SUAMI PERJODOHAN

SUAMI PERJODOHAN
Eps 13


__ADS_3

"Kamu pasti sangat tertekan dengan pernikahan inikan,mungkin kamu berpikir kami egois karena memaksakan keinginan kami padamu, tapi asal kamu tau tidak ada orang tua yang ingin menghancurkan masa depan anaknya sendiri. orang tua pasti ingin yang terbaik untuk anaknya, jika kamu benar-benar tidak ingin pernikahan ini terjadi bunda akan bilang sama ayah agar pernikahan ini di batalkan" Ariena merasa senang dengan perkataan dari bundanya,saat ingin menjawab bunda kembali berbicara "ya tapi kamu juga pasti tau apa yang akan terjadi kedepannya mungkin persahabatan ayah dan om Rendro tidak akan sama seperti dulu dan mungkin kita akan jadi bahan gosip masyarakat sekitar, tapi tak apa demi kebahagiaan kamu nak, tak papa kami akan di permalukan untuk kesekian kalinya" ucap Bunda tersenyum tapi matanya tampak berkaca-kaca


Ariena Sangat senang karena pernikahannya bisa di batalkan, tapi benar kata bunda jika pernikahannya batal, mereka akan jadi bahan gosip warga sekitar.


"Tidak Bun, Ariena tau semua yang kalian lakukan itu karena kalian sangat sayang sama Ariena, Ariena akan mencoba menerima semuanya dan belajar untuk mencintainya" ucap Ariena menggenggam tangan bunda


"beneran nak... bunda serius jika kamu tidak menginginkan pernikahan ini. bunda akan bicara kepada ayah, meskipun bunda tau resiko apa yang harus di tanggung. bunda tau ini sudah terlambat tapi gak papa demi kebahagiaan mu bunda akan berusaha agar pernikahan ini di batalkan." ucap bunda


"Sudah bun Ariena tidak apa-apa mungkin ini sudah jalan takdir Ariena, Ariena akan coba untuk menjalani pernikahan ini dengan ikhlas" Ucapnya "Bun Ariena kekamar dulu ya Ariena ngantuk banget"


"Iya nak"Ucapnya


"maafkan bunda ya Ariena, kalau saja bunda bisa melawan perkataan ayah waktu itu mpungkin kamu tak akan sesedih ini" batin bunda


-√-√-√


'KANTOR'


"Hallo"


"Assalamualaikum" ucap mama


"Waalaikumsalam ma" ucap Alan


"Kapan kamu balik ke sini nak, pernikahan mu tinggal beberapa hari lagi lo" ucap mama


"Iya ma mungkin besok karena Ilan masih ada meeting malam ini" ucapnya


"Gimana kabar kamu" tanya Mama


"Alhamdulillah baik ma"

__ADS_1


"Ya sudah mama mau mengurus berkas-berkas untuk pernikahan mu dulu, assalamualaikum" ucap mama


"Waalaikumsalam ma" ucap Ilan


'tok tok tok'


"Permisi pak, kita harus pergi ke hotel ****** untuk meeting" ucap sekretarisnya(Linda)


"Bukanya nanti malam ya di cafe" tanya Ilan


"Iya pak tapi klien kita ingin pergi malam ini karena ada urusan penting" ucapnya


"Oh iya gimana cuti saya, apa Difan sudah memberi tau mu, saya harus pergi besok pagi" Ucap Ilan


"Iya sudah pak, saya sudah mengurus cuti bapak, jika ada berkas yang penting saya akan mengirimkannya lewat email" ucap linda


"Oke baiklah tunggu 5 menit saya masih ada berkas yang harus saya tanda tangani" ucap Ilan


"Baik pak" Ucapnya lalu pergi dari ruangan Ilan


-√-√-√


'rumah Ariena'


Rumah Ariena pun sudah siap di hias untuk acara pernikahan yang hanya di hadiri sanak-saudara dan tetangga.



'tok tok tok' pintu kamar Ariena di ketuk.


Eriem membuka pintu dan masuk ke kamar melihat adiknya yang begitu anggun dengan gaun pernikahan yang ia kenakan.

__ADS_1



Eriem mendekati Ariena yang sedang melamun.


"Sedang apa kamu di dekat jendela Ariena" tanya kakaknya


"Eh kakak ngagetin aja" ucapnya


"Ayo sini duduk " setelah Ariena duduk Eriem kembali berbicara "dek apa kamu beneran sudah siap dengan pernikahan ini" Ucapnya


"Bismillah aja kak" ucap Ariena


"Masih ada waktu dek jika kamu ingin membatalkannya, kakak tau kamu terpaksa menerima pernikahan ini karena ayah" Ucapnya


"Sudah lah kak jangan bahas ini lagi aku muak" Ariena mulai menangis "kakak tau ini semua karena kak. kalau saja kakak gak hamil duluan pasti hidupku gak semenderita ini!!!" Ariana mengeluarkan semua unek-uneknya yang sudah ia pendam selama ini. "aku tanya pada kalian kenapa tak dari awal kalian menerima permintaan ku untuk tak menjodohkan ku, kenapa di saat semua sudah terjadi kalian baru merasakan kasih kepada ku kemari aku mohon-mohon tapi tak ada yang pedulikan apa yang ku mau apa yang kurasakan, ahh sudahlah lupakan saja, jika aku ingin membatalkan pernikahan ini keluarga kita pasti akan di permalukan, aku tak mau itu terjadi jika itu terjadi pasti akan jadi beban ku seumur hidup" Ariena berhenti sejenak untuk menetralkan pikiran dan kemarahannya


"Maafkan kakak Ariena karena ulah kakak kamu yang harus menanggungnya" ucap Eriem sedih


"maaf kak Ariena tak ada maksud berkata kasar sama kakak, seharusnya Ariena tak berbicara seperti itu" Ucapnya menunduk malu, sedih, atas Ucapnya sendiri.


"Tak apa dek, kamu boleh kok marah keluarin semua unek-unek kamu kakak paham kamu sangat marah, sedih,kecawa sama kami" ucap Eriem


"ma'af in Ariena ya kak" ucap Ariena


"Iya, jangan nangis lagi nanti luntur loh make up nya" Ucapnya tersenyum menghapus air mata adiknya itu


"Sebentar lagi akad akan di mulai riena, kakak hanya berpesan walaupun pernikahan ini adalah perjodohan bahkan kamu tidak mengenal dia sebelumnya tapi kamu tetap harus jadi istri yang berbakti cobalah membuka hati untuk pernikahan ini"


Ariena hanya mengangguk yang artinya dia paham dengan ucapan kakaknya itu.


-√-√-√

__ADS_1


kira-kira seperti ini jas pernikahan dan perawakan Ilan Mahendra.



__ADS_2