SUAMI PERJODOHAN

SUAMI PERJODOHAN
Eps 70


__ADS_3

"kenapa kamu ada di sini?" ucap Ilan sinis


"kenapa? aku cuman mau menemui orang bodoh yang ku percaya bisa menjaga Ariena tapi" ucap Nandra terhenti


"sungguh sangat mengecewakan" ucap Nandra tersenyum kecut


"kenapa kamu bisa masuk ke sini. dasar pengawal tidak berguna!!!!" ucap Ilan geram


"kamu lupa ya bang, kamu kan sudah memberi kebebasan untuk ku masuk ke wilayah ini" ucap Nandra


"pergi sana!!. aku gak mau ada orang lain di sini selain aku" usir Ilan


"kenapa kamu selalu seperti ini bang. jangan seperti anak² bersikap lah dewasa seperti umur mu. kalau ada masalah itu di selesaikan bukan malah pergi begitu saja. selalu saja seperti ini jika ada masalah pribadi pasti kabur menjauhi semua orang" ucap Nandra kesal


"diam!.. jangan ceramah di sini, lebih baik Lo pergi dari sini. gue mau tidur" ucap Ilan kembali menidurkan dirinya di kursi dan memejamkan matanya.


"ayo kita kembali. kasihan Ariena dia menunggu mu" ucap Nandra menarik lengan Ilan agar berdiri

__ADS_1


"apa sih...!, aku sudah bercerai dengannya dan kenapa mencari ku seharusnya kalian bahagia aku sudah melepasnya. agar kalian bisa bersama. sudahlah lebih baik Lo pergi dari sini, aku mau istirahat" ucap Ilan berjalan menuju ranjangnya


"dengar dulu penjelasan ku bang" ucap Nandra


"apa lagi yang mau ku dengar, semua yang ku dengar dan liat sudah sangat cukup jelas untuk ku. lebih baik Lo cepat pergi sebelum gue ilang kendali" ucap Ilan


"tapi bang dengar dulu apa yang mau ku ucap kan" ucap Nandra menarik lengan Ilan yang ingin berbaring dan itu membuat Ilan murka.


"apa sih mau Lo" ucap Ilan sudah menarik kerah kemeja Nandra


"Nandra cuma mau membawa abang pulang" ucap Nandra


"bang, Nandra tau apa yang Nandra dan Ariena lakukan itu sangat menyakiti hati Abang. tapi tolong pertimbangkan lagi hubungan Abang dan Ariena. jangan sampai Abang menyesal di kemudian hari" ucap Nandra di potong


"apa yang harus Abang sesalkan. jika Abang mempertahankan hubungan Abang, yang ada pernikahan ini tidak akan bahagia. Abang gak mau jadi orang egois yang hanya mementingkan hatinya sendiri. Abang gak mau memaksa seseorang untuk tetap bersama Abang karena paksaan" ucap Ilan mengeluarkan unek-uneknya


"tapi bang. dengan perceraian ini siapa yang di untung kan? enggak ada. Abang dan Ariena sama sama tersakiti tidak ada yang bahagia" ucap Nandra

__ADS_1


"kenapa dia tidak bahagia? bukankah ini yang di inginkannya berpisah dengan ku dan membangun rumah tangga bersama mu" ucap Ilan menatap pemandangan pepohonan dari dalam kamarnya


"jujur aku juga menginginkan itu. tapi sayang itu hanya mimpi kami di masa lalu yang tak akan pernah terhujut, impian itu tidak akan pernah terjadi" kini giliran Nandra yang tak bisa menahan air matanya yang tanpa permisi jatuh ke pipinya


"karena Ariena telah mencintai laki laki lain dan dia memutuskan untuk mempertahankan rumah tangganya demi cintanya" ucap Nandra menghapus air matanya


"maksudnya" ucap Ilan yang kini menatap wajah adiknya yang terpaksa tersenyum itu


"Ariena telah mencintai mu bang. karena aku tau Abang juga memiliki perasaan dengannya aku mencoba mengalah dan membiarkan Abang membahagiakannya. itu sebabnya aku memutuskan untuk mengurus perusahaan papa di luar negeri karena aku percaya Abang akan menjaganya dengan aman. tapi" ucapnya terhenti Nandra tak kuasa memberi tau keadaan Ariena sekarang


"tapi apa Nan" ucap Ilan cemas


"apa Abang tau. sejak kepergian abang dia sangat terpuruk kata papa traumanya Kambu dan dia tidak mau makan apapun mama terpaksa berbohong kalau kamu akan kembali lagi bersamanya. setelah sembuh dia sempat pergi ke rumah papa dan tak sengaja mendengar ucapan papa dan mama soal surat cerai yang telah kamu kirim ke rumah. dan saat itu hujan Ariena melewati polisi tidur dengan kecepatan tinggi dan itu mengakibatkan dia terjatuh dan sampai saat ini dia belum sadarkan diri" ucap Nandra


Ilan yang mendengar ucapan Nandra, terduduk lemas di sofa dia masih syok atas ucapan Nandra. dia masih bingung ternyata apa yang dia dengar itu hanya sebuah kesalahan pahaman.


"itu semua gara gara kamu bang, kamu tau itu! aku sudah mengikhlaskan dia untuk mu karena aku tau kau pasti menjadi dia dan membahagiakan dia, tapi apa Ariena hanya mendapatkan begitu banyak luka dan sakit. bukan cuman fisik tapi mentalnya juga. jika aku tau akan jadi seperti ini pasti aku akan memperjuangkannya dan tak akan melepaskannya dengan suami yang tak bertanggung jawab seperti mu!" ucap Nandra marah

__ADS_1


lagi lagi Ilan hanya bisa diam dia tau apa yang di katakan Nandra itu benar dia adalah suami yang sangat tak bertanggung jawab.


__ADS_2