SUAMI PERJODOHAN

SUAMI PERJODOHAN
Eps 20


__ADS_3

Mbok sopo duduk di sofa panjang yang di duduki Ilan.


"Sepertinya ini cukup parah pasti akan sedikit sakit" ucap mbok sopo melihat tangan Ilan yang bengkak.


Ariena turun dengan tatapan kosong pikirannya melayang-layang karena perkataan Nandra yang akan pulang dan datang kerumah untuk membicarakan hubungan mereka.


"Ariena" panggil bunda


"Riena" Ucapnya lagi tapi Ariena masih terus berjalan dengan tatapan kosong


"Ariena" Ucapnya menghampiri Ariena yang hampir menabrak meja makan


"Iya Bun" ucap Ariana


"Kamu ini kenapa di panggil-panggil tak menjawab hampir saja kamu menabrak meja" ucap bunda


"Tidak ada Bun, bunda manggil Ariena ada apa Bun" tanyanya mengalihkan pembicaraan


"Itu mbok sopo udah datang sana samperin suami kamu, manatau ada yang di butuhkan, bunda mau kekamar sebentar mau istirahat" ucap Bunda


"Aduh Bun jangan selalu bilang suami,suami,suami kenapa Bun, Ariena muak dengernya. aku juga tau kali aku udah bersuami" batinnya


Ariena pun jalan mendekat ke arah ayah yang sedang duduk di sofa.

__ADS_1


"Eh pengantin baru mangkin cantik aja ya" ucap mbok


"Hehehe mbok bisa aja" Ucapnya


"Ya udah saya tinggal dulu ya" ucap ayah


"Ayah mau kemana" tanya Ariena


"Ayah mau kekebun untuk menggaji para pekerja, assalamualaikum " ucap ayah


"Waalaikumsalam yah" jawab Ariena paling keras dari suara Ilan dan mbok sopo


"Ndok kamu kok duduk di situ, sini duduk di samping suamimu pasti nanti dia akan membutuhkan mu" ucap mbok sopo


Mbok mulai memegang dan mengurut tangan Ilan.


"Ku lihat Ilan seperti menahan sakit entah kenapa aku punya keberanian yang begitu tak terduga, aku langsung memegang tangan Ilan awalnya aku sangat kaku memegang tangan sebelah kirinya tampak lelaki itu kaget dan melihat ku, aku langsung menunduk Sangat malu bagimana bisa aku sangat berinisiatif seperti ini" pikirnya


"Sssss" Ilan meringis kesakitan dan semangkin menguatkan pegangannya pada ku saat mbok sopo mengurut bagian yang memar, dan entah mengapa Ilan menyandarkan kepalanya pada bahu ku menutup wajahnya di bahu ku.


"Aduh kenapa jantungku seperti habis lari maraton ya, ah gawat ini jangan sampai dia dengar" ucap Ariena dalam hati


Setengah jam kurang lebih berlalu akhirnya mbok sopo selesai mengurutnya.

__ADS_1


"Memang ya kalau pengantin baru itu bawaannya pengenya nempel terus" ucap mbok sopo


Ariena hanya tersenyum garing karena dia pun tak tau harus berkata apa Ilan juga tersenyum kikuk langsung duduk normal dan melepas genggamannya pada ku.


"Udah selesai kan mbok" ucap Ilan


"Iya udah, ini tangannya jangan di buat angkat atau kegiatan apapun ya biar cepat sembuh" ucap mbok sopo


Ilan mengangguk dan mengeluarkan uang bewarna merah dari saku celana.


"Ini mbok" ucap Ilan


"Aduh nak elan ini kebanyakan" ucap mbok sopo


"Tak papa Ambi saja mbok" ucap Ilan


"Jadi tak enak mbok, makasih ya nak elan kalau begitu saya pamit dulu ya nak, assalamualaikum" ucap mbok sopo


"Iya mbok waalaikumsalam" ucap Ariena


Ilan langsung berdiri dan pergi kekamar, setelah mbok sopo pergi, sesampainya di kamar dia langsung mengambil handphone untuk menelpon sekretarisnya.


Ariena duduk bersandar di sofa "Huhhhh kenapa hidup ku mangkin rumit sih, mana Nandra mau datang kerumah sebulan lagi aku harus bilang apa sama dia. bagaimana caraku jujur sama dia kalau aku sudah menikah, apa dia masih mau dengan ku, jika iya aku harus bilang apa sama Ilan apa dia memberikan ku ijin jika aku berpacaran dengan lelaki lain, tapi kan dia yang menjadi orang ketiga dalam hubunganku dengan Nandra?.tapi dialah yang sah atas diriku di mata agama dan negara. Ah aku pusing aku harus apa kenapa ini Rumit sekali" ucap Ariena memijit pelipisnya sambil terpejam

__ADS_1


__ADS_2