Arini.


Tirta mengarahkan jari telunjuknya pada Selly. “Asal kau tahu dia bukan janda!” bentaknya.


Tirta merangkul pundak Arini semakin mendekat padanya. “Dia istriku!” akui Tirta di hadapan Selly dan Gio, memeluk Arini dengan posesif menunjukkan kepemilikannya. Ya dari guratan blasteran pemuda yang ada di hadapannya itu, dia bisa tahu jika dia pasti adik Ricard. Lelaki lain yang juga memuja dan berharap cinta istrinya.


Gaungan suara bentakan terdengar, membuat semua orang tercengang, tidak terkecuali Arini yang mendengar pengakuan itu. Darahnya seakan berhenti mengalir. Tirta mengakuinya di hadapan semua orang. Rahasia yang selama ini tersimpan terbongkar sudah.


Mahasiswa yang tadinya hanya duduk di kantin memperhatikan dari jauh, sambil menyantap makanan kini mulai kepo, berkerumun penasaran melihat siapa lelaki yang mengakui Arini sebagai suami.


“Ingat ini baik-baik! Arini adalah istriku. Dia istri dari Dilan Magika!” tekan Tirta pada Selly dan Gio. Rara yang juga berada di antara mereka, rahangnya seakan ingin jatuh mendengar Tirta dengan berani mengakui Arini sebagai istrinya di hadapan semua orang.


Duh keren banget! raungnya dalam hati.


“Jika ada yang macam-macan dengannya maka akan berurusan denganku!” ancamnya.

__ADS_1


“Kak sudah.” Arini mengarahkan pandangannya pada orang yang telah ramai mengeliling mereka.


“Dan kau! Jika aku tahu kau memanggil istriku dengan sebutan janda lagi. Aku tidak segan akan merobek mulutmu itu!” ancam Tirta membuat Selly semakin bergetar.


Entah sudah sepucat apa wajah Selly tubuhnya bergetar menerima kemurkaan dari sang artis. Apalagi mengetahui fakta jika Arini, perempuan yang paling dia benci memiliki suami artis idola semua kalangan. Dia salah telah memandang remeh Arini. Sungguh rasanya ia ingin menenggelamkan diri di dasar bumi terdalam karena malu. Ia di bentak oleh suami Arini di depan banyak mahasiswa yang hanya menonton.


“Wah dia Dilan Magika, artis terkenal itu!” bisik kagum dari mahasiswa yang berkerumun telah mengetahui Tirta.


“Dilan Magika telah menikah dengan Arini.”


 “Wah ... ternyata dia bukan janda! Hebat suami Arini Dilan Magika!” decak kagum terdengar dari mereka. Kalimat menimpali terus  bersaut-sautan.


Arini semakin panik banyak mahasiswa  berdatangan dan menyadari jika lelaki yang merangkulnya erat adalah Dilan Magika. Tak membuang kesempatan mereka mengarahkan kamera ponselnya mengambil gambir artis idolanya.


“Ingat Itu! Jangan mengganggu istriku lagi! Aku akan tidak main-main dengan ancamanku!”


“Ayo pergi!” Tirta membawa Arini pergi dari kantin kampus yang telah heboh karenanya.


Ahhhh ... Dilan Magika ....


Suara teriakan telah bergaung dari para gadis-gadis yang menggila Tirta saat mereka melangkah pergi. Kejaran mahasiswi mengikuti langkah mereka. Sambil mengambil gambar, seketika berita kedatangan artis Dilan Magika ke kampus membuat heboh seluruh kampus. mereka Mengejarnya untuk meminta foto bersamanya.


“Aaaaaa Dilannnnnn!! Jerit histeris menggema.


Tirta terus melangkah merangkul Arini melindungi tubuh istrinya yang terhimpit dari fans yang berkerumun ingin mengambil fotonya.


Tubuh Selly ambruk terduduk di kursi. Rasanya dia tidak bisa merasakan kakinya.


“Tidak mungkin! Suaminya artis Dilan Magika,” decak Selly memukul meja pelan dengak kepalan tangannya.


“Emang iya, kamu aja yang sok tahu, ngatain Arini janda tanpa bukti! Makanya tuh mulut di jaga!” sembur Rara, Senyum seringai terbit dari wajahnya. Ia pun tersenyum puas melihat gadis sombong ini bergetar di hadapan Dilan Magika.


“Apa benar?” tanya Gio menatap Rara lekat, memasang wajah kecewa, dia berharap itu bohong.


“Benar Gio, Arini bukanlah janda. Dilan Magika adalah suami Arini,” jelas Rara.


Mendengar itu Gio mendesah kasar lalu berbalik meninggalkan Rara dan Selly. Menyeret langkah tak bersemangat, pupus sudah harapannya bersama Arini.


Rara kembali pada Selly yang masih duduk tertunduk, mengepalkan tangannya.


“Gimana Sel! Arini keren kan bisa punya suami artis, ganteng banget lagi,” ledek Rara rasanya dia ingin terus merecokik gadis ini sampai dia puas.


“Arini hebatkan bisa membuat Dilan Magika bertekuk lutut! Kamu liat, dia akui istri di depan semua orang, keren banget!” tambah Rara gemas dengan expresi di buat berlebihan terus memancing kemarahan Selly.

__ADS_1


Prak ...


“Diam kau!” selly menggebrak meja lalu berdiri meninggalkan Rara.


“Sel kamu ngak mau nitip tanda tangan sama Arini,” panggil Rara dengan ledekan Setelahnya terkekeh puas, sungguh dia sangat puas melihat gadis sombong ini mati kutu di hadapan suami Arini.


Arini dan Tirta akhirnya telah berhasil masuk ke dalam mobil dengan bantuan beberapa orang penjaga kampus. Itu pun Gadis-gadis kampus masih berkerumun di luar mobil, berteriak memanggil nama Dilan, sambil mengetuk kaca kendaraan mewah itu dengan ponsel di tangan untuk meminta foto bersama. Hari ini sang artis benar-benar  membuat kekacauan di kampusnya. Entah bagaimana besok Arini menghadapi mereka semua.


Tirta mengendarai mobilnya pergi meninggalkan gedung kampus.


“Kamu ini, mengapa kamu cuma dia saja, direndahkan. Kamu kan istriku!” Tirta masih di liputi kekesalan.


Arini menghela napas panjang bukan itu yang dia pikirkan tapi aksi nekat Tirta yang mengakuinya.


"Kakak semua menjadi tahu, mungkin berita pernikahan kita akan tersebar,” ucap Arini pelan.


“Aku tidak peduli!” sungutnya masih memasang wajah dingin.


“Tapi karier kak?”


“Sudah! Jangan pikirkan itu! Untung saja aku datang, kalau tidak kamu pasti akan terus di tindas!”


“Kenapa kakak datang ke kampus?


Tirta kembali mengingat tujuannya bertemu Arini, dia datang ke kampus untuk mengajak Arini jalan-jalan, namun setelah menunggu di depan kampus, ia menjadi penasaran melihat sosok adik Ricard yang menyukai Arini. Apakah saingannya itu mencoba mendekati istrinya dan benar saja. Dia mendapati Arini menerima hadiah dari pemuda itu. Namun bukan itu yang membuatnya terkejut tapi ucapan teman Arini yang merendahkannya.


Tirta menarik panas panjang mencoba menangkan dirinya. Setelah bisa menguasai dirinya. Kembali bicara. “Hari ini aku ingin mengajakmu jalan-jalan,” jelas Tirta dengan pandangan fokus menatap jalan.


"Kakak ngak syuting?” tanya Arini mengarahkan manik matanya pada Tirta.


“Aku lagi libur. Hari ini kita akan berduaan ada.”


“Ngapain kak?” tanya Arini dengan alis berkerut dalam.


“Kencan!” ucapnya singkat.


Deg ...


Arini tertegun, Kencan satu kata yang membuat jantung Arini berdentam keras. Aliran panas menjalar di wajah hingga telinga. Ia merona, tertunduk malu lagi jiwa norak artisnya merasuk.


Idola ini mengajaknya kencan. Seperti apa rasanya kencang dengan idola. Menghabiskan waktu berdua ...


Satu aja dulu like, coment ...

__ADS_1


 


 


__ADS_2