Suami KeduaKu Artis Idola

Suami KeduaKu Artis Idola
pernyataan


__ADS_3

Tirta masih menarik pergelangan tangan Arini untuk ikut bersamanya. Menuruni setapak demi setapak anak tangga. Alis Arini mengernyit saat menatap ayah mertuanya telah berdiri di ujung tangga memasang wajah sendu. Arini menebak di dalam hati jika ayah dan anak ini pasti telah bertengkar lagi.


Tirta tidak bergeming mempercepat langkah. Memperkuat tarikan tangannya saat akan melalui ayah Hasan namun tidak dengan Arini.


“Ayah,” ucap Arini menghentikan langkahnya. Tirta menoleh ke belakang menatap Arini. Ia menarik napas panjang khawatir, Arini akan terpengaruh dengan ucapan ayahnya hingga mengurungkan niat, untuk tidak ikut bersamanya.


“Ayo pergi dari sini jangan pedulikan dia!” tekan Tirta dengan nada dingin menatap tajam pada ayahnya.


Hasan melangkah mendekat. “Arini, jangan pergi Nak,” katanya dengan suara mengiba serta wajah yang memelas membuat Arini tak tega.


“Jangan mempengaruhinya!” bentak Tirta.


“Ibu dan nenekmu membutuhkanmu Arini.” Hasan memegang sebelah tangan Arini seraya memohon.


Tirta mendesah kesal, Arini bisa terpengaruh jika ayahnya membawa nama ibu dan neneknya. Dan benar saja wajah Arini telah berubah menjadi sendu.


“Dia istriku! Dia harus ikut bersamaku!” sentak Tirta kembali menarik sebelah tangan Arini.


Oh Astaga Arini bingung tidak mengerti sebenarnya apa yang terjadi? Mengapa dia menjadi rebutan seperti ini. Sungguh dia merasa dilema.


Arini menarik napas panjang dia harus memutuskan sebelum semua semakin menjadi rumit. Ia pun menatap wajah Tirta dan mertuanya secara bergantian lalu mengambil sebuah keputusan yang berat.


“Maaf ayah, saya adalah seorang istri. Dan kakak Dilan adalah suami saya. Saya harus ikut bersamanya!” Arini memutuskan menjadi istri yang menuruti permintaan suaminya.


Senyum terkembang terbit dari wajah Tirta, saat Arini memilihnya. Hatinya berbunga Arini memandangnya sebagai suami dan memposisikan diri sebagai istrinya.


“Bagaimana dengan ibu dan nenekmu,” sela Hasan.


“Ibu dan nenek pasti mengerti beliau juga seorang istri,” ucap Arini tertunduk merasa bersalah namun dia sadar istri harus patuh terhadap suami.


Tirta menyeringai menatap ayahnya, seakan membuktikan jika dia adalah pemenangnya, lalu kembali menarik tangan Arini untuk keluar dari rumah sebelum semakin banyak penghalang yang membuat Arini akhirnya menjadi bimbang.


Tirta dan Arini telah keluar dari rumah menuju kendaraan yang terparkir di mana telah ada Rian yang menunggu sejak tadi. Tirta membuka pintu mobil membiarkan Arini untuk masuk lebih dulu.

__ADS_1


“Hai Arini,” sapa Rian membuat Arini mengarahkan pandangannya pada kursi kemudi.


“Kak Rian.” Gadis ini menatap heran ternyata Rian berada di mobil.


Tirta masuk ke dalam mobil duduk di samping Arini. Tanpa kata Rian pun menghidupkan mesin mobil meninggalkan rumah Hasan.


Rian yang duduk di kursi kemudi melengkungkan senyuman saat mengintip pasangan ini dari kaca spion terlihat canggung dan sahabatnya sesekali mencuri pandang pada Arini yang menatap ke arah kaca mobil. Bak abg di mabuk cinta, sungguh bukan Tirta yang dia kenal. Sedangkan Tirta merasakan ada jutaan kembang api meledak dalam hatinya, sangat bahagia Arini memilih ikut bersamanya di hadapan ayahnya. Ah ...  Andai Rian tidak berada di antara mereka mungkin dia sudah menerkam Arini, menghujani dengan ciuman bertubi-tubi, atas sikap bijak istrinya.


“Ian antar kami pulang?” Tirta memecah keheningan.


“Pulang! Di rumahmu masih banyak wartawan, untuk mencari tahu kabar pernikahanmu!” jelas Rian mengingatkan.


“Aku akan membuka pernikahanku. Memperkenalkan Arini sebagai istriku.” Tirta berucap dengan pandangan tertuju pada Arini.


Arini terkejut mendengar keinginan Tirta, itu berarti sama saja membunuh karier yang selama ini sang artis bangun dengan susah payah.


“Kak,” protes Arini mengarahkan manik sayu pada Tirta.


Tirta menggenggam telapak tangan Arini memberi ketenangan. “Ngak apa-apa! Jangan khawatir,” katanya dengan senyuman.


Ya, semua orang akan tahu siapa pendamping Dilan Magika. Gadis ini tertunduk menatap penampilannya yang hanya mengenakan piyama tidur, karena saat Tirta mengajaknya keluar rumah, dia telah bersiap untuk tidur dan tidak sempat berganti pakaian. Oh semakin tak terlihat tak pantas saja dia berdiri berdamping dengan sang artis tampan ini.


Kendaraan telah berada di depan rumah mewah Tirta. Dan benar saja kerumunan orang sedang memegang kamera berhambur mendekat mengepung, membuat mobil terhenti di depan gerbang.


“Mereka telah menunggumu Lan! Kamu siap?” tanya Rian yang di balas anggukan yakin dari Tirta. Pemuda ini lalu turun lebih dulu memastikan suasana aman.


“Kak.” Jantung Arini terus berpacu cepat sungguh dia sangat gugup hingga rasanya ia ingin menghilang saja.


“Jangan takut, percaya sama aku!” ucap Tirta menangkup wajah Arini, sejenak manik mata mereka bertemu saling menguatkan kemudian Tirta mencium keningnya dengan lembut menyalurkan perasaan sayangnya. “Kita akan selalu bersama.” Tirta memeluk tubuh Arini erat memberi ketenangan.


Pelukan terlepas saat Rian membuka pintu mobil.


“Kalian siap?” tanya Rian kembali di balas anggukan dari Tirta.

__ADS_1


“Kak saya malu!” ucap Arini menatap tubuhnya yang mengenakan piyama. Tirta pun mengerti lalu membuka jacket abu-abu yang ia kenakan memakaikannya pada Arini. “Pakai ini,” ucap Tirta membantu Arini.


“Kamu siap?” tanya Tirta.


Arini menarik napas panjang kemudian mengangguk.


Tirta menggenggam tangan sedingin es itu, lalu turun dari mobil.


Mereka telah berdiri di hadapan para pewarta. Arini menundukkan kepalanya saat cahaya blizt kamera membidik wajahnya hingga menyilaukan mata. Cengkeraman tangannya di lengah Tirta semakin kuat. Dia tidak terbiasa dengan suasana seperti ini. Suara riuh terdengar mengepung mereka membuat Arini semakin gugup.


“Dilan apa benar Anda telah menikah?”


“Dilan apa perempuan yang berada di samping Anda itu istri Anda?”  Suara pertanyaan bersahut-sahutan terdengar.


“Tenang dulu saja akan menjelaskan semua.” Ucapan Tirta seketika membuat suasana hening, menyimak informasi yang akan mereka terima.


“Ya saya akan mengakui di hadapan teman-teman media semua, jika saya Dilan Magika telah menikah beberapa bulan lalu.” Tirta mengelus tangan Arini yang melingkar erat di lengannya.


Suara kembali riuh karena pengakuan Tirta, cahaya kamera semakin menyorot mereka.


“Perempuan cantik di samping saya adalah istri saya, namanya Arini.” Arini mendongak menatap Tirta yang benar-benar memperkenalkannya sebagai istri, Tirta melemparkan senyum penuh damba padanya. Ah rasanya jiwa norak artis itu ingin keluar saat Dilan Magika idolanya mengakuinya istri.


“Baiklah saya rasa sudah cukup hanya itu yang ingin sampaikan!” Tirta menatap Rian untuk mengurus semuanya, kemudian menarik Arini untuk keluar dari kerumunan.


“Dilan apa benar jika istri Anda ini telah menikah sebelumnya?” suara pertanyaan terlontar tentang status Arini membuat langkah itu terhenti.


“Tidak! Saya tegaskan jika saya adalah laki-laki pertama untuknya!” ucap Tirta seakan tidak mengakui pernikahan Arini sebelumnya, biarlah itu menjadi rahasia mereka dan keluarga, lagi pula dia memang lelaki pertama bagi Arini.


“Oke terima kasih!” ucap Tirta kembali melangkah, beberapa orang pengaman membuka jalan untuk mereka.


Kini Tirta menarik napas lega karena telah mengakui tentang pernikahannya. Dia sudah tidak peduli jika kariernya yang selama ini dia bangun dengan kerja keras akan meredup, baginya yang terpenting adalah Arini. Sekarang yang akan dia lakukan hanya menjalani hari bahagia bersama istrinya.


 

__ADS_1


 


__ADS_2