SUAMI PERJODOHAN

SUAMI PERJODOHAN
Eps 53


__ADS_3

sekitar sepuluh menit akhirnya Effin selesai dan langsung ikut sarapan bersama Ilan dan Ariena.


"gimana bengkel kamu Fin?" ucap Ilan


"Alhamdulillah berjalan lancar bang. ya walaupun hanya tiga sampai empat kendaraan saja dalam sehari tapi lumayan lah" ucap Effin


Ilan mengangguk "hm tapi kata Difan lahan yang kamu sewa cukup luas, jika kamu menambahkan cafe di sebelahnya sepertinya itu ide bagus Fin. dengan begitu Castamer bisa lebih nyaman sambil memperbaiki kendaraan mereka bisa nunggu di cafe" ucap Ilan


"iya juga ya bang.nanti coba aku pikirkan kembali. tapi jika aku buat cafe aku belum bisa kembalikan modal yang Abang berikan" ucap Effin menunduk malu


"itu tak perlu kamu pikirkan, Abang kan sudah bilang Abang tak akan pernah menagih itu pada mu, Abang memberikannya ikhlas" ucap Ilan


"makasih ya bang untuk semua yang Abang berikan ke aku dan kakak, kami juga minta maaf selalu merepotkan abang" ucap Effin


"tidak perlu berterima kasih kakak kamu kan sekarang sudah menjadi bagian dari hidup Abang dan kamu sudah Abang anggap seperti adik kandung Abang. jadi jangan buat Abang malu dengan kamu terus berterima kasih dan meminta maaf kepada ku" ucap Ilan


"iya bang" ucap Effin tersenyum


"kenapa kamu baik banget, aku bisa liat ketulusan dari setiap kata yang kamu ucap kan, buat aku baper. kalau nanti aku jadi baper gimana ya? " batin Ariena


tak lama mereka selesai dengan sarapannya Effin berdiri dari kursinya dan langsung mengambil tas yang berada di ruang keluarga.


"Fin tunggu ini uang saku mu selama sebulan" ucap Ariena berjalan menghampiri Effin


"untuk ku kak?" ucapnya

__ADS_1


"iya" ucap Ariena


"tapi Effin kan udah punya penghasilan sendiri kak. Effin pakek uang Effin sendiri aja" ucap Effin menolak


"tidak usah uang kamu di simpan saja, pakek uang kakak untuk jajan di sekolah. karena kamu masih sekolah dan tinggal bareng kakak jadi kamu tetap tanggung jawab kami" ucap Ariena


"benar-benar calon ibu idaman" batin Ilan


"iya Fin ambil aja" ucap Ilan


Effin langsung mengambil uang pemberian Ariena "ya udah, makasih ya kak" ucap Effin tersenyum


√-√-√-


sekitar sepuluh menit Effin sampai di sekolah lebih tepatnya di gang masuk sekolah diantar supir menggunakan mobil sport milik Ilan. Effin sengaja meminta supir agar menurunkan dirinya di gang sekolah supaya tidak ada teman sekolah yang tau dirinya berasa dari kalangan menengah atas. dia tidak ingin memiliki teman yang hanya melihat dari segi harta.


"kamu ini gak disiplin sekelas, kamu kira ini sekolah om kamu. apa di rumah tidak punya jam" omel guru BK. padahal Effin hanya telat 2 menit


"sepertinya saya baru liat kamu di sekolah ini?" ucap buk Ina


"iya buk, saya baru masuk hari ini" ucap Effin


"baru masuk udah terlambat" ucap buk Ina geleng-geleng kepala "untuk hari ini kamu saya maaf kan. berhubung saya lagi bahagia" ucap buk Ina


"makasih buk, kalau boleh tau di mana kelas XII A " tanya Effin

__ADS_1


"kamu tinggal jalan lurus ikutin lorong ini nanti tinggal belok kanan ada pamplet XII A itu ruang kelas kamu" ucap guru BK


√-√-√-


Di Rumah


Ariena dan Ilan duduk di ruang keluarga, mereka makan beberapa jenis makanan ringan yang di beli Ariena waktu Ilan sedang pergi keluar kota.


"Na boleh aku bertanya" ucap Ilan


"boleh, mau tanya apa" ucap Ariena sambil memakan cemilannya


"apa kamu masih berhubungan dengan nya" ucap Ilan ragu


"dengan siapa?" ucap Ariena bingung


"pacar kamu" ucap Ilan


"a'aku haus mau minum dulu" ucap Ariena buru-buru bangun dari duduknya


saat Ariena ingin melangkah pergi. Ilan dengan cepat menarik paksa tangan Ariena sampai dia terduduk di pangkuan Ilan. mata mereka saling bertatapan membuat jantung mereka berdetak tak karuan. sekitar beberapa detik mereka berpandangan Ariena langsung menghentikan tatapan mereka.


"lepaskan tanganku mas, aku mau minum haus" ucap Ariena dengan pipi meronanya


"eh iya maaf. aku gak sengaja" ucap Ilan menurunkan Ariena dari pangkuannya

__ADS_1


Ariana buru-buru pergi mengambil minum di dapur, setelah selesai Ariena kembali duduk bersama Ilan karena kejadian itu suasana menjadi hening hanya ada suara tv dan keripik yang mereka makan. mereka sama-sama enggan membuka suara.


__ADS_2