SUAMI PERJODOHAN

SUAMI PERJODOHAN
Eps 44


__ADS_3

-√-√-√


Malam hari


"Kak bang Ilan belum pulang" tanya Effin yang baru selesai shalat Maghrib


"Katanya sebentar lagi, dia belum siap meeting" ucap Ariena


Effin hanya mengangguk berdiri disamping meja makan.


"Ini Kakak udah siap masak, kamu kalau lapar makan deluan aja" ucap Ariena saat menaruh masakanny di meja makan


"Nanti aja lah bareng-bareng" ucap Effin duduk di sofa ruang keluarga


Ariena ikut duduk bareng Effin yang sedang menonton tv di sofa, sambil menunggu Ilan pulang Ariena memainkan handphonenya.


setengah jam kemudian Ilan pulang.


"assalamualaikum" ucap Ilan membuka pintu rumah


"waalaikumsalam" ucap Effin dan Ariena bersamaan. Ariena berjalan menghampiri Ilan mencium tangannya lalu membawa tas kerja Ilan dan jas yang di pegangnya. Ilan Hanya tersenyum setiap kali Ariena memperlakukannya seperti layaknya seorang suami.


Tak lama setelah Ilan selesai membersihkan tubuhnya, Ariena turun bersama Ilan untuk makan malam.

__ADS_1


"Fin ayo makan" ucap Ariena


"Iya kak" jawab Effin ikut duduk di meja makan


"Fin Abang udah urus semua surat perpindahan sekolah mu" ucap Ilan di sela-sela makan


"Oh iya bang" ucap Effin


"Pindah sekolah? Kenapa dia harus pindah terus dia mau pindah ke mana" tanya Ariena


"Pindah sekolah di sini, biar kamu ada temannya. aku gak bisa selalu ada di samping mu Na karena aku harus bekerja dan mungkin pulang malam, karena kamu tak mau menggunakan pembantu dan saya juga kurang nyaman dengan orang asing jadi mas minta Effin untuk tinggal di sini bersama kita" ucap Ilan to the point


"Maaf ya aku udah ngerepotin kalian" ucap Ariena merasa sedih karena dirinya semua orang jadi kerepotan.


"Tidak usah minta maaf karena ini udah juga tanggung jawab ku sebagai suami mu untuk menjaga mu" ucap Ilan


"Hmmmmm" ucap Ariena sambil memanyunkan bibirnya


"Oh iya Fin kamu kan belum masuk sekolah, Abang mau kasih kamu modal untuk buka usaha" ucap Ilan


"Beneran bang" ucap Effin tak percaya


"Tidak usah mas. Effin masih kecil lebih baik dia fokus pada sekolahnya saja" ucap Ariena memotong ucapan Effin

__ADS_1


"Tapi belajar menjalankan usaha sejak dini itu bagus Na biar dia bisa belajar pentingnya tanggung jawab dalam suatu pekerjaan, itu juga bisa mengasah otak agar dia berfikir bagaimana membuat usahanya tetap maju dan itu juga bisa buat dia menjadi mandiri. Dulu saya juga di beri modal untuk usaha dari papa biar saya mandiri bahkan waktu itu saya masih  SMP"


"Tapi mas kalau misalnya usaha yang di jalankan Effin gak maju, terus tidak bisa mengembalikan modal yang mas kasih gimana" ucap Ariena


"Na apa mas ada bilang untuk mengembalikan uang yang mas beri" ucap Ilan


"Tapi mas. Apa mas udah diskusikan dulu sama mama papa" tanya Ariena


"Apa yang harus di diskusikan Na? Ini kan uang mas dan mas juga sudah bekeluarga jadi menurut saya tidak ada yang harus di diskusikan sama papa dan mama. Lagian mama sama papa tidak pernah mau tau ataupun ikut campur soal uang saya, dan untuk apa uang saya" ucap Ilan


"Tapi bang bener kata kak Ariena tidak usah, nanti kalau usaha yang ku jalankan enggak maju kan sayang uang Abang terbuang sia-sia" ucap Effin tak percaya diri


"Tidak usah dengar kan kata kakak mu Abang yakin dan percaya sama kamu. Kamu pasti bisa menjalankan usaha yang kamu bangun dengan sangat baik" ucap Ilan menyemangati Effin


"Soal modal kamu tak usah khawatir karena Abang kasih modal kamu free" ucap Ilan


"Effin gak mau bang, Effin akan bayar modal yang Abang berikan sama Effin" ucap Effin menolak


"Ya udah terserah, tapi Abang akan terima setelah kamu udah balik modal" ucap Ilan


"iya, Effin janji akan menjalankan usaha yang aku jalani dengan baik" ucap Effin


"jadi kamu mau buka usaha apa Fin" tanya Ariena

__ADS_1


"belum tau kak tapi Effin kayanya mau buka bengkel deh, soalnya Effin suka memodif dan Effin juga bisa memperbaiki motor dan mobil" ucap Effin


Effin sangat suka dengan dunia otomotif bahkan di usianya yang baru 18 thn dia sudah bisa memperbaiki mobil,motor,dan truk.


__ADS_2