
“Ayolah, pergi bersamaku! Dampingi aku.” Lagi-lagi Tirta memasang wajah mengiba pada Arini untuk kesekian kalinya.
Arini hanya menarik garis bibirnya. “Pergilah lebih dulu nanti saya menyusul bersama Rara.”
Tirta berdecak, pasrah Arini tidak ingin berdiri di sampingnya sebagai istri Dilan Magika.
“Baiklah, aku pergi dulu. Aku akan menunggumu di sana,” ujar Tirta.
Hari ini adalah pemutar film perdana jodoh pilihan kakakku, semua pemain berkumpul untuk menghadirinya. Film yang akan menjadi penutup karier Dilan Magika.
***
Arini dan Rara telah sampai di bioskop berdecak kagum akan eforia penonton dalam menyambutan film yang bertabur banyak bintang. Walau pun mereka kecewa dengan pemeran utama yang telah menikah dengan perempuan biasa.
“Rame banget ya Rin.” Mata Rara berbinar merangkul lengan Arini.
“Iya, Ra. Aku ngak menyangka filmnya seramai ini padahal banyak yang menghujat kak Dilan, karena menikah denganku. Kirain mereka ngak mau nonton.”
“Sabar Rin mereka itu hanya iri aja sama posisi kamu. Di nikahi artis ganteng Dilan Magika.” Rara menenangkan hati Arini.
“Arini kamu udah datang,” sapa Rian yang dari tadi di tugaskan menunggu Arini.
Arini mengulas senyum. “Kak Dilan mana?”
“Dilan bersama artis lain, ada di belakang. Ayo aku antar kamu bertemu dengannya! Dia sudah menunggu dari tadi.”
Rian melangkah lebih dulu menunjukkan tempat di mana Dilan Magika berada.
__ADS_1
“Ayo Ra,” ajak Arini.
Rian masuk ke dalam sebuah ruangan di ikuti oleh Arini dan Rara dari belakang.
“Lan, istrimu sudah datang!” panggil Rian membuat seluruh orang memandang ke arah pintu.
“Hai Arini!” kompak mereka menyapa istri Dilan Magika karena Arini terkadang ikut ke lokasi syuting jadi banyak mengenal orang yang terlibat dalam pembuatan film.
“Hai kak?” balas Arini mengembangkan senyumannya seraya melambaikan sebelah tangan pada pemain yang telah akrab dengannya tak lain Marsya, Kenzi dan Ricardh di sana juga. Sebelah tangan Arini telah tercengkeram kuat oleh Rara yang sudah tidak dapat menahan diri melihat tiga artis tampan duduk berdekatan.
“Kenzi, Ricard, Dilan. Aaaaa.” Teriak Rara jiwa norak artisnya telah bangkit membuat mereka semua tersentak kaget begitu juga Rian yang berada di sampingnya tanpa sadar membekap mulut Rara.
“Hei gila, pengang nih kuping,” keluh Rian. “Rin teman kamu norak banget ketemu artis!” tambahnya.
Tirta melangkah mendekat ke arah Arini.
“Sayang, kamu udah datang.” Tirta menyambut istrinya menggiring Arini untuk duduk di sampingnya. “Kamu duduk saja di sini sampai film di mulai. Jangan ke mana-mana nanti kamu lelah, kasian anak kita.” Tirta mengelus perut Arini di hadapan semua orang, membuat wajah Arini merona.
“Arini hamil Lan?” tanya Marsya.
“Iya,” jawabnya dengan penuh kebanggaan.
Jawaban Tirta membuat orang bersorak senang.
“Selamat ya Lan,” ucap mereka satu persatu.
“Terima kasih.” Balasnya.
__ADS_1
“Woi nih anak sampai kapan kaya gini!” sentak Rian ternyata masih membekap mulut Rara yang selalu ingin berteriak berada satu ruang dengan artis. Membuat Arini tak enak hati.
“Lebih baik saya dan Rara keluar saja. Kasian kak Rian.” Arini bangun dari duduknya.
Tirta memutar manik mata malas sebenarnya ia masih ingin bersama Arini akan tetapi acara juga akan segera di mulai. “Baiklah, tidak lama lagi acara juga akan segera di mulai.”
Arini pamit pada seluruh orang yang berada di ruangan kemudian menarik tangan Rara untuk ikut bersamanya. Sebelum Rara membuat kekacauan.
Tak beberapa saat kemudian Sorak-sorai suara gadis-gadis menggema menatap deretan para pemeran jodoh pilihan kakakku sedang mengadakan sesi jumpa fans memberi tanda tangan dan foto bersama.
Arini dan Rara menatap kagum dari kejauhan bagaimana mereka bak gula yang di kerumuti semut. Namun lebih banyak lagi fans yang meminta tanda tangan pada Kenzi dan Ricard. Masa menjadi aktor nomor satu Dilan Magika telah selesai teralihkan pada lawan mainnya yang lain.
“Ayo Rin temani aku foto bareng Kenzi.” Rara menarik tangan Arini.
Namun Arini tidak bergeming masih berdiri di tempat menatap kagum pada suaminya, Rara pun meninggalkan Arini, ikut mengejar foto bersama fans Kenzi.
Yah kembali jiwa norak artis itu menyeruak menatap bangga idolanya Dilan Magika, rasanya dia juga ingin maju meminta tanda tangan.
Tirta yang menatap istrinya dari kejauhan tersenyum devil. Dia sangat tahu tatapan itu. Perlahan Tirta maju.
“Tunggu sebentar,” ucap Tirta pada peminta tanda tangan.
Arini terus menatap kagum pada Tirta yang terus maju beberapa langkah dan tanpa sadar telah berdiri di hadapannya. Tanpa kata Tirta memiringkan kepalanya mengecup bibir istrinya yang termenung di hadapan semua orang. Membuat suasana seketika riuh, mengarahkan ponsel pada Tirta.
Ahhh. So sweet ...
Kecupan Tirta terlepas. “Tanda bibir untuk istriku,” ucapnya tersenyum puas.
__ADS_1
Arini tersadar kini dia kembali mendapat hukuman tanda bibir di depan umum hingga wajahnya memanas, rasa malu menyeruak dalam dirinya mengutuki dirinya yang selalu mengagumi pesona Dilan Magika.
Acara perdana penayangan film jodoh pilihan kakakku semakin semarak karena di warnai oleh Dilan Magika mencium istrinya di muka umum. Tirta sudah tidak peduli lagi menjaga image baginya yang terpenting adalah hidup bahagia bersama Arini.