Suami KeduaKu Artis Idola

Suami KeduaKu Artis Idola
terungkap


__ADS_3

Untuk sementara waktu Tirta tak menghiraukan berita tentang tersebar luasnya pernikahannya. Fokusnya teralihkan pada kematian Andra, hingga saat ini dia seakan masih tak percaya jika kakaknya itu telah tiada dan pergi dengan cara mengenaskan.


Rian dengan tanggap mengurus keberangkatan mereka hingga kini mereka telah berada di kota tempat terjadinya tragedi yang menimpa Andra.


Mereka telah berada di mobil dalam perjalanan menuju makan Andra. Rian menatap wajah sendu Tirta, semenjak mendengar kematian kakaknya, artis ini lebih banyak diam. Bergelung dengan penyesalan dan rasa bersalah mengapa dia tidak menjadi adik yang baik untuk kakaknya.


“Lan,” panggil Rian.


Tirta menoleh pada sahabatnya.


“Di sana kamu akan bertemu keluarga asisten Andra, kamu bisa mendengar semua cerita kecelakaan Andra dari dia,” jelas Rian.


Pemuda hanya mengangguk pelan lalu kembali menghadapkan wajahnya pada kaca mobil, memandang kosong pemandangan yang ia lalui.


Setelah beberapa lama di dalam mobil, kini sampailah mereka di depan makam di mana tempat Andra di makamkan. Mereka pun turun berjalan masuk.


Langkah kaki Tirta terasa sangat berat saat menyusuri makan demi makam mengikuti hentakan kaki Rian yang mengarahkannya. Tirta menatap ke depan sebuah makan di mana ada seorang lelaki berbaju hitam berdiri menunggu mereka, yang merupakan saksi kunci kematian kakaknya, keluarga dari asisten Andra.


Rian telah berdiri di samping sebuah pusara yang bertuliskan Andra Abraham, mata Tirta seketika berkabut suasana yang sama dengan penampakan gambar yang ia lihat kemarin.


Dengan derai air mata Tirta bersimpuh. Tangannya bergetar mengusap lembut nisan yang bertuliskan nama kakaknya.


“Mengapa? Mengapa secepat ini?” raungnya titik air mata kesedihan terus turun tanpa bisa dia cegah.

__ADS_1


Tirta menempelkan keningnya di tempat tertulis nama Andra. “Maafkan aku, maafkan aku, kakak maaf aku,” Tirta membekap mulutnya hanya air mata yang terus jatuh dan kata maaf yang terlontar akan hubungan yang buruk.


“Tidak seharusnya aku marah padamu! Tidak seharusnya aku pergi begitu lama. Seharusnya aku pulang saat kakak menjemputmu,” raungnya akan penyesalan terbesarnya. Andai dia tahu jika waktunya bersama kakaknya hanya singkat dia tidak akan meninggalkannya.


“Seharusnya kakak tidak pergi secepat ini, seharusnya kita masih bersaing, setidaknya kau memberiku waktu untuk mengejarmu, aku akan sukses melebihimu,” lirih Tirta kemudian tersenyum getir.


“Tapi aku pasti kalah darimu. Karena kakak memiliki cinta Arini perempuan yang baik di sisi kakak. Ya, kakak menang selalu menang dariku. Bahkan kakak mendapatkan perempuan yang memiliki kesabaran dan kesetiaan luar biasa, dia selalu menunggu kakak kembali,”


Mengingat Arini hati Tirta bak teriris, ternyata selama ini gadis itu menunggu dalam penantian semu, pemuda yang di cintainya telah tiada. Hati Arini pasti akan sangat hancur lelaki yang ia nantikan selama dua tahun ternyata tidak akan pernah kembali.


Rian mengusap punggung Tirta agar tenang dan kuat menghadapi kehilangan kakaknya.


“Sudah Lan, kakakmu sudah tenang,”


“Arini adalah berkah yang kakak tinggalkan untukku, aku beruntung memilikinya. Aku janji akan membahagiakannya. Aku akan memenangkan cinta Arini,” ucap Tirta mencoba tegar.


Tirta pun berdiri menatap makam kakaknya, di sampingnya berdiri Rian.


“Ikhlaskan kakakmu Lan,” Rian menepuk pundak sahabatnya.


“Kini ada yang perlu kamu tahu misteri besar di balik kematian Andra, yang dicoba untuk di sembunyikan dari semua orang,” jelas Rian membuat Tirta menoleh pada lelaki yang ada di belakangnya.


Mereka mundur dari makan Andra. “Lan ini Tio, kakak dari asisten yang meninggal bekerja pada Andra,” tutur Rian memperkenalkan.

__ADS_1


“Cerita kan semua kejadian yang terjadi.” Suara Tirta terdengar dingin dengan mata terlihat sendu.


Tio menunduk menarik napas untuk mengumpulkan kekuatan lalu mulai membuka suara. “Waktu itu saya mendapatkan kabar bahwa adik saya mengalami kecelakaan, saat saya datang ke rumah sakit ternyata adik saya telah menjadi jasad.” Suara itu terdengar pilu saat kembali membuka kesedihan itu.


“Di rumah sakit yang sama, saya tahu keluarga bos Andra juga datang, dan mengurus semuanya,” jelas Tio mengingat kejadian itu.


“Keluarga?” Alis Tirta berkerut dalam, bagaimana mungkin? selama ini tidak ada yang tahu kematian Andra kecuali dirinya. Tapi mengapa dia mengatakan jasad Andra di urus oleh keluarga.


“Iya saya dengar itu adalah ayah bos Andra. Setelah mengurus jenazah adik saya pihak mereka memberikan kompensasi uang dalam jumlah yang besar pada keluarga kami dan meminta untuk merahasiakan kematian adik kami dan bos Andra,” jelasnya.


Wajah sendu Tirta berubah mengeras, tangannya mengepal. “Ayah. Jadi ayah sudah tahu kematian Andra, dia yang menyembunyikan ini! Apa tujuannya menyembunyikan kematian Andra,” geram Tirta mengertakkan giginya.


“Ian kita harus pulang sekarang! Ayahku harus menjelaskan semua ini.” tatapan kilat penuh amarah tersirat, ayahnya telah mempermainkan semua orang bahkan menyembunyikan ini selama dua tahun lama.


 


 


 


 


 

__ADS_1


 


__ADS_2